Banyak orang menjadi sahabat. Sebentar lalu pergi.

Entah membawa makna ataukah manfaat atas dirinya sendiri.

Merasa belenggu kepentingan telah diurai, membuatnya lupa akan sebuah janji kecil yang membuat namanya besar.

Silih dan ganti, tak ubahnya semacam hati yang tak bisa merindu sebuah kenikmatan.

Wajahnya layu tak menyapa hujan yang segar dari langit. Padahal cerita akan dibuat. Bahwa langit sedang memperbaharui janji pada sahabatnya setiap kali hujan datang mengetuk deret pintu bumi.

Madura, 3.3.2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.