Kurang istirahat dapat merusak kehidupan seks Anda

Mellisa Yang
Sep 6 · 2 min read

Kurang istirahat di dunia yang sibuk ketika ini hampir dirasakan remeh. Bahkan, di sejumlah kalangan, tersebut menyebabkan hak membual.

Namun ilmu pengetahuan TexasQQ sudah menghubungkan istirahat nyenyak dengan desakan darah tinggi, sistem kekebalan tubuh yang lemah, eskalasi berat badan, evolusi suasana hati, paranoia, depresi dan risiko diabetes, stroke, penyakit kardiovaskular, demensia dan sejumlah kanker yang lebih tinggi. Dan kalau-kalau kita tidak tahu, tersebut juga membunuh buzz guna libido Anda.

“Ini paling sederhana,” kata Laure Mintz, pengarang “A Tired Woman’s Guide to Passionate Sex.” “Jika anda lelah dan tidak lumayan tidur, gairah seksmu akan paling rendah.”

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine dibuntuti hampir 4.000 lelaki dan perempuan di mula hingga pertengahan 60-an sekitar setahun dan mengejar bahwa tidak cukup tidur dikaitkan dengan disfungsi ereksi guna pria, dan masalah gairah dan kendala orgasme guna wanita. Benar, ini ialah orang-orang yang lebih tua, yang lebih ingin menderita sleep apnea (pelakunya yang dikenal sebab kehidupan seks yang tidak sehat), dan masalah kesehatan secara borongan yang mungkin dominan pada istirahat mereka.

Tetapi sleep apnea sedang bertambah pada generasi muda — khususnya pada lelaki — dan jajaki tebak, kawan? Berapapun umur Anda, tidak cukup tidur dominan pada kadar testosteron Anda. Kadar testosteron yang rendah dapat mengakibatkan kurangnya hasrat seksual dan disfungsi ereksi.

Begini teknik mereka terhubung: Ternyata tingkat tertinggi hormon urgen Anda terjadi sekitar tidur REM, yang adalahtidur pengobatan yang dalam yang terjadi di akhir siklus tidur. REM kesatu kita akan dilangsungkan sekitar 10 menit, namun seiring dengan berjalannya waktu etape REM tumbuh lebih lama, dengan yang terakhir dilangsungkan hingga satu jam. Jadi, andai Anda tidak tidur lumayan lama untuk menginjak tidur REM, kita tidak menemukan tingkat testosteron sirkulasi yang restoratif itu.

Seperti halnya pria, wanita memerlukan testosteron alami untuk mengawal tulang tetap sehat, menambah kognisi, menambah massa otot, dan menciptakan sel darah merah baru. Diyakini sleep apnea tidak sedikit didiagnosis pada wanita, sampai-sampai kurangnya kualitas tidur pun dapat memprovokasi gairah seks mereka.

“Wanita paling berisiko merasakan masalah istirahat yang tidak terdiagnosis,” kata psikolog klinis dan pakar istirahat Michael Breus, “jadi perempuan yang merasakan masalah dengan faedah seksual mesti dievaluasi tidurnya.”

Ini bekerja kebalikannya juga, tambah Breus. Jika seorang perempuan atau lelaki sedang dalam perawatan guna gangguan tidur, mereka mesti yakin guna bertanya untuk dokter mereka tentang akibat potensial dari gangguan pada desakan dan faedah seks mereka.

Masih belum yakin? Satu studi meneliti 171 mahasiswi dan mengejar bahwa melulu satu jam tidur tambahan setiap malam menambah tidak melulu keinginan mereka guna bercinta keesokan harinya tetapi pun kemungkinan tersebut terjadi. Satu jam tersebut menyebabkan penambahan 14% dalam kesempatan mereka mengerjakan hubungan seks dengan pasangan malam berikutnya.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade