7. Tualang Mencari Nilai

Mifta Hajjratul Marwa
Nov 5 · 3 min read

Bisa dibilang diklat Minggu ini diklat terseru! Setelah rangkaian diklat fisik di SARAGA, diklat dilanjutkan dengan pemberian misi oleh pendiklat. Sebelum diberi tahu misi apa yang akan kami selesaikan, kami dibagi menjadi beberapa tim. Misi dimulai dengan mempersiapkan bekal selama perjalanan nanti. Kami diberi waktu 15 menit untuk berbelanja dan hanya boleh menghabiskan 10ribu/orang. Aku yang dikelompokkan bersama Hasna, Widya, Aryo, Rommy dan Rizky mulai berjalan ke arah Salman. Tim kami memutuskan untuk membekali diri dengan roti kasur, air mineral 1,5L, plaster luka, vitacimin c, payung, ponco, dan terakhir gitar. Tim yang berhasil kembali ke ITB paling pertama dan membawa uang lebih banyak akan menjadi pemenang misi.

Diawal misi setiap tim diberi uang 15ribu dan sebuah teka teki tentang tempat yang harus kami datangi pertama kali. Kertas berisikan kalimat “tempat membungkung lari” kami pecahkan dengan jawaban, Taman Lansia. Misi kami dimulai dengan kebimbangan memilih transportasi dari ITB menuju Taman Lansia, yang akhirnya kami putuskan untuk menggunakan kaki saja dengan pertimbangan sedikitnya uang yang kami punya dan tahapan misi selanjutnya yang kami belum tahu apa.

Ditengah perjalanan menuju Taman Lansia, aku dan Rommy berdiskusi dan merencanakan untuk mengamen. Sesampainya di lampu merah Pasopati, dengan sekali latihan Hasna, Rommy dan aku pun langsung bernyanyi di tengah zebra cross. Hal ini menjadi pengalaman pertama bagiku dan begitu menantang karena sebelumnya aku tidaj pernah tampil di depan orang apalagi dalam hal ini strangers. Ternyata usaha dan keberanian kami tidak sia-sia, dari mengamen pada satu kali nyala lampu merah kami berhasil mengumpulkan empat ribu rupiah.

Kebetulan ada temen yang lewat dan fotoin aku.

Perjalanan ke Taman Lansia pun kami lanjutkan, lewat depan Gedung Sate dan menembus keramaian Minggu pagi di Gasibu, akhirnya kami pun sampai. Setelah mencari beberapa menit kami bertemu dengan keluarga DK, di sana ada Kak Caca dan Kak Abdan. Di Taman Lansia, kami dibekali ilmu tentang daerah 3T, tentang realita sesungguhnya yang ditemui Kak Caca dan Kak Abdan saat mereka melakukan ekspedisi. Diujung sesi kami diberikan petunjuk agar bisa menuju ke meeting point berikutnya, Taman Vanda.

Lagi-lagi memutuskan untuk jalan kaki menuju Taman Vanda, untuk menghemat uang. Dipertengahan jalan kami rehat sejenak di SPBU, untuk sholat dan memakan roti bekal kami. Perjalanan pun kami lanjutkan hingga di Tamn Vanda kami bertemu Kak Novan. Kak Novan membawa kami ke arah Taman Balai Kota, dimana sudah ada Kak Neke dan Kak Gege. Di pos kali ini, kami diberi waktu 15 menit untuk mengobservasi lingkungan sekitar dan membuat karya berupa pidato atau pantun atau puisi.

Tim kami memutuskan untuk mengobservasi 4 tiang dan pohon di dekat kami dan membuat orasi atau pidato berlanjut. Kami mengibaratkan empat pilar yang ada sebagai empat elemen, tanah, air, api dan udara, dan pohon sebagai simbol kehidupan. Setelah sedikit merampungkan ide dan berharap banyak pada improvisasi, kami kembali ke tempat awal. Ternyat aorasi yang sudah kami siapkan harus ditampilkan di tengah amphitheatre ddi dekat keluarga DK berada dan disaksikan warga yang ada di sekitar sana. Dengan rasa malu dan terkejut, kami pun tampil seadanya.

Setelah tampil hujan pun turun, karena banyak yang berteduh di dekat amphitheatre, momen ini kami gunakan untuk menambah jumlah uang yang kami punya dengan mengamen. Kali ini kami mendapat rezeki sebesar enam ribu rupiah. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Taman Fotografi, namun tidak jauh dari Taman Vanda hujan semakin deras, sehingga beberapa dari kami basah kuyup. Dipertengahan jalan hujan semakin deras dan ternyata ada pesan dari Kak Yeriko bahwa kami sebaiknya balik ke ITB saja. Kami pun memutuskan untuk naik angkot da menggunakan uang yang kam punya.

Rommy dan Aryo yangudah kuyup beet

Sesampainya di ITB kami sedikit melanjutkan materi pos fotografi bersama Farhan. Setelah itu diklat dilanjutkan dengan pemaparan progress kelompok ROP.

#DiseminasiKhususAMI2020

#AkuMasukITB2020

#AMI100TahunITB

#MenjelajahiNegeriBersamaAMI

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade