Diisukan Calonkan Diri di DK OJK Periode Kedua, Nurhaida Hanya Tersenyum

Nurhaida dikabarkan menjadi calon kuat pengganti Muliaman D Hadad | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida diisukan akan ikut dalam bursa pencalonan Dewan Komisioner OJK periode kedua.Menanggapi hal tersebut, Nurhaida yang juga merangkap sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK, tak menampik juga tak membenarkan isu itu. Dirinya masih tutup mulut terkait pencalonan tersebut. Nurhaida hanya bilang, dirinya menunggu masa pembukaan seleksi oleh panitia seleksi (pansel).Bahkan, Nurhaida dikabarkan menjadi calon kuat pengganti Muliaman D Hadad sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK yang masa kepengurusannya berakhir pertengahan tahun ini.”Saya senyum saja dulu deh. Nanti kalau sudah waktunya,” ujar dia sembari tertawa ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).Sebelumnya, Pemerintah telah membentuk pansel untuk memilih pengurus OJK yang baru. Ekonom UGM Tony Prasetiantono mengatakan pansel tersebut sudah terbentuk dan diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sebagai wakil dan juga melibatkan Menko Perekonomian Darmin Nasution.Pansel tersebut, menurut Tony tinggal menunggu keputusan presiden (Kepres) yang kata dia akan diumumkan pekan depan. Lebih jauh, kata Tony, kerja pansel dikejar oleh waktu mengingat pada 20 Juli harus sudah terbentuk kepengurusan yang baru.”Waktunya mepet nanti OJk baru harus ada tanggal 20 Juli, jadi kita berkrjarn waktu, kita kan ada proses ke DPR. Kami hanya mengantarkan ke DPR,” jelas Tony.”Iya Pansel OJK. Sudah diputuskan ketuanya Bu Sri Mulyani, kemudian adaa Pak Darmin, ada Pak Agus Marto. Di luar itu ada independen, saya mewakili perguruan tinggi,” kata Tony usai rapat di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2106).

Hanya Rp 2,5 T repatriasi tax amnesty ke bursa | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan bahwa per awal Januari 2017, dana repatriasi yang masuk ke pasar modal sebesar Rp 2,5 triliun tesebut tercatat terkumpul sejak awal program amnesti pajak bergulir hingga awal Januari 2017.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa hanya sekitar Rp 2,5 triliun dana repatriasi yang mengalir ke pasar modal. Padahal, total dana yang dibawa pulang dalam tax amnesty versi Direktorat Jenderal Pajak mencapai Rp 112 triliun hingga 31 Desember 2016.“Per Januari awal sekitar pekan pertama. Namun, sebetulnya barangkali kalau kita lihat secara keseluruhan ada produk-produk yang masuk gateway sudah invest,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (12/1).Dengan perolehan ini, Nurhaida mengatakan bahwa dana repatriasi paling banyak mengalir ke instrumen saham. “Ada saham. Ada juga RDPT, ada juga di corporate obligation. Yang paling banyak kelihatannya saham. Ada yang mereka ambil di secondary market,” ujarnyaSelanjutnya, Nurhaida mengatakan bahwa pihaknya akan melihat secara detil dana repatriasi yang masuk ke gateway perbankan. “Kita lihat menyeluruh yang di perbankan walau memang secara data memang masih banyak di giro dan deposito,” katanya.Namun demikian, Nurhaida mengaku belum memonitor sektor-sektor dari sahamnya. OJK juga tidak memonitor aliran dana repatriasi yang masuk ke sektor riil.“Dengan kondisi market yang kondusif, kami ingin agar market kita dilihat sebagai tempat investasi yang menarik sehingga instrumen keuangannya, capital market instruments, kita upayakan menjadi lebih banyak yang jelas. Dan lebih bagus secara fundamental. Tertarik atau tidaknya pemilik dana masuk ke instrumen investasi kan tergantung pada fundamental pada dasarnya,” jelasnya.Sampai akhir periode, Nurhaida masih akan melihat perkembangannya karena sebetulnya setelah dana repatriasi itu masuk, maka pemilik dana memiliki kendali sendiri untuk investasi di instrumen apa. Ia mengatakan bahwa OJK ingin meningkatkan dana repatriasi di pasar modal dengan memperbanyak jumlah prodyk yang ada

Dana Repatriasi yang Masuk Pasar Modal Capai Rp 2,5 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan dana repatriasi yang diinvestasikan di pasar modal hingga pekan pertama Januari 2017 mencapai Rp 2,5 triliun. Dana tersebut terkumpul sejak periode pertama program amnesti pajak Juli 2016.Sebelumnya, Nurhaida melaporkan dana repatriasi yang masuk ke pasar modal per akhir Desember 2016 sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut diinvestasikan ke instrumen investasi, seperti saham, reksadana pendapatan tetap (fixed income) dan obligasi perusahaan. “Paling banyak kelihatannya saham. Ada yang ambil di secondary market,” kata dia.Seluruh investor harus menyetorkan dananya ke bank persepsi amnesti sebelum investasi di pasar modal. Menurut Nurhaida, sebagian besar dana repatriasi masih tersimpan di giro dan deposito perbankan.Hingga saat ini, OJK terus menciptakan inovasi agar investasi meningkat. Tak hanya itu, OJK menjamin keamanan transaