Sekumpulan orang sedang bercengkrama dan berusaha mengakrabkan diri. Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk

Cara (Sotoy) Untuk Mengakrabkan Diri Dengan Orang Lain

“Kak, gimana sih caranya biar bisa dekat sama kakak — kakak yang itu? — sebuah pertanyaan dari Adik yang masih pada lucu — lucu ini.


Ya, jadi tulisan ini muncul karena kebingungan saya akan pertanyaan — pertanyaan yang sering muncul dari adik — adik baru saya (gak tau deh masih baru atau tidak) hingga muncul adik yang baru lagi dan adik yang lama bingung juga, sebenarnya saya juga bingung harus menjawab apa dan setiap ditanya selalu berbeda jawaban yang keluar dari mulut saya ini. Hingga akhirnya saya berusaha merangkum saran — saran yang pernah coba saya berikan ke mereka dalam tulisan ini (segala saran dalam tulisan ini sepenuhnya sotoy dari diri saya sendiri dan hanya sedikit didukung teori — teori yang sudah ada). Jadi kalau kalian ingin bisa dekat yang harus kalian lakukan adalah….

Panggil Namanya

Ceritanya si cowo lagi ngobrol dengan menyebut nama si cewe. Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk.

Saran pertama dari saya adalah coba panggil atau sebut namanya. Satu kebiasaan yang sering saya lihat adalah orang yang belum terlalu kenal memanggil lawan bicaranya dengan panggilan sok akrab woy atau bro atau coy dan sejenisnya. Padahal kalau saja namanya di panggil atau disebut rasa kepemilikan orang tersebut untuk menanggapi anda akan lebih tinggi dibandingkan coy, bro, dan sejenisnya. Dan yang paling pentng, seneng gak sih kalau nama kalian dipanggil langsung? Apalagi kalau yang manggil cantik atau ganteng :p

Senyum :)

Menenangkan hati banget kan kalau melihat orang senyum. Sumber : Dokumentasi Ricky Firmansyah

Hal kedua yang harus dilakukan adalah tersenyum. Manusia diberikan sepasang bibir yang menawan yang jika digunakan untuk tersenyum dapat membuat orang lain tenang. Nah kalau mau mengakrabkan diri dengan orang lain sering — sering senyum, jangan cemberut aja atau judes. Mana ada orang yang mau nyamperin orang lagi cemberut. :)

Cerita Terlebih Dahulu dan Biarkan Diri Anda di Interogasi

Biarkan diri anda untuk digosipkan . Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk

Jika anda ingin terlibat dalam obrolan yang menarik dalam dan cukup panjang, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuka topik untuk membahas diri anda (bukan berarti menyombongkan diri ya). Biarkan diri anda untuk di interogasi oleh orang lain dan ceritakan hal — hal yang bisa diceritakan. Tunjukan bahwa diri anda seterbuka itu terhadap orang lain. Setelah lawan bicara anda merasa yakin dengan anda percayalah dia juga akan terbuka dengan anda dan kalian dapat bercengkrama dengan indah.

Dengarkan, Tanggapi, dan SKSD

Lagi serius dengerin lawan bicaranya nih ceritanya. Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk

Ini salah satu saran paling sulit menurut banyak orang. Pertama kalian harus dengarkan setiap ucapan lawan bicara anda, listening ya bukan hearing. Tatap matanya jika perlu untuk memastikan bahwa anda mendengarkannya. Setelah anda mendengarkannya, tanggapi ucapan dia, tunjukan bahwa anda antusias dengan obrolannya. Minimal anggukan kepala anda untuk melihatkan respon bahwa anda menyimak. Tapi bagaimana kalau tidak mengerti dengan obrolannya? Silahkan SKSD tanggapi seakan anda mengerti hal tersebut juga atau setidaknya tertarik. Jika perlu (kalau mau niat) gunakan smartphone anda untuk mencari info seputar obrolan untuk jadi bahan SKSD selama perbincangan.

