Cara Mudah Mengukur Ukuran Pasar (Market Size)

“Ah ngapain diukur, produk saya bakal dibeli semua orang kok” — Startuper penuh asumsi

Tidak semudah itu semudah itu ferguso! Begitulah jadinya kalau teman-teman menikahi” dengan ide teman-teman sendiri. Maksudnya, seburuk apapun data berkata kepada ide tersebut, tetap saja teman-teman bilang bagus, oke, paling sip! 😆

Nah, tentu saja dalam mengukur besarnya suatu pasar diperlukan data tidak hanya asumsi saja. Why? karena asumsi membunuhmu 😆 (but, yeah.. I’m serious)

Foto milik Dan Freeman

Wait… Apa sebenarnya market size?

Market size adalah jumlah individual yang potensial membeli atau menggunakan produk/jasa (pada area tertentu).

Sebegitu pentingnya mengukur market size?

Jadi begini, ada beberapa hal yang bisa terjadi kalau teman-teman asal membuat produk tanpa mengukur besarnya pasar

  • Market terlalu kecil = Sedikit yang membeli = siap-siap gulung tikar dalam waktu dekat

Kok bisa terlalu kecil?

Pasar yang dipilih termasuk dalam niche terlalu sempit (semisal; membuat produk untuk menyelesaikan masalah petani pete, jumlah petani pete terlalu kecil daripada petani padi atau jagung misalnya)

Terus, bagaimana mengukurnya?

Jadi ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu:

Total Available Market (TAM) adalah total permintaan pasar akan suatu produk atau layanan

Serviceable Available Market (SAM) merupakan segmen dari TAM yang ditargetkan oleh produk/layanan teman-teman dan berada dalam jangkauan geografis/teknologi teman-teman.

Serviceable Obtainable Market/Share of Market (SOM) adalah bagian dari SAM yang dapat teman-teman

Untuk mengukur market size, teman-teman dapat menggunakan beberapa pendekatan :

(1) Up-to-bottom method 
(2) Bottom-to-up method

Kita bahas dari yang up-to-bottom method

  1. Definisikan kriteria target market
  2. Perkirakan TAM
  3. Definisikan wilayah dari pelayanan
  4. Hitung SAM
  5. Tentukan nilai market share nya (coba menghitung market share dengan cara dibawah)
  6. Hitung SOM

Contoh

contoh Market Size airbnb, diambil dari pitch deck airbnb

Selanjutnya, bagaimana dengan bottom-up method?

  • Diterapkan bagi bisnis yang sudah mulai beroperasi
  • Menggunakan data dari proses operasional

Rumusnya seperti ini :

Market size potential = N x MS x P x Q

N = total dari konsumen potensial

MS = Market share dari konsumen potensial

P = rata-rata harga jual

Q = rata-rata konsumsi produk/pembelian produk dalam setahun.

  1. Mendefinisikan segmentasi pasar

Dengan mendefinsikan segmentasi pasar, Anda dapat menentukan jumlah konsumen potensial dari produk Anda. Ada beberapa variabel yang digunakan untuk mendefinisikan segmentasi sebuah pasar

  1. Demografi—Umur? Pekerjaan? Gender?Tingkat pendapatan? Edukasi?
  2. Geografi — Dimana konsumen Anda berada?
  3. Psikografi — Bagaimana perilaku mereka? Apa kebiasaan mereka?
  4. Sosial-kultur — Bagaimana kultur yang berada di wilayah tersebut?

2. Mendefinisikan Market Share

Tentu saja, market yang bagus adalah market yang memiliki kompetitor. Karena “if there’s no competitor in a market. there are 2 possibilities: 1) it has no market 2) market too small”

Semisal, ada 3 kompetitor dalam bisnis teman-teman. Maka;

100% / 3 = 33.3%

Karena bisnis sobat baru, maka sulit sangat tidak mungkin juga untuk dapat 25% (karena ada 4 pemain dalam 1 market)

Kita coba bermain asumsi yang logis. Semisal, kita dapat mengambil sekitar 3,3% dari setiap kompetitor yang ada. Maka sekitar 10% market yang bisa anda ambil.

Semisal ada 50,000 konsumen potensial dari segmen pasar teman-teman. Kalikan 10%, maka 5,000 konsumen yang mungkin teman-teman dapatkan.

Time to try calculate market size using bottom-to-up method:

Sebuah startup SaaS (Software as services) dengan model bisnis subscription, memiliki user potensial 50,000 dengan kompetitor sejenis sebanyak 5 kompetitor. Konsumen yang ada saat ini mengeluarkan uang sebanyak Rp120,000 dalam 1 bulan, dengan penggunaan service sebanyak 5x dalam 1 tahun.

Market Size = N x MS x P x Q

N (Total konsumen tersegmen) = 50,000

Market Share = 0.05

100% / 5 = 20%, dengan asumsi mengambil 1% dari masing-masing kompetitor maka market share akan 5%

P (Harga jual produk) = Rp120,000

Q (Kuantitas pembelian produk dalam 1 tahun) = 5x

MS = 50,000 x 0.05 x 120,000 x 5

Maka market size = Rp1,500,000,000

F.A.Q : yang biasa ditanyakan

  • Mana yang lebih akurat?

Lebih akurat bottom up, hal ini dikarenakan lebih rendah asumsi yang digunakan. Dengan menggunakan data-data internal yang tersedia (seperti nilai penjualan dan penjualan berulang) akan lebih masuk akal.

  • Data dapat darimana?

Data bisa kita dapatkan dari BPS dan sejenisnya. Tapi ingat, kita harus melihat juga apakah data tersebut masuk akal atau tidak. Semisal, jumlah UMKM di Indonesia. Menurut BPS sekitar 15%. Namun, sangat kurang logis jika terdapat 15% UMKM di Indonesia dari jumlah penduduk. Maka, data yang lebih logis digunakan adalah data kredit yang dilakukan oleh UMKM di bank. Dengan menggunakan data tersebut, kita bisa tau mana UMKM yang cukup berani untuk mengambil kredit dari bank.

Ada yang ditanyakan lagi? Yuk lempar di kotak komentar!

Jangan lupa untuk claps! Lebih dari 10x claps itu bagus lho! 😃