6 Bank Biayai Proyek LRT Palembang Rp 4,59 Triliun

proyek LRT Palembang diperkirakan rampung pada Juni 2018 | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Direktur Utama PT Waskita Karya Mohammad Choliq mengatakan, proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer mulai dikerjakan pihaknya sejak Oktober 2015 yang diperkirakan rampung pada Juni 2018 menjelang berlangsungnya Asian Games. Adapun nilai total kontrak proyek tersebut menurut dia mencapai sekitar Rp 12,59 triliun.

“Waskita saat ini berusaha memperkuat struktur pembiayannya melalui perbankan. Hingga akhir minggu lalu sendiri kontrak baru kami sudah mencapai Rp 59 triliun dan kami perkiraan hingga akhir tahun dapat mencapai Rp 70 triliun,” kata Choliq di Jakarta, Jumat (30/9).

Sebanyak enam bank dan lembaga keuangan menyalurkan pembiayaan sindikasi kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp 4,59 triliun untuk pembangunan proyek light rail transit (LRT) Palembang. Adapun pinjaman tersebut diberikan dengan jangka waktu hingga Desember 2018 dan bunga mendekati single digit.

Adapun BNI bertindak sebagai original mandated lead arranger dan book runner memberikan komitmen pinjaman senilai Rp 1,99 triliun, BTMU Indonesia sebagai mandated lead arranger sebesar Rp 750 miliar. Kemudian BRI, SMI, dan BJB sebagai arranger masing-masing sebesar Rp 500 miliar, serta BPD Sumsel Babel sebagai partisipan sebesar Rp 350 miliar.

Keenam bank tersebut yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ (BTMU) Indonesia, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB), dan PT BPD Sumatera Selatan Bangka Belitung (Sumsel Babel), sedangkan lembaga keuangan yang terlibat yakni PT Sarana Multi infrastruktur (SMI).

Vice President Unit Bisnis Sindikasi BNI Dedi Priambodo menambahkan, antusiasme bank-bank yang menjadi anggota sindikasi untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut cukup tinggi dan sempat mencatatkan adanya kelebihan permintaan. Adapun pinjaman LRT tersebut berbentuk kredit modal kerja dengan jangka waktu pinjaman hingga Desember 2018 dengan bunga mengacu pada LPS rate ditambah margin tertentu.

“Pembiayaan infrastruktur ini menarik, untuk LRT ini oversubscribe. Kami arrange Rp 4,59 triliun tapi banyak yang minta lebih, sehingga beberapa kami scale down dari permintaan,” ungkap dia.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta mengatakan, penyaluran kredit sindikasi tersebut merupakan bentuk dukungan BNI guna mempercepat pembangunan proyek infrastruktur. Pihaknya pun berkomitmen akan selalu siap memberikan dukungan pembiayaan bersama dengan bank-bank lainnya kepada proyek-proyek infrastruktur lainnya yang sedang dan akan dikerjakan Waskita Karya.

“Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan infrastruktur-infrastruktur penting tersebut,” ujar dia.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (BPD Sumsel Babel) Direktur Utama Muhammad Adil mengungkapkan, dengan penandatangan pinjaman untuk Waskita, secara nominal plafon komitmen kredit korporasi yang perseroan berikan dari Januari-30 September 2016 telah menyentuh sekitar Rp 600 miliar. “Setelah ini, proyek selanjutnya yang kami akan dibiayai adalah pembangunan apartemen untuk atlet terkait persiapan Asian Games pada 2018,” papar dia.

Deputy General Manager and EVP, Head of Global Corporate Banking and Financial Institution The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU) Pancaran Affendi menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam hal mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Adapun, saat ini dari portofolio penyaluran kredit korporasi BTMU (Indonesia) hampir imbang porsi sindikasi dan bilateral. “Untuk kredit modal kerja Waskita, nominal partisipasi kami terbesar setelah BNI, yakni Rp 750 miliar,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Komersial BJB Suartini mengatakan, penyaluran kredit yang dilakukan pihaknya tidak hanya terbatas pada proyek-proyek infrastruktur di Jawa Barat, tetapi juga di sejumlah daerah lainnya. Saat ini, penyaluran kredit infrastruktur perseroan sudah tumbuh dikisaran 50% (yoy).

“Untuk proyek LRT Palembang, Kami melihat ada peluang yang baik sehingga kami ikut serta dalam menyalurkan pembiayaan pada proyek tersebut,” tambah dia.

Direktur Kelembagaan dan BUMN BRI Kuswiyoto mengatakan, penandatangan kerjasama ini menjadi salah satu wujud sinergi BUMN. Dia pun menegaskan, hal tersebut merupakan salah satu wujud nyata dukungan BRI untuk mendorong program-program pembanguan pemerintah terutama pada bidang energi, industri, dan infrastruktur. “Infrastrutur merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi fokus ekspans kredit BRI pada segmen bisnis banking,” jelas dia.

