Aku Ingin KKN-Profesi

(source: int)

Banyak sekali berita yang simpang siur beterbangan bagai angin di lingkungan kampus UIN Alauddin Makassar. Baru-baru ini, mahasiswa (terutama angkatan 2013) dihebohkan oleh penampakan kertas putih berisi hasil rapat yang ditulis dengan font yang tak jelas. Di bagian paling atas tertulis dengan spidol hitam: “INFO KKN”.Ya, jelas pasalnya. Seorang pejabat yang dimintai keterangan, tak memberikan jawaban yang memuaskan hati mahasiswa yang bertanya. Jawaban atas pertanyaan yang paling dibutuhkan oleh mahasiswa angkatan 2013 saat ini adalah terkait waktu pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

***
 Ada seorang mahasiswa dari Fakultas Syariah Hukum (FSH) yang saya temui. Saya mengambil waktunya dengan bercakap tentang masalah KKN baru-baru ini.

“Saya sudah dari LP2M, bertanya apakah di tahun ini ada KKN-Profesi atau tidak, katanya tidak ada.”

Tidak jelas siapa yang ditemui oleh mahasiswa itu. Intinya, ia belum merasa puas dengan jawabannya. Sebab bagi mahasiswa angkatan 2013 atau yang saat ini sedang menuju semester VII, seperti tahun-tahun kemarin, seharusnya ia sudah mengikuti program KKN-Profesi. Di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain seperti Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) bagi mahasiswa angkatan 2013, saat ini sudah mengikuti KKN.

Isu terkait penghapusan KKN Profesi di UIN telah lebih dulu mencuat ke telinga para mahasiswa yang sebagian besar punya keinginan untuk merampungkan masa studinya lebih awal. Saya sendiri pernah mewawancarai ketua LP2M yang saat itu baru dilantik. Saya bertemu dengan beliau di lantai dasar Perpustakaan Kampus UIN Alauddin. Kira kira bulan Mei, 2016 lalu. Saya mencegatnya dengan memperlihatkan kartu PERS yang saya miliki. Saya bertanya perihal masalah ada tidaknya KKN Profesi untuk angkatan 2013, tapi ia hanya menjawab sekenanya. “Kita tunggu dulu rapat selesai, silakan bertanya ke kepala bagian pengabdian masyarakat.”
 ***
 Angkatan 2013 memang dipusingkan terkait isu pengahapusan KKN Profesi. Hal ini terkait dengan diberlakukannya aturan baru yang sasarannya kepada mahasiswa yang tergolong SPP-nya menggunakan sistem UKT-BKT. Memang, bagi mahasiswa angkatan 2013 sejak masuk di UIN Alauddin Makassar, sudah diinformasikan terkait pembayaran SPP dengan sistem UKT-BKT. Dan mahasiswa ini sejak awal sudah mendengar adanya pembayaran silang dengan sistem itu (silang artinya yang kaya membiayai yang miskin), maka pembayaran akan dilakukan dengan pengkategorian biaya kuliah. Tahun 2013 lalu, mahasiswa angkatan 2013 hanya dikenakan sampai kategori III. Dengan pembayaran minimal di kategori I (pertama) berjumlah sedikitnya 400 ribu rupiah/semester/mahasiswa dan kategori tertinggi yaitu kategori III (ketiga) sebanyak 1 juta rupiah lebih (lebih maksudnya disesuaikan dengan beberapa jurusan, tentu K-III pada jurusan Kesehatan tidak sama dengan K-III di jurusan Syariah-Hukum).

Kompensasi yang dulunya dijanjikan dengan hadirnya pembayaran “yang kaya membayarkan yang miskin” ini adalah dengan tidak dibayarnya lagi alias bebas biaya KKN, biaya Wisuda, dan biaya-biaya lain selain yang masuk ke dalam kas rektorat melalui pembayaran SPP dengan sistem UKT-BKT. Akan tetapi, karena angkatan 2013 adalah mahasiswa yang pertama kali merasakan sistem UKT ini belum begitu lega terkait penghapusan seluruh biaya di luar biaya SPP. Sebab sebagaimana berita yang dikeluarkan oleh LP2M yang tertuang dalam tulisan reporter Sri Yusnidar pada Koran Kampus Washilah menyebut bahwa terjadi salah hitung dari pihak LP2M terkait biaya living cost bagi mahasiswa angkatan 2013 yang mengikuti KKN. Alasannya itu sudah tertuang sejak dikeluakannya Peraturan Menteri Agama (PMA) bahwa living cost tidak termasuk. “Dengan begitu, mahasiswa angkatan 2013 tetap dikenakan biaya living cost saat akan KKN, berbeda halnya dengan angakatan 2014 dan 2015 yang tidak lagi membayar dan telah terhitung melalui UKT-BKT,” tulis Sri Yusnidar dalam laporan beritanya berjudul Karut Marut UKT-BKT (Koran Washilah, Edisi 96/Juni 2016 hal 3).

Jelaslah bahwa informasi Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa angkatan 2013 di UINAM memang terkesan tanpa persiapan. Dan bisa saja alasan pihak LP2M belum mengeluarkan informasi resmi terkait KKN Profesi, karena prosesi dalam pelaksanaan KKN Profesi itu (termasuk biaya-biayanya) masih tengah didiskusikan oleh pihak LP2M dan juga pihak rektorat. Agar nantinya hal-hal yang tidak diinginkan dari emosi yang mungkin ditunjukkan oleh mahasiswa bisa dicegah lebih dini. Jadi, untuk lebih jelasnya terkait pelsanaan KKN tahun ini, kita tunggu saja informasi resmi yang dikeluarkan bagian pengabdian masyarakat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) beberapa bulan kemudian. Semoga!


Originally published at washilah.com on August 1, 2016.

Like what you read? Give M. Galang Pratama a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.