​Dana Repatriasi Masuk Ke Pasar Modal Baru Rp2,5 Triliun

“Aset repatriasi yang sudah masuk ke pasar modal, per awal Januari, yang secara langsung itu kurang lebih Rp2,5 triliun,” tutur Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (12/1).Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, per minggu pertama Januari, aset repatriasi program amnesti pajak yang telah masuk ke pasar modal mencapai Rp2,5 triliun. Nominal ini jauh lebih rendah dari komitmen pengalihan aset repatriasi yang mencapai Rp141 triliun hingga akhir tahun.Lebih lanjut, Nurhaida menyatakan sebagian besar dana repatriasi masih berada di sektor perbankan. Meskipun aset repatriasi yang secara langsung masuk ke pasar modal kecil, Nurhaida mengingatkan bahwa ada investasi yang sudah lebih dahulu berada di lembaga pintu masuk (gateway). Dalam hal ini, bank, perusahaan perdagangan efek, dan manajer investasi.”Nanti kita lihat lagi secara lebih menyeluruh,” ujarnya.Nurhaida mengungkapkan, sebagian besar aset repatriasi yang dialihkan ke pasar modal berbentuk saham. Selain itu, ada juga set yang ditempatkan pada Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan obligasi korporasi. “Yang paling banyak porsinya itu saham. Kebanyakan saham tu di ambil di pasar sekunder,” ujarnya.Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat per akhir Desember total dana repatriasi yang telah dialihkan baru sebesar Rp112,2 triliun dari total komitmen Rp141 triliun.Selisih Rp29 triliun kemungkinan terjadi karena perbedaan perlakukan atas dana yang masuk ke Indonesia antara tanggal 1 Januari 2016–30 Juni 2016 yang tadinya dianggap sebagai repatriasi kemudian dimungkinkan menjadi deklarasi dalam negeri atau repatriasi sesuai pilihan Wajib Pajak. Selain itu, selisih bisa juga terjadi karena wajib pajak kesulitan melakukan repatriasi.Ke depan, Nurhaida berharap dana repatriasi akan lebih banyak ke pasar modal. Potensi itu masih ada mengingat peserta amnesti pajak bisa memindahkan investasinya ke berbagai instrumen dalam tiga tahun.

“Ada keinginan untuk menggaet investor dengan cara memperbanyak produk inevestasi yang ada, dengan kondisi market kondusif agar market kita dilihat sebagai market yang menarik,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, bila dilihat secara keseluruhan ada produk-produj yang masuk melalui gateway. “Nanti kami lihat secara detil yang masuk gateway perbankan. Kita lihat menyeluruh yang di perbankan walau memang secara data memang masih banyak di giro dan deposito,” kata dia di Kementerian Keuangan, Kamis (12/1/2017).Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pada pekan pertama awal tahun ini aliran dana repatriasi yang masuk ke pasar modal mencapai Rp2,5 triliun.Dia menyebut, dana repatriasi masuk pasar modal melalui beberapa produk. Seperti saham maupun obligasi korporasi. Namun yang paling digemari investor adalah saham.Sayangnya, Nurhaida belum bisa menjabarkan sektor yang paling banyak menerima dana repatriasi. “Kita belum mobitor sektornya, karena yang kita monitor dananya. Karena itu yang harus ada keperluan kita untuk monitor dalam kaitannya ada kewajiban harus 3 tahun itu,” tukas dia.

“Ada saham, ada juga RDPT, ada juga di corporate obligation, yang paling banyak kelihatannya saham. Ada yang mereka ambil di secondary market,” tambah dia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana repatriasi program pengampunan pajak (tax amnesty) yang masuk ke pasar modal baru mencapai Rp 2,5 triliun. Padahal, berdasarkan hitungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dana repatriasi yang telah masuk ke Tanah Air mencapai Rp 112,2 triliun.Yang paling banyak kelihatannya di saham. Ada yang mereka ambil dari secondary market,” kata Nurhaida usai Analyst Meeting di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/1). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menjelaskan, mayoritas dana repatriasi masih tersimpan di perbankan dalam bentuk giro dan deposito. Adapun dana repatriasi yang masuk ke pasar modal kebanyakan diinvestasikan dalam saham dan sisanya dalam reksadana pendapatan tetap (RDPT) serta surat utang korporasi.Sebelumnya, Nurhaida mengungkapkan, banyak pemilik dana repatriasi yang berminat menempatkan dananya di instrumen pasar modal berupa Surat Berharga Negara (SBN). Selain karena imbal hasil (yield) yang tinggi, instrumen investasi ini juga dinilai aman. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual bahkan menyebut hampir 50 persen dana repatriasi mengalir ke SBN.Untuk menarik minat pemilik dana repatriasi terhadap investasi di pasar modal, Nurhaida mengungkapkan, instansinya fokus pada pendalaman pasar dengan memperbanyak produk investasi. Selain itu, pihaknya juga terus memperbaiki keamanan dan kemudahan investasi di pasar modal. Adapun total dana repatriasi yang telah masuk sebesar Rp 112,2 triliun tercatat lebih rendah dibanding komitmen yang sebesar Rp 141 triliun. Ini artinya masih kurang Rp 29 triliun dari komitmenMenurut Yoga, selisih Rp 29 triliun yang ditemukan DJP bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama, perbedaan perlakuan atas dana yang masuk ke Indonesia antara 1 Januari–30 Juni 2016. Sebab, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 150/2016, dana yang masuk pada periode tersebut bisa diperlakukan sebagai repatriasi ataupun deklarasi dalam negeri. Kedua, wajib pajak membatalkan komitmen repatriasi karena kesulitan membawa masuk dananya ke dalam negeri. Menanggapi kekurangan tersebut, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan, pihaknya akan mengecek ke bank yang menjadi gateway alias pintu gerbang masuknya dana repatriasi. “Atas data ini kami akan kembali meminta klarifikasi ke masing-masing bank gateway untuk memastikan kebenarannya,” katanya, Selasa (10/1).

PT Rifan Financindo

All 
 PT Rifan Financindo 
 Rifanfinancindo 
 Rifan Financindo


One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.