Menjaga Keseimbangan Cairan dalam Tubuh

Air merupakan komponen vital dalam tubuh. Tubuh kita tersusun atas komponen air yaitu 75% pada bayi baru lahir, 60% pada orang dewasa dan 50% pada orang tua. Tubuh akan kehilangan air ketika kita berkeringat, buang air kecil, buang air besar, bahkan ketika kita bernapas. Penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, ketika terdapat cairan yang keluar tubuh maka kita harus minum air agar cairan tubuh yang hilang tersebut tergantikan sehingga cairan tubuh tetap seimbang. Tidak ada peraturan terkait baerapa banyak air yang harus kita konsumsi per hari, tetapi terdapat beberapa perkiraan yang bervariasi dari 1.2L hingga 3L (pria) atau 2.2L (wanita). Nilai tersebut menunjukkan ±81% dari total kebutuhan air, sedangkan ±19% air diperolah dari makanan yang kita makan.

Dehidrasi didefinisikan sebagai 1% atau lebih hilangnya berat badan sebagai akibat dari hilangnya cairan. Kita merasakan haus ketika dehidrasi mencapai 0.8–2% hal ini berarti kita tidak dapat bergantung pada rasa haus untuk minum air, karena rasa haus menunjukkan bahwa kita telah mengalami dehidrasi ringan. Tanda-tanda awal dehidrasi adalah pusing, lelah, intoleansi panas, mulut kering, kulit kurang elastis, sensasi rasa terbakar pada perut, volume urin menurun atau bahkan warna urin lebih gelap dibandingkan biasanya.

Oleh karena itu, kita harus minum secara teratur setiap hari, jangan menunggu timbul rasa haus baru minum air. Meminum air dapat mencegah dehidrasi dimana kondisi tersebut dapat mengakibatkan pikiran tidak jernih, perubahan mood, konstipasi dan batu ginjal. Kita dapat memantau sebarapa baik tubuh kita terhidrasi dengan cara melihat pada warna urin.

Referensi:

Armstrong, L.E. (2000). Performing in Extreme Environments, Human Kinetics, Champaign, IL.

Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Get the Facts: Drinking Water and Intake.

Water UK. 2006. Wise up on water!