Ambil Alih RS Siloam, CVC Dan Lippo Karawaci Sepakati Transaksi Rp2,2 Triliun

Dana dari PUT Siloam Untuk Membiayai Ekspansi Proyek Rumah Sakit dan Modal Kerja | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

CVC adalah sebuah perusahaan private equity global dan penasihat investasi terkemuka dengan jaringan 24 kantor di seluruh Eropa, Asia dan Amerika Serikat. Sampai saat ini, CVC telah mendapatkan kepercayaan untuk mengelola dana sebesar US$85 miliar dari beberapa investor di Eropa dan Asia di sektor ekuitas, kredit dan dana pertumbuhan.

CVC Funds telah menginvestasikan dananya di lebih dari 300 investasi private equity dalam berbagai industri dan negara-negara di seluruh dunia termasuk lebih dari 50 perusahaan di Asia Pasifik. Di Indonesia, CVC Funds telah melakukan 4 investasi di berbagai bisnis terkemuka sejak 2010 yaitu Matahari Department Store, Link Net, MAP Active dan Softex. CVC Funds memiliki reputasi sukses dalam berinvestasi di sektor layanan kesehatan secara global, seperti Affinity Health, kelompok rumah sakit swasta terbesar di Australia; Capio Sanidad, operator rumah sakit swasta terkemuka di Spanyol; General Healthcare Group di Inggris, dan IDC, operator rumah sakit swasta di Spanyol.

LPKR adalah perusahaan properti terbuka yang terbesar di Indonesia berdasarkan Total Aset dan Total Pendapatan, serta didukung oleh landbank yang luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha LPKR meliputi Residensial/Township, Mal Ritel, Hospitals, Hotels and Manajemen Aset. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp26.5 triliun atau USD2 miliar pada 15 Agustus 2016.

Siloam adalah kelompok rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dengan pendapatan tahunan lebih dari Rp5 triliun yang mengelola 23 rumah sakit, 16 klinik di 17 kota di seluruh Indonesia, dengan 5.100 kapasitas tempat tidur serta didukung oleh lebih dari 1.900 spesialis dan dokter umum serta lebih dari 7.000 perawat dan staf pendukung. Siloam juga merupakan rumah sakit yang pertama di Indonesia yang diakreditasi oleh JCI dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Frost & Sullivan untuk “Indonesia’s Healthcare Service Provider of the Year”. Siloam terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan ticker “SILO” dengan kapitalisasi pasar Rp11,7 triliun atau USD 886 juta pada 15 Agustus 2016.

CVC, sebuah kelompok usaha ekuitas global, dan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengumumkan transaksi ekuitas sebesar Rp2,2 triliun.

CVC akan berinvestasi 15% di PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) dengan membeli saham dari LPKR dan Ciptadana, dan dengan berpartisipasi dalam rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) yang akan dilakukan Siloam.

Siloam telah menyampaikan surat ke Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia (OJK) dan proses untuk seluruh transaksi PUT ini akan selesai pada Desember 2016. Penyampaian surat kepada OJK merupakan proses formal awal untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham serta badan otoritas atas rencana PUT Siloam.

LPKR akan menggunakan sebagian besar dana hasil penjualan saham lama tersebut untuk memperluas jaringan rumah sakit Siloam dan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas yang ditawarkan sesuai porsi sahamnya dalam PUT Siloam. LPKR bermaksud untuk terus menjadi pemegang saham mayoritas jangka panjang di Siloam dimana Siloam akan terus memperkuat dan mengembangkan posisinya sebagai pemimpin di pasar layanan kesehatan Indonesia.

Dana yang diperoleh dari PUT akan digunakan Siloam terutama untuk membiayai ekspansi proyek rumah sakit dan modal kerja.

Direktur Keuangan Siloam Budi Legowo, menyatakan, “Kami memiliki banyak rencana untuk memperkuat dasar pertumbuhan serta meningkatkan produktivitas, efisiensi dan pendapatan perusahaan. Ini adalah peluang yang sangat bagus untuk berinvestasi di sektor layanan kesehatan berkualitas di Indonesia yang permintaannya terus berkembang tetapi belum terpenuhi. Siloam akan berada pada posisi yang baik untuk berkembang dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan tersebut di masa yang akan datang.”

