Tentang Komunikasi
Manusia terlahir sebagai individu merdeka, dengan segala persepsi bebasnya masing-masing terhadap dunia. Dari pemikiran tersebut, muncul berbagai kepentingan yang berbeda atas dasar pemenuhan kebutuhan masing-masing. Namun seperti yang kita semua pasti sudah alami di kehidupan sehar-hari, manusia tidak pernah hidup sendiri. Oleh karena itu pertemuan keperluan yang berbenturan pasti tidak bisa dihindari. Dan satu lagi, manusia tidak diberkahi bakat telepati layaknya pemain sinetron picisan yang suara hatinya bisa didengar pemirsa di rumah melalui backsound. Lantas bagaimana menyuarakan semua isi pikiran itu?
Jawaban:
Komunikasi /ko·mu·ni·ka·si/ n
1.pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2.perhubungan. (Sumber: KBBI)
Sudah. Begitu saja.
Bercanda kok, tulisannya masih belum selesai. Soalnya diminta minimal 100 kata.
Solusi yang dapat digunakan oleh manusia normal untuk menyampaikan pemikirannya tanpa harus bertelepati atau melakukan guna-guna supernatural lainnya adalah dengan komunikasi. Inti dari proses komunikasi adalah memberikan suatu informasi atau maksud yang ingin disampaikan melalui media lisan, tulisan, gambar, simbol, atau media lainnya. Informasi tersebut juga harus dapat dipahami oleh pihak yang menerimanya, sehingga cara menyajikan informasi melalui berbagai media tersebut harus diperhatikan.
Misalnya ketika anda membaca tulisan ini sebagai salah satu cara saya berkomunikasi melalui media tulisan walau mungkin maksud yang ingin diutarakan kini hanyalah untuk membuang sekian detik waktu anda yang berharga saat membaca tulisan ini, pasti setidaknya anda bisa mencerna arti kata-kata ini dengan baik (kecuali anda tidak mengerti bahasa Indonesia). Lain halnya ketika saya menulis sEp312Ti !n1 to express my intention towards you, comprenez vous? わかる?Mungkin anda akan memiliki persepsi lain terhadap maksud saya karena kurang dapat memahami arti kata-kata yang dituliskan (kecuali anda mengerti bahasa 4l4y, Inggris, Perancis, Jepang, atau menggunakan fitur Googl* Translate) meskipun maksud saya sama, untuk membuang sekian detik waktu anda.
Sehingga hal penting yang harus diperhatikan dalam pemaparan informasi adalah penggunaan tata bahasa, simbol, atau bahasa tubuh yang umum digunakan oleh sasaran audiens agar tidak menimbulkan misinterpretasi akan maksud yang ingin kita sampaikan. Jadi misalkan saya ingin berkomunikasi dengan anak-anak, pasti pemilihan tata bahasa dan gestur saya berbeda dengan ketika saya berkomunikasi dengan rekan kuliah saya.

Lantas apa pentingnya berkomunikasi? Ah, pasti anda sudah memahaminya sendiri dari kehidupan yang dijalani sehari-hari. Namun terlepas anda sudah mengetahui manfaat komunikasi ataupun tidak, saya tetap akan menuliskan opini pribadi karena memang diminta dosen saya.
Bayangkan saya atau anda berada di suatu komunitas dengan berbagai kepentingan, namun anggota masyarakatnya tidak ada yang berkomunikasi satu sama lain. Kemudian mari renungkan,
Apakah dapat terjadi interaksi yang baik dengan orang lain?
Apakah kebutuhan setiap orang dapat dipenuhi dengan mudah?
Apakah kehidupan bermasyarakat dapat dijalani dengan baik?
Apakah konflik akibat benturan kepentingan dapat diatasi?
Apakah anda dapat mengerti keadaan orang lain di komunitas itu?
Apakah saya akan tetap menjomblo?
Tentu saja. Karena saya tidak berkomunikasi, jadi tidak bisa pdkt.
Komunikasi memainkan peran penting dalam penyampaian dan pertukaran informasi, sehingga tanpa hal tersebut tidak dapat terjadi suatu hubungan timbal balik antar individu manusia. Tanpa adanya komunikasi yang baik, pemenuhan kebutuhan masing-masing akan terhambat, baik dalam kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) ataupun kepentingan lain seperti lapangan pekerjaan, dan hubungan dalam keluarga dan pertemanan. Seorang anak akan kelaparan karena tidak mengomunikasikan rasa laparnya lewat tangisan ke ibunya. Seorang bos akan bangkrut usahanya karena tidak mengomunikasikan alur kerja ke pegawainya. Sepasang kekasih akan terus bertengkar karena tidak mengomunikasikan apa yang mereka tidak sukai dari pasangannya. Hal ini menunjukkan manusia memang harus mengemukakan pikirannya lewat komunikasi agar orang lain dapat memahaminya dan menjalin interaksi yang dapat saling melengkapi.
Selain itu, tanpa komunikasi yang baik akan sulit bagi seseorang untuk diterima ataupun menerima masyarakat. Kondisi ini kemudian akan berhubungan dengan interaksinya dalam pemenuhan kepentingan tadi. Seseorang yang berkomunikasi dengan baik dan diterima masyarakat pasti akan mendapatkan fasilitas lebih dalam memenuhi kebutuhannya.
Oleh karena itu, mari berkomunikasi dengan baik.
