​Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Produktif

Bank Muamalat intens menggenjot pembiayaan produktif pada Small Medium Enterprise | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Makassar intens menggenjot pembiayaan di segmen produktif.

Branch Manager Bank Muamalat Indonesia Cabang Makassar, M Nahdhuddin Al Asady, menjelaskan, hingga posisi akhir Agustus 2016, posisi pembiayaan produktif masih mendominasi dengan porsi 55%, dan 45% pembiayaan ke segmen konsumtif.

Porsi pembiayaan produktif yang condong menyentuh sektor riil pada Small Medium Enterprise (SME) diharapkan bisa menyentuh porsi 60%, sedangkan pembiayaan KPR dan multiguna sebagai pembiayaan konsumtif bisa 50%.

“Itu baru ideal. Sebab konsumtif secara tidak langsung bakal menyentuh juga sektor riil,” ucap Nahdhuddin. Hingga posisi Agustus, Nahdhuddin mengaku capaian belum optimal.

Sementara, untuk perhimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah pertama di tanah air ini mengincar sebesar Rp700 miliar hingga akhir tahun.

Nahdhuddin mengaku optimis bisa mencapai target itu, seiring promo Deposito super berkah yang berlaku hingga akhir tahun. “Kami optimis untuk pencapaian DPK. Apalagi ada Tax amnesty yang berdampak positif,” tutupnya.

Sebab, pengusaha dan masyarakat masih “Whait and See” pada awal tahun, dan peningkatan baru terasa di bulan Juni seiring sosialisasi dan promo yang terus digalakkan.

Harapannya, porsi pembiayaan produktif bisa 60% berbanding 40% untuk pembiayaan konsumtif dari target total pembiayaan sebesar Rp750 miliar hingga akhir tahun ini.

Bank Muamalat Salurkan Rp 75 Miliar ke Perusahaan Pengolah Kelapa Sawit | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

PT Bank Muamalat Indonesia menyalurkan pembiayaan Al Murabahah sebesar Rp 75 miliar kepada PT PPA Kapital untuk anak perusahaannya, PT Duta Mentari Raya, yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit.

Saat ini, PT Duta Mentari Raya tengah membangun pabrik pengelolaan kelapa sawit yang dijadwalkan rampung pada akhir Desember 2016.

Duta Mentari Raya menargetkan pada Januari 2017 dapat memulai pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton per jam.

Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.

Adapun produk yang dihasilkan Duta Mentari Raya antara lain crude palm oil atau minyak sawit mentah.

Akad pembiayaan Al Murabahah adalah pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah.

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman mengatakan, pembiayaan ini sebagai bentuk investasi pembangunan pabrik pengelolaan kelapa sawit di Sengingi, Riau.

“Pembiayaan ini akan dilakukan secara bertahap, yakni tahap pertama sebesar Rp 70 miliar dengan tenor 60 bulan dan tahap kedua sebesar Rp 5 miliar dengan tenor 12 bulan,” ujar Endy di Jakarta.

Menurut Endy, Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi kelapa sawit. Bank Muamalat optimis kerja sama pembiayaan ini dapat mendukung tumbuhkembangnya potensi dan kualitas industri kelapa sawit nasional.

“Kerja sama dengan PT PPA Kapital merupakan salah satu bagian inisiasi strategis Bank Muamalat di 2016 dalam bidang pembiayaan bisnis korporasi,” tutur Endy.

Bank Muamalat indonesia Optimistis Pembiayaan Perusahaan Kelapa Sawit Membaik | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Sejauh ini, pembiayaan bagi kelapa sawit di Bank Muamalat masih rendah. Namun ke depannya, Bank Muamalat menargetkan jika porsi pembiayaan sektor usaha kelapa sawit dapat terus meningkat.

Bank Muamalat Indonesia mengaku optimistis jika bisnis di sektor usaha kelapa sawit masih berjalan bagus. Meski terdampak penurunan harga komoditas, namun prospek pembiayaannya masih mumpuni untuk menunjang pembiayaan sektor korporasi bagi bank syariah tersebut.

Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Y. Sugiarto mengatakan, permintaan untuk minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) masih tinggi. Karenanya perusahaan memberikan pembiayaan line facility Al Murabahah sebesar Rp75 miliar kepada PT PPA Kapital (PPAK), melalui anak usahanya PT Duta Mentari Raya (DMR), yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit.

Portofolio kelapa sawit masih di bawah lima persen, sekarang komposisi kredit (kelapa sawit) kita Rp60 triliun. Di akhir tahun ada beberapa pipeline juga yang mudah-mudahan bisa diselesaikan domestik,” lanjut Indra.

Dirinya menambahkan, Bank Muamalat berencana untuk terus meningkatkan portofolio pembiayaan di kelapa sawit. Apalagi, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Finance (NPF) di sektor tersebut masih rendah dibanding sektor korporasi lainnya.

“Memang harga komoditas berfluktuasi tapi kalau CPO demand-nya ada masih sustain walaupun bergejolak. Jadi peningkatan harganya juga bagus,” kata Indra usai penandatangan kerja sama dengan PT DMR di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

“NPF kita di sawit untuk corporate masih nol persen. NPF corporate banking tiga persen. Target penyaluran kredit lima sampai tujuh persen, memang market juga lagi down. BI memprediksi tujuh hingga sembilan persen, kita sangat berhati-hati,” jelas dia.

Rifanfinancindo