Sigit Prasetya, Managing Partner dan Co-head wilayah Asia CVC menyatakan Grup Lippo telah sukses membangun bisnis berskala besar dengan tim manajemen yang sangat handal. Baik Grup Lippo dan Siloam berkomitmen untuk mengembangkan jaringan layanan kesehatan berkelas dunia di Indonesia, memberikan layanan ke semua lapisan di masyarakat.

“Kami percaya Siloam berada di posisi yang sangat baik untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas di Indonesia dengan terus membangun jaringan rumah sakit dalam skala dan lingkup yang tak tertandingi di seluruh Indonesia. Kami merasa terhormat memiliki kesempatan untuk bermitra dengan Grup Lippo serta berkontribusi untuk pertumbuhan layanan kesehatan di Indonesia.”

Investasi di Siloam ini merupakan kemitraan ketiga antara Grup Lippo dengan CVC, termasuk kesuksesan investasi bersama di PT Matahari Department Store, Tbk (“MDS”) di tahun 2010 dan PT Link Net, Tbk (“LINK”) di tahun 2011. Nilai perusahaan MDS dan LINK naik empat kali lipat pada saat kedua perusahaan tersebut melakukan penawaran umum internasionalnya, masing-masing pada Maret 2013 dan November 2014.

Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas dan memperkuat jaringan rumah sakit Siloam secara nasional.

“Kemitraan dengan CVC akan mewujudkan cita-cita ini menjadi kenyataan lebih cepat dan lebih pasti. Pada saat yang bersamaan, transaksi ini akan meningkatkan jumlah saham Siloam yang beredar sehingga akan memperluas basis pemegang saham Siloam, terutama akan meningkatkan likuiditas saham Siloam. Saya gembira melihat kuatnya minat terhadap Siloam dimana Siloam terus memperluas jaringan rumah sakitnya secara nasional,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (29/8/2016).

CVC membeli saham SILO Rp 2,2 triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

CVC akan membeli saham dari LPKR dan Ciptadana melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) yang akan dilakukan SILO.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjual 15% saham anak usahanya, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Saham tersebut akan dibeli oleh perusahaan investasi global, CVC Capital Partners Ltd. Nilai transaksi itu mencapai Rp 2,2 triliun.

Nantinya, LPKR akan menggunakan dana penjualan saham untuk menambah jaringan rumah sakit. Sebagai informasi, investasi ini merupakan kemitraan ketiga antara Grup Lippo dengan CVC. Sebelumnya, CVC berinvestasi di PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Link Net Tbk (LINK).

“Diharapkan transaksi ini akan selesai pada bulan Desember mendatang,” ujar Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR, dalam keterangan resmi, Senin (29/8).

Lippo Jual 15% Saham Siloam Rp2,2 Triliun, Dinilai Kemahalan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

CVC akan membeli saham SILO ini dari Lippo dan Ciptadana, melalui penawaran umum terbatas (PUT) yang akan dilakukan Siloam.

Lippo mengaku, sebagian besar dana dari hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk ekspansi Siloam.

“Siloam telah menyampaikan surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan proses untuk seluruh transaksi PUT ini akan selesai pada Desember 2016,” ungkap perseroan.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) bakal menjual 15 persen saham anak usahanya, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) kepada CVC Capital Partners Ltd.

Nilai dari 15 persen saham SILO tersebut mencapai Rp2,2 triliun, atau USD166 juta (kurs Rp13.260). Demikian terungkap dalam keterangan tertulis perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/8/2016).

Di sisi lain, riset Daewoo Securities Indonesia menyebutkan, harga untuk 15 persen saham SILO yang sebesar Rp2,2 triliun tersebut terlalu mahal.

“Kami estimasikan harga transaksi tersebut sebesar Rp12.686 per saham, lebih mahal 22 persen dari harga terakhir Rp10.400 per saham (harga penutupan Senin 29 Agustus 2016),” ungkap riset tersebut.

Siloam International Hospital merupakan salah satu anak usaha Grup Lippo. Bisnis dari perseroan adalah rumah sakit dan jasa kesehatan.

Menurut data BEI, Lippo menguasai 60,46 persen saham Siloam melalui PT Megapratama Karya Persada. Lalu ada Caroline Riady Djojonegoro, yang merupakan perwakilan Grup Lippo di Siloam, dengan kepemilikan 0,01 persen dan masyarakat memiliki 39,54 persen.

Pada akhir perdagangan sesi I Selasa 30 Agustus 2016, harga saham SILO sudah mencapai Rp11.375, naik Rp975 atau 9,38 persen.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.