DO IT YOURSELF

ya, joni seorang anak muda ya menyukai puisi,dengan umur yang amat muda sekitar 20 tahun,karyanya pun amat lah tak bisa diremehkan.membuat puisi sepanjang siang & malam.menangui rindu,merenungi hidup yang semakin lama makin seperti tai.

Dalam pementasan puisi Joni hampir tak pernah membacakan puisinya sendiri,atau malah mungkin tak pernah sama sekali. pernah satu ketika ditanyakan oleh seorang kawan "hey, Jon kenapa kau tak pernah membaca karangan sendiri?" Joni menanggapinya dengan tatapan malas-malasan.

usut punya usut semasa Joni duduk dibangku sekolah menengah, ia pernah membacakan puisinya, namun tak seorang teman pun yang percaya bahwa yang dibaca olehnya adalah buatannya sendiri.mulai hari itulah Joni tak pernah membacakan puisi yang dibuatnya kepada orang lain.

malam mulai mengundangnya merenung di loteng rumah yang hampir rubuh.Joni memandangi bulan,kadang sesekali bulan tersenyum yang disampaikannya melalui angin.terlena pada bulan,malam pun mulai berganti subuh.Joni kelagapan sebab ia sudah berjanji pada kawannya pagi ini untuk latihan teater disanggarnya.saat menuruni tangga Joni tersentak tiba-tiba ada tangan lembut menyentuh bahunya dan membuat daya geraknya terhenti."Nak apa yang kau pikirkan?"tanya ibunya yang sedari tadi mengintip."Tak apa bu" jawab Joni singkat."tak usah ragu Nak,sebab hidup cuma sekali" bisik ibunya ditelinga kiri dan tangan kanan dipipi Joni.

pagi, Joni membacakan puisinya di hadapan para penumpang bus kota.temannya menunggu sampai mati.

Like what you read? Give MHPinandito a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.