BRI Gandeng Startup Bikin Layanan Finasial Digital

BRI menggelar Digital Challenge | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

“Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak hal-hal kecil yang dapat dioptimalkan menggunakan teknologi seperti proses berjalannya usaha kecil, urusan pembayaran yang menggunakan sistem cashless yang kini bisa dirasakan dari perkotaan sampai ke pelosok dan berbagai hal lainnya yang bisa dimaksimalkan dengan penggunaan teknologi yang tepat,” kata Hari Siaga Amijarso Corporate Secretary BRI Sabtu (1/10/2016).

Sejalan dengan program pemerintah, BRI turut ambil bagian dalam menumbuhkembangkan dunia startup di Tanah Air. Untuk itu, mereka menggelar BRI Digital Challenge.

“Melihat bahwa saat ini semakin banyak masyarkat Indonesia yang paham akan teknologi, kami ingin memanfaatkan BRI Digital Challenge ini untuk mendongkrak kreatifitas untuk meningkatkan produktifitas, efiesiensi sekaligus kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan teknologi aplikasi yang bermanfaat” imbuh Hari.

Lewat ajang ini, para startup ditantang berinovasi memecahkan berbagai macam permasalahan layanan keuangan melalui solusi digital. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan, khususnya para pelaku UMKM.

Ada empat tema besar yang dibawa BRI Digital Challenge, yakni empowering UMKM, empowering cashless society, empowering c-generation, dan empowering rural society dengan pemanfaatan satelit BRI (BRIsat)

Para peserta tersebut tidak saja datang dari berbagai daerah di Indonesia. BRI mencatat ada sejumlah peserta dari berbagai negara, terjauh berasal dari Amerika Serikat.

Puncak acaranya sendiri adalah hackathon day. Kegiatan ini akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada 30 Sepetmber hingga 1 Oktober 2016. Para finalis BRI Digital Challenge bakal memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 295 Juta.

Rangkaian kegiatan BRI Digital Challenge sendiri dimulai 19 Agustus lalu dengan dibukanya proses submisi ide produk atau aplikasi. Sebanyak 792 ide disodorkan oleh lebih dari 1.500 pengambang.

Semua ide yang masuk kemudian dilakukan penyaringan. Pada 15 September lalu, BRI mengumumkan 121 ide yang usung 375 pengembang untuk melaju ke proses akhir. Jumlah ide yang diambil disesuaikan dengan usia BRI yang menginjak 121 tahun pada 16 Desember 2016.

BRI Bangun Layanan Finansial Digital Bersama Pegiat Startup | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendukung para pegiat usaha rintisan(startup) Tanah Air berinovasi memecahkan berbagai permasalahan layanan keuangan melalui solusi digital. Dukungan nyata BRI dilakukan melalui event yang bertajuk BRI Digital Challenge, sebuah ajang adu kreativitas teknologi informasi dalam menciptakan aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat mendapatkan layanan keuangan, khususnya para pelaku UMKM.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi BRI dengan Tech in Asia, Sinar Mas Land, dan IBM Indonesia. Dalam mendukung kegiatan ini, IBM Indonesia menyediakan platform IBM Bluemix (Digital Innovation Platform) yang mendukung dan memudahkan peserta berkreasi dalam mengembangkan aplikasi.

Mengangkat empat tema besar, yakni empowering UMKM, empowering cashless society, empowering c-generation, dan empowering rural society dengan pemanfaatan satelit BRI (BRIsat) rangkaian Event BRI Digital Challenge dimulai dengan submisi ide produk/aplikasi dari tanggal 19 Agustus-12 September 2016. “Dan pengumuman finalis dilakukan pada 15 September 2016,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Amijarso Jumat (30/9/2016).

Acara ini juga sebagai rangkaian menyambut usia BRI ke 121 yang akan jatuh pada 16 Desember 2016. Sebanyak 121 ide terpilih untuk mengikuti hackathon day yang diusung oleh lebih dari 375 pengembang IT. 121 ide tersebut merupakan hasil penyaringan dari 792 ide yang diusung lebih dari 1.500 pengembang IT. Peserta terbanyak berasal dari Kota Jakarta dan peserta terjauh berasal dari Amerika Serikat.

Selanjutnya para finalis mengikuti Pre-Hackathon Day pada tanggal 23 September 2016. Puncak BRI Digital Challenge atau hackathon day berlangsung pada 30 September-1 Oktober 2016 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Para peserta BRI Digital Challenge akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp295 Juta.

“Melihat saat ini semakin banyak Indonesia yang paham akan teknologi, BRI ingin memanfaatkan BRI Digital Challenge ini untuk mendongkrak kreatifitas untuk meningkatkan produktifitas, efiesiensi sekaligus kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan teknologi aplikasi yang bermanfaat” tegas Hari.

Apalagi, Indonesia masih memiliki tantangan untuk membangun layanan keuangan inklusif di mana baru 36% dari total penduduk dewasa (+15 tahun) yang memiliki rekening bank dari data Global Findex 2014. “Teknologi bisa mengakselerasi penetrasi layanan finansial,” menurut Hari.

BRI yakin dengan merangkul komunitas technopreneur, maka makin banyak yang semakin peduli dengan pengembangan teknologi untuk layanan finansial di Indonesia.

“Untuk itu, BRI tidak berjalan sendiri, kami bekerja sama dengan berbagai pihak dan juga kaum muda technopreneur, seperti dalam BRI Digital Challenge ini. Dengan berkolaborasi, iklim perkembangan teknologi di Indonesia akan berkesinambungan,” tambahnya.

Teknologi akan menjadi kunci dalam pelayanan masyarakat yang semakin terkoneksi. Karena itu, BRI terus menciptakan inovasi untuk meningkatkan layanan perbankan bagi masyarakat di era digital dan pada akhirnya ikut membangun perekonomian digital di Indonesia.

Selain BRI Digital Challenge, BRI juga terus mengembangkan berbagai inovasi perbankan digital bagi masyarakat yang ada di perkotaan sampai di pedesaan. Outlet BRI Digital hadir di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dengan layanan one-stop-self-service banking dengan teknologi terkini. Selain itu BRI juga mendukung digitalisasi pedagang pasar tradisional dengan e-Pasar dan juga e-UMKM Interactive.

Hackathon BRI Digital Challenge Raup Ide Terbanyak Tahun Ini | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Senior Executive Vice President Chief Change Officer BRI Irianto mengakui sebanyak 792 ide ikut mendaftar. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan penyelenggaraan hackathon lainnya di Indonesia selama 2016.

Ide-ide yang didaftarakan sebanyak 792 dengan lebih dari 1.500 pengembang IT juga melebihi target yang dicanangkan panitia sebanyak 400. Ini berarti, akunya, BRI Digital Challenge sangat diminati pengembang IT.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Tech In Asia dan Sinar Mas Land menyelenggarakan kompetisi hackathon dengan tema “BRI Digital Challenge”. Pendaftaran dokumen produk/aplikasi yang dibuka pada 19 Agustus 2016 hingga 12 September 2016 ini mencaat hackathon BRI Digital Challenge meraup ide produk/aplikasi terbanyak sepanjang tahun ini.

“Sebanyak 792 ide yang didaftarkan merupakan yang tertinggi selama penyelenggaraan hackathon di Indonesia pada 2016, termasuk penyelenggaraan yang dilakukan industri keuangan lainnya. Selama ini, penyelenggaraan hackathon di Indonesia hanya mampu mengumpulkan 400-an ide atau hanya di bawah 500 ide,” kata Irianto, saat membuka BRI Digital Challenge di ICE, BSD City, Tangerang, Jumat (30/9/2016).

Pada tahap seleksi awal yang dilakukan pada 13–15 September 2016 di Gedung BRI I, dari 792 ide tersaring menjadi 121 ide. Jumlah 121 ide dari 375 pengembang IT tersebut dipilih karena bertepatan dengan usia BRI yang pada 2016 ini berumur 121.

Sebelum menghadapi acara puncak Hackathon Day pada 30 September dan 1 Oktober 2016 di ICE BSD, terlebih dahulu 121 finalis mendapat bimbingan workshop atau Pre Hackathon Day pada 23 September di Aula Gedung BRI I. Pada tahap ini, para finalis diberi kesempatan bertanya untuk mempertajam ide, prototype, dan simulasi dari solusi digital yang mereka tawarkan.

Ada beberapa kriteria penilaian untuk menyaring ide-ide kreatif tersebut, di antaranya adalah kemampuan integrasi ke platform atau produk-produk BRI, keunikan dan keaslian ide, inovasi dan kreatifitas, dampak bisnis, fungsi teknis, manfaat yang menjawab kebutuhan masyarakat pada setiap aspek kehidupan di Indoneisa dalam berbagai industri, jangkauan atau skalabilitas yang dihasilkan, serta kecepatan dalam implementasi produk.

“Pada akhirnya, kita memperoleh finalis sebanyak 49 ide di bidang Empowering UMKM, 36 ide di bidang Empowering Cashless Society, 27 di bidang Empowering C-Generation, dan sembilan di bidang Empowering Rural Society,” jelasnya.

Sebanyak 121 ide dari 375 tim pengembang IT ini akan memperebutkan hadiah dengan total sebanyak Rp295 juta. Juara I akan mendapatkan hadiah uang tunai dari BRI sebesar Rp100 juta, Juara II akan mendapat uang tunai Rp75 juta, dan Juara III mendapat Rp50 juta.

“Untuk peringkat keempat hingga ke-10, masing-masing mendapat hadiah sebanyak Rp10 juta. Akan juga ada hadiah dari IBM yang memberikan kredit platform IBM Bluemix yang senilai ratusan ribu dolar Amerika Serikat,” tutup Irianto.

Selain itu, fnalis juga diberikan pemahaman informasi tentang produk keuangan, aplikasi produk interface, dan lainnya. Hal tersebut agar ide-ide yang ditawarkan finalis mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui produk-produk BRI.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.