Putar Ulang Ingatan

Ceritanya sedang bercengkrama mencoba mengingat obrolan masa lalu . Sumber : Dokumentasi Ricky Firmansyah

Cara lainnya, silahkan putar ulang ingatan anda dengan lawan bicara anda kepada saat dimana kalian pernah membicarakan suatu hal atau saat dimana dia mengalami suatu kejadian (jangan kejadian yang buruk ya). Tunjukan bahwa anda masih mengingat dan memerhatikan setiap momen yang ada. Bicarakan hal tersebut dan bahas sedikit (jangan terlalu sering dan terlalu diulang — ulang). Dengan cara ini mudah — mudahan dia tersanjung karena merasa ada yang masih memerhatikannya.

Berikan Pujian

Ceritanya sedang tersipu malu sehabis dipuji. Sumber : Dokumentasi : Ricky Firmansyah

Tuangkan pujian — pujian kecil terhadap orang yang ingin kalian akrabkan. Tidak harus pujian — pujian yang menggombal berlebihan, cukup dengan pujian — pujian seperti “Ih tasnya bagus” “Ciee abis shampooan ya” “bagus deh bukunya” “lucu banget ketawanya” dan pujian kecil lainnya. Tidak harus selalu memuji, sedikit ledekan dengan nada bercanda juga bisa anda berikan asalkan tidak menghina. Bahkan ucapan “terima kasih” pun bisa menjadi andalan. Lakukan dengan rutin dan lama kelamaan dia akan terbuka dengan anda.

Gunakan Kata “Tolong”

Karena kesulitan memasang slayer di tangannya yang besar, terpaksa deh harus meminta bantuan orang lain dengan kata “Tolong”. Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk.

Menjadi orang yang sopan merupakan suatu hal yang sudah sangat langka di kota besar saat ini. Ditengahnya kesibukan yang kita jalani, terkadang kita membutuhkan bantuan orang lain untuk melaluinya, bahkan meskipun kita tidak kenal dengan si pemberi bantuan tersebut jika kita memang butuh tetap saja akan dilakukan, dan sialnya adalah kita sering lupa menggunakan kata “Tolong”. Percaya tidak percaya hal ini dapat membuat orang marah bahkan sakit hati. Jadi biasakan untuk mengucapkan kata “Tolong” ya dan setelah itu terima kasih :)

Gunakan Sentuhan

Merangkul adalah salah satu cara memaksa untuk mengakrabkan diri dengan orang lain. Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk.

Jangan berpikir yang aneh — aneh dulu. Yang dimaksud dengan gunakan sentuhan adalah cobalah masuki zona nyaman dari lawan bicara anda. Menurut teori proksemik yang saya tau, (kalau tidak salah) setiap orang memiliki zona intimnya masing — masing. Zona intim manusia berjarak 18–46 cm. Hanya orang yang dekat secara emosional yang dapat memasukinya seperti kekasih, orang tua, suami-istri, anak-anak, kerabat dan sanak saudara. Terkadang zona intim ini bisa kita rusak dan ganggu untuk memaksakan diri kita masuk kedalam orang tersebut. Caranya bagaimana? Bisa dengan merangkul orang tersebut saat akan berbicara, atau berada di dekat orang tersebut pada jarak zona intim tersebut saat akan berbicara dengannya. Cara ini bisa dilakukan sesekali tetapi jangan terlalu sering karena dapat menggangu perasaaan orang tersebut

Minta Saran dan Bertanya

Ceritanya yang kanan sedang bertanya pada yang kiri. Sumber : Dokumentasi Zaroro dkk.

Saran terakhir yang saya coba berikan adalah, selalu minta saran dan bertanya kepada orang — orang disekitar anda. Baik sebenarnya anda membutuhkannya atau hanya sekedar formalitas. Dengan anda meminta saran dan bertanya orang tersebut akan merasa di anggap dan dibutuhkan oleh anda dan secara perlahan akan terbentuk ikatan antara anda dengan dia.


Sebenarnya saya sudah lupa saran apalagi yang sudah pernah saya berikan . Tapi setidaknya ini saran kongkrit yang mungkin bisa anda coba dan terapkan. Semoga tulisan ini bisa mengurangi frekuensi penanya terkait hal seperti ini dan semoga adik — adik lucu ini tak lagi bingung. Semoga bermanfaat dan maaf jika bahasa yang digunakan berantakan. Terima kasih :)

Catatan : Mohon maaf atas penggunaan foto yang tidak meminta izin model dan pemilik foto terlebih dahulu.


Bandung, 5 Desember 2016
Muhammad Fadhil D
Orang Sok Tau