Tumotaiment

MHPinandito
Jul 28, 2017 · 1 min read

ini malam sudah hampir pagi.belum ada satu pun lelaki yang minta ditemani.padahal jari-jariku ini sudah hafal kemana ia harus menjelajahi tubuh lelaki.apa mungkin lelaki yang biasa menyewaku malam ini, sedang cinta cintanya pada istri?alah.. tak mungkin, yang ada dikepalanyakan hanya Vaniga wanita yang masih legit.apa mungkin Vagina istrinya masih legit?aku tak yakin.

saat membuka pintu,kulihat anakku tidur diapit oleh kedua guling dan selimut penuh bercak ompolnya sendiri.wajahnya amat damai, dengan semua mainan yang dapat dibeli,walau hanya dalam mimpi.aku menaiki selimut yang ada dikakinya ke atas perut.lalu aku kedapur untuk mempersiapkan bekal sekolahnya nanti.nasi,telur dadar,dan ikan asin.kadang aku sedih melihat anakku,hampir setiap hari dengan bekal sekolah begini.tapi apa boleh buat?uang yang kudapat belum bisa memperbaiki gizi. "rejeki itu sudah ada yang ngatur (Tuhan)".
persetan para polisi moral,ia hanya bisa bicara tapi tak memberi lapangan kerja bagi aku yang dinasehati.apa ia tahu bahwa harga minyak goreng saat ini naik?air PAM harus beli,sebab belum masuk ke tempat tinggalku?dan apa dia tahu bahwa anakku mesti dibelikan sepeda roda tiga,agar ia bisa bermain dengan teman sebayanya? siapa bilang aku wanita penjaja? aku hanya memberikan kenikmatan pada lelaki yang kecewa dengan istrinya atau bahkan dengan kekasihnya.aku hanya menemani disaat para lelaki yang sedang suntuk.apa salah ku? bukankah memberi kebahagiaan kepada orang lain itu bagus?toh aku tak memberikan diriku,aku hanya memberi tubuhku.aku rela demi anakku.dan malah kadang aku menikmatinya..

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade