Cold Storage Rp 11,2 Miliar Dibangun di Natuna

KKP Tengah Membangun ICS Berkapasitas 200 ton di Natuna | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Dengan adanya ICS, lanjut Nilanto, maka pengolahan hasil perikanan tangkap atau budidaya akan berada dalam satu rangkaian proses produksi dengan tempat penyimpanannya. Dengan demikian, proses produksi akan lebih efisien, mutu produk yang dihasilkan sesuai standard dan jumlahnya sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah membangun Integrated Cold Storage (ICS) berkapasitas 200 ton di Natuna. Cold storage ini untuk menampung hasil perikanan baik dari nelayan maupun budidaya.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo, ‎ICS merupakan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang terintegrasi dengan gudang beku (Cold Storage).

“KKP telah mencanangkan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Natuna, dan untuk memudahkan pengolahan hasil perikanan kita, maka kami bangun ICS di sana,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/8/2016)

Akomodir Hasil Tangkapan Nelayan, KKP Bangun ICS di Natuna | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Seperti diketahui, tahun 2016 Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan telah mengalokasikan dana pusat dan tugas pembantuan dengan total nilai Rp23,08 miliar, untuk pembangunan satu unit Integrated Cold Storage kapasitas 200 ton (meliputi Cold Storage, ABF, Ice Flake Machine kapasitas 10 ton), Ruang Pengolaha, Instalasi Listrik 198 KVA, IPAL dan Genset 250 KVA, sedangkan untuk mendukung pengolahan dan pemasaran ikan diberikan bantuan berupa 50 unit coolbox kapasitas 200 liter, 15 unit Chest Freezer 300 liter, 20 unit Hand Sealer dan 5 unit Ice Flake Machine kapasitas 1,5 ton.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo mengatakan, guna mengakomodir hasil perikanan baik dari nelayan maupun pembudidaya, saat ini KKP tengah membangun Integrated Cold Storage (ICS) berkapasitas 200 ton di Natuna.

“KKP telah mencanangkan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Natuna, dan untuk memudahkan pengolahan hasil perikanan kita, maka kami bangun ICS di sana,” ujar Nilanto, di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

ICS sendiri sambung Nilanto, merupakan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang terintegrasi dengan Gudang Beku (Cold Storage). Dengan adanya ICS, maka pengolahan hasil perikanan tangkap atau budidaya dalam satu rangkaian proses produksi dengan tempat penyimpanannya sehingga proses produksi akan lebih efisien, mutu produk yang dihasilkan lebih terjamin (sesuai standard), dan jumlah sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan.

“Kami sangat konsen dengan produktifitas dan peningkatan kualitas produk perikanan nasional, ICS merupakan salah satu jawaban mengarah kesana,” sambungnya.

Dan untuk tahun 2017 nanti, rencannya KKP akan membangun 1 cold storage kapasitas 3000 ton yang merupakan pengembangan dari ICS tahun ini, harapannya dengan pembangunan ICS ini bisa menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri. Sehingga kita bisa menjadi eksportir ikan terbesar di Asia Tenggara.

“SKPT Natuna ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan perikanan nasional, harapannya investor bisa melihat potensi itu dan bisa ikut bergabung,” tutur dia.

Adapun untuk pembangunan ICS sendiri, lanjut Nilanto lagi, dibiayai langsung oleh pemerintah dengan menelan biaya sebesar Rp11,2 milliar, dan ditargetkan untuk pembangunan selesai sampai dengan akhir tahun ini, dan awal tahun depan sudah mulai running.

“Sekarang dalam tahap pembangunan dan harapnnya rampung tahun ini, tahun depan sudah jalan,” lanjut dia.

Begini Cara KKP Kembangkan Potensi Tangkapan Ikan Natuna | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Surabaya

Kepulauan Natuna menjadi sorotan karena banyaknya kapal asing yang menangkap hasil laut Indonesia di wilayah tersebut. Menjadi salah satu wilayah terluar Indonesia, membuat Kepulauan Natuna kerap lepas dari pengawasan pemerintah pusat dan daerah.

Hingga maraknya pencurian ikan oleh kapal asing beberapa bulan lalu membuat pemerintah sadar bahwa potensi ikan dan bahkan migas di wilayah tersebut amat melimpah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tengah fokus mengembangkan potensi tangkapan ikan di Kepulauan Natuna sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengemban tugas untuk menggarap potensi tangkapan hasil laut di Kepulauan Natuna. Pembangunan infrastruktur berupa cold storage juga sudah dimulai oleh KKP dengan target kapasitas awal 200 ton dan diperkirakan selesai Desember 2016.

Pembangunan rumah tinggal nelayan berupa rumah susun juga tengah direncanakan untuk menampung nelayan yang nantinya akan mengolah tangkapan ikan di Kepulauan Natuna.

KKP juga akan menggandeng BUMN Perikanan Indonesia (Perindo) untuk menyediakan logistik bagi para nelayan di wilayah Natuna mulai dari solar, alat tangkap, hingga kapal. Dengan adanya sinergi dari berbagai pihak ini diharapkan potensi tangkapan ikan di Kepulauan Natuna bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Berikut petikan wawancara dengan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Potensi ikan di Natuna seberapa besar?
 Kalau di Natuna sekarang ini kita dari PDSPKP sedang membangun cold storage kapasitas 200 ton. Sudah mulai dibangun di Selat Lampa di pulau induknya di main landnya.

Potensi ikan yang banyak di Natuna apa?
 Ikan yang paling besar di sana adalah ikan pelagis kecil, kemudian kakap merah, kemudian nelayan juga sering menangkap cumi dan juga sotong, gurita octopus.

Sudah banyak nelayan yang mencari ikan di Natuna?
 Sudah banyak. Seperti sekarang ini lagi angin utara ombak tinggi nelayan hanya bagian kecil yang berani melaut ini karena cuaca buruk aja. Kita kemarin tanggal 19 hari Jumat melihat kelompok nelayan mereka dapat kerapu dari pancing sampai 12–15 kilogram (kg), kakap merah juga 10–15 kg. Kemudian mereka ada pengepulnya yang beli langsung dari nelayan bayar tunai.

Biaya investasinya berapa?
 Kalau dari kami sekitar Rp 10 miliar sekian untuk cold storagenya. Kapasitas cold storagenya 200 ton. Kemudian nilainya sekitar Rp 10 miliar termasuk untuk integrated cold storage ice machine kapasitas 10 ton. Ruang pendingin mempu menampung 200 ton.

Peminjaman kapal diuji coba ke nelayan setempat?
 Iya ke nelayan setempat. Biaya sewa nggak lah, kan nanti mereka akan dibiayai oleh Perindo.

Sistemnya seperti apa?
 Kalau itu dari teman teman di Ditjen Perikanan Tangkap persisnya seperti apa. bagi hasilnya apakah jadi karyawan itu di Perikanan Tangkap.

Jadi sebetulnya di Kepulauan Natuna sekarang kegiatan penangkapan ikan sudah dilakukan.

Pengepulnya dari mana?
 Pengepulnya masyarakat sekitar. Mereka simpan di cold box kemudian beri es bagus terus kemudian kirim ke Pontianak. Pengepulnya di daerah situ juga daerah Tanjung. Ada kelompok nelayan di daerah situ biasanya ada satu atau dua orang membeli tangkapan nelayan. Mereka hidup bareng dengan nelayan.

Nelayan yang melaut ke Natuna asalnya dari mana?
 Kemarin pas saya datangi itu nelayan setempat. Kapalnya pakai kapal-kapal kecil. Target kita nanti di Januari 2017 cold storagenya operasional di Selat Lampa.

Saya dengar saat ini teman-teman dari perikanan tangkap akan melakukan uji coba sampai di akhir tahun akan mencoba mengaktifkan beberapa kapal bantuan pemerintah yang ada di sana dikerjakan oleh Perindo nanti. Mereka mau uji coba nanti ada alat tangkap segala macam.

Nelayan dari mana saja?
 Nelayan setempat, dari Pulau Tiga, dari masyarakat sekitar lah. Ada pengepul mereka punya box pendingin, esnya bagus es rumahan sepert itu pakai plastik 2 kiloan dihancurkan terus direndam pakai es, bagus.

Setelah bangun cold storage ada rencana bangun apa lagi di Natuna?
 Ini tahun 2016, tahun 2017 kita akan mengembangkan cold storage dari 200 ton menjadi 3.000 ton.

Mulai pembangunan cold storage 3.000 ton kapan?
 Akan dibangun mulai tahun 2017.

Butuh waktu berapa lama bangun cold storage?
 Perkiraan berapa lama normal 6 bulan 7 bulan selesai.

Ada rencana mau bangun rumah susun untuk nelayan?
 Itu kita tunggu nanti perkembangannya. Itu sudah positif nanti dibangun PU. Jadi semacam rusunawa dan itu digunakan untuk mengantisipasi nelayan Pantura Jawa.

Sebenarnya bukan selamanya mereka pindah, mereka hanya sebagai fishing ground kawasan penangkapan ikannya di sana. Mereka bongkar atau cuaca buruk mereka bisa tinggal di sana sambil menunggu keberangkatan berikutnya. Kira-kira seperti hotel.

Selain bangun rusunawa dan cold storage, apa lagi?
 Sebenarnya ada kaya semacam rumah singgah, rusunawa, rumah transit bagi nelayan yang menunggu ikannya mereka berangkat lagi bisa menempati tempat itu. terus yang kedua ada sumber air tawar.

Kalau di Selat Lampa ada gambarnya di bagian daratan itu ada kolam besar itu kaya danau itu akan digunakan sebagai pasokan air tawar. Ditjen Perikanan Tangkap mereka sudah mempersiapkan reverse osmosis untuk menurunkan kadar garamnya.

Terus kemudian sarana pentingnya ke depan yang akan disiapkan Perindo adalah kebutuhan logistik dari kapal penangkap ikan. Air bersih, makanan, solar, itu akan disiapkan semua di Selat Lampa.

Apa ada infrastruktur lain lagi yang mau dibangun di Kepulauan Natuna?
 Di Selat Lampa kita itu ada reklamasi lahan 0,7 hektar sudah diisi dengan infrastruktur pelabuhan. Sarana dan prasaran dasar dari pelabuhan.

Sudah punya dermaga. Kemudian jalan aksesnya sudah bagus semua, kemudian air bersih jgua sudah ada. Perlengkapan sarana prasarana dasar di Selat Lampa itu dibangun oleh Ditjen Perikanan tangkap.

Dari PDSPKP bagaimana kita menyimpan ikan tadi mempersiapkan processing yang akan difasilitasi oleh Perindo nanti.

Target selesai pembangunan infrastruktur di Natuna?
 Akhir Desember selesai cold storage 200 ton. Kalau yang 3.000 akhir 2017 selesai. 2017 harus selesai semua sektor akan masuk di sana nanti.

Total investasi untuk membangun infrastruktur di Natuna?
 Kita ada datanya di 2016, nanti saya cari.

Rifanfinancindo

Like this:

Like Loading…

Related


Originally published at ptrifanfinancindoberjangkanews.wordpress.com on August 25, 2016.