Hari ini, aku menatap sesosok perempuan di kaca, dia berwajah tirus dan berkantung mata. Bibirnya berwarna merah kehitaman. Pipinyapun tak lagi merah. Kulitnya kusam sewarna tanah. Segalanya berantakan.

Hari ini, aku menatap sesosok perempuan di kaca. Yang tak henti-hentinya menatapku dengan tajam. Menghujam mataku tak kenal lelah hingga ke hatiku. Seolah-olah dia tahu, ya dia sangat tahu.

Hari ini, tanggal 29 November, aku menatap sesosok perempuan di kaca. Dia menangis dari dalam hatinya. Hatinya pun sudah tak serupa dengan yang lainnya, tak berbentuk, tak dikenal. Dia meronta, menjerit, mengapa hal-hal itu terjadi dalam hidupnya yang mendekati sempurna.

Hari ini 29 November. Aku menatap sesosok perempuan di kaca yang menikam dirinya sendiri pada akhirnya. Aku.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated natani’s story.