Menikmati kota ini dengan kata di kala menjelang senja.

Ramai yang sungguh menyesakkan sepi.

Pernah seseorang mengajakku menjajal kota ini dengan segala tenaga dan senyuman yang kumiliki. Namun seketika semesta menyembunyikannya kembali. Aku bangun pukul empat sore dan menemui senja akan berkemas, kepalaku keropong dan tak mampu kuisi dengan satu hal pum kecuali ingatan tentang kamu dikota yang nyaris terbakar ini.

Kau memilih disembunyikan semesta, dan membuatku menerka-nerka akankah kembali kau melalui langit ataukah lautan.

Aku perih.

Dan kau yang kini tanggal jadi kenangan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.