Waskita Raih Kredit Rp 4,59 Triliun buat Proyek LRT Palembang | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Pembangunan LRT ini dalam jangka pendek akan memberikan manfaat terhadap kelengkapan infrastruktur yang digunakan selama Pesta Olahraga Se-Asia tahun 2018, dan dalam jangka panjang, LRT tersebut akan mempermudah mobilisasi masyarakat Palembang dan sekitarnya dengan moda transportasi yang lebih nyaman dan lebih terjangkau.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, kontraktor yang ditunjuk pemerintah pada proyek pembangunan Kereta Api Ringan (Light Rail Transit/LRT) di Palembang, Sumatera Selatan mendapatkan kucuran pembiayaan sindikasi dari enam bank dan lembaga keuangan senilai Rp 4,59 triliun.

Keenam anggota sindikasi tersebut, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PTSMI”), Bank Pembangunan Daerah Sumsel-Babel, dan bank BJB.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta mengatakan, dukungan BNI dalam kredit sindikasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan riil terhadap percepatan pembangunan proyek infrastruktur.

Penandatanganan Perjanjian Kredit antara Waskita dengan Anggota Sindikasi tersebut berlangsung di Jakarta, Jumat (30/9/2016) ini.

“Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan infrastruktur-infrastruktur penting tersebut,” ujar dia dalam keterangannya.

Proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dikerjakan Waskita sejak Oktober 2015 sampai dengan Juni 2018, atau menjelang berlangsungnya Asian Games. Nilai total kontrak proyek tersebut Rp 12,59 triliun.

Berdasarkan Perpres 116/2015 jaringan LRT terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II — Masjid Agung Palembang –Jakabaring Sport City. Panjang trase 23 kilometer dilengkapi dengan 13 (tiga belas) stasiun dan 9 (sembilan) sub stasiun,serta memiliki jembatan Sungai Musi,bentang sungai 350 meter

Direktur Utama Waskita Karya Mohammad Choliq mengungkapkan bahwa Proyek LRT Palembang secara fisik dapat diselesaikan pada bulan Februari 2018 sehingga masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk uji coba dan dapat digunakan sepenuhnya pada bulan Juni 2018 guna mendukung pelaksanaan Asian Games.

Pada sindikasi ini, BNI menggelontorkan Rp 1,99 triliun, BTMU Rp 750 miliar; kemudian PT SMI, BRI, BJB masing-masing Rp 500 miliar, dan Bank BPD Sumsel-Babel sebesar Rp 350 miliar.

Sindikasi Enam Bank Kucurkan Rp4,59 T untuk Pembangunan LRT | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Direktur Utama Waskita Karya Mohammad Choliq mengungkapkan, proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer telah dikerjakan oleh Waskita mulai Oktober tahun lalu sampai dengan Juni tahun 2018 mendatang atau menjelang berlangsungnya Asian Games. 
Secara keseluruhan, total nilai kontrak proyek pembangunan LRT perdana di Palembang itu sebesar Rp 12,59 triliun.

“Penugasan ini sesuai dengan amanah pemerintah kepada Waskita selaku kontraktor LRT. Diharapkan, pembangunan ini bisa meningkatkan pelayanan transportasi dalam mendukung pembangunan di Sumatra Selatan, serta mendukung pelaksanaan Asian Games Tahun 2018,” ujar Choliq, Jumat (30/9).

Proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh dukungan dari bank penyalur kredit. Sebanyak enam bank melakukan sindikasi pembiayaan sebesar Rp4,59 triliun untuk membangun proyek transportasi massal tersebut.

Keenam bank tersebut, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ (BTMU) Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Bank Pembangunan Daerah Sumsel-Babel, dan PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB).

Dalam sindikasi tersebut, BNI menyatakan dukungannya melalui pemberian kredit senilai Rp1,99 triliun, dan BTMU Rp 750 miliar. Sementara, SMI, BRI, BJB masing-masing Rp500 miliar, serta Bank Sumsel-Babel sebesar Rp 350 miliar. Rata-rata tenor yang ditawarkan, yakni tiga tahun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta menilai, dukungan BNI dalam sindikasi kredit ini merupakan salah satu bentuk dukungan riil terhadap percepatan pembangunan proyek infrastruktur.

“Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan proyek infrastruktur penting tersebut,” pungkasnya.

Menurut dia, proyek LRT bisa dirasakan tidak hanya untuk jangka pendek saja, melainkan juga dalam jangka panjang. LRT diharapkan mampu mempermudah mobilisasi masyarakat Palembang dan sekitarnya.

Rifan Financindo


One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.