Meniru Ber ‘Gelora’-nya Jiwa Muda

Cerita siang itu, tentang semangat muda dari para pejuang.

Summer by Elia Tomas
Rumah sekali lagi kedatangan tamu-tamu yang membuat kami, para penghuni rumah, menjadi bahagia.

Dinamika organisasi beserta kegiatannya menuntutku untuk bisa beradaptasi dengan cepat. Tugas A selesai, lanjut tugas B. Tugas B selesai, lanjut tugas C. Begitulah seterusnya. Dan aku rasa bagi kalian para “juru kunci” sekretariat organisasi, kalianlah orang-orang yang sangat efisien dalam bekerja. Ya, setelah tugas organisasi, ada pula tugas mata kuliah “Setan” yang menunggu untuk dilahap. Hal ini pula yang menyebabkanku untuk beralih dari domain satu ke domain ini untuk menulis. Alasan klasik kalau boleh bilang,

Lebih Praktis!!

Tanggung jawab tetaplah tanggung jawab. Dimana kamu memilih untuk berkecimpung di dalam-nya. Resiko dan konsekuensi harusnya sudah tak menjadi masalah.

Jadi hari ini ada suatu hal menarik perhatianku. Rumah kedatangan tamu-tamu yang bergelut dengan rasa malas mereka untuk bisa sedikit memberikan kontribusinya untuk rumah.

Terkhusus buatku, tamu-tamu ini seakan menjadi pelecut kebahagiaan. Mengapa? Tahun ini pertama kalinya kami menyambut tamu-tamu itu. Apalagi kegiatan mereka saat ini mengingatkan betapa senangnya kami waktu itu.

Tetapi kali ini aku tak mau membahas kegiatan tamu-tamu kecil kami. Bukan juga dengan nama-nama mereka. Atau tingkah polah mereka. Tapi semangat yang mereka miliki.

“Ngueyel gaopo sing penting tujuan tercapai”

Kalimat itu muncul dari seorang dosen mata kuliah Industri ku ketika kami yang tergabung dalam kepanitiaan sedang rapat awal Juli lalu.

Kata ini terkadang mempengaruhi pola pikirku. Membuat motivasi ber-jihad melawan kemalasan memuncak.

Sama seperti para tamu-tamu ini. Mereka ngueyel, kekeuh dalam pendirian dan bekerja. Semangat masa awal yang masih bergelora. Gelora ini yang seharusnya kita miliki. Mereka masih “hijau”, masih ingin belajar banyak hal. Hal ini juga yang harus kita pahami agar tidak ada dogma bahwa segalanya hanya bisa didapat di satu tempat.

Ngueyel atau bandel, sifat ini yang membawa kita dalam sebuah idealisme yang memecut kita untuk berkembang. Dapat diartikan kembali bahwa gagasan “Ngueyel gaopo sing penting tujuan tercapai” membuat kita dapat fokus dalam menempuh tujuan. Sekali lagi, sama seperti yang tamu-tamu ini lakukan dan apa yang kita perbuat. Tapi Si Mbah pun menasehati juga “Ngueyel sing apik tapi yo, le!”

Kitapun harus memahami gelora itu. Anggap saja betapa “hijau” nya kita saat ini. Pengalaman kita saja belum cukup untuk sekedar mengembangkan arah kerja organisasi. Pengalaman kita saja belum cukup untuk sekedar mengarahkan kehidupan kita.

Kita masih “Hijau” kawan!

Begitu “hijau” nya kita. Kita akan menyadari betapa bodohnya diri kita saat ini. Betapa ternyata pengalaman yang kita rasa cukup untuk mengemban amanah serta tanggung jawab ternyata belum ada apa-apanya. Ngueyel!

Dari ke “hijau” an itu. Kita akan tahu dan belajar banyak hal. Memilah dan mempelajari hal yang sesuai dengan kemerdekaan pikiran kita. Hingga nantinya apa yang kita dapatkan di masa kuliah ini dapat berguna.

Meniru Ber-Gelora-nya Jiwa Muda. Gelora semangat yang membuat kita haus akan pembelajaran serta pengetahuan. Gelora berdikari yang membuat kita harus mandiri untuk bergerak. Gelora kebebasan yang menuntut kita untuk bisa berpikir merdeka!

Gelora Semangat, Gelora Berdikari, serta Gelora Kebebasan!

Hal inilah yang perlu kita tanamkan kepada diri kita sendiri. Rasa ingin tahu, semangat, serta tekad kebebasan dalam meg-ekspresikan diri. Tapi ingat, segala aspek dalam kehidupan ada batasan, baik diatur dalam norma maupun hukum.

Meniru Ber-Gelora-nya Jiwa Muda. Dengan adanya tamu-tamu ini setidaknya kita dapat merenungi bagaimana semangatnya kita dulu. Hingga idealisme kita tergerus oleh keadaan.

Lalu satu hal yang ingin kutanyakan kepada kalian,

Bukankah idealisme kita dulu begitu indah, kawan?

Sincerely,

NRP 4117036

Like what you read? Give heinz a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.