Aku ingin hidup dengan baik setelah hari ini di jejalan jalanan kota kata itu.

Katanya; kota dan kata adalah dua hal yang kejam untuk perempuan berkepala jendela terbuka sepertiku.

Aku akan jadi anak perempuan Malang yang penuh duka jika hidup berlama-lama di kedua hal itu.

Namun orang-orang mengubah tubuhku menjelma buku dimana kota dan kata berdiam dalam abadi, menjadi alasan orang-orang rela merasuki kepalanya dengan keingintahuan yang lebih besar dari gedung pencakar langit.

Membuat orang-orang sibuk membicarakan hal yang hanya mereka rasakan .

Atau membuatmu tak ingin pergi dari aroma toko buku yang pernah membakar habis kenanganmu.

Hari ini aku bangun diantara pintu lemari pendingin yang lebih dingin dari suhu badanku saat sesak dadaku menyerang.

Dan aku menyadari bahwa yang lebih dingin dari dingin yang sebenarnya adalah meraba kepalaku yang kini kosong tanpa senyummu.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated meylancholia’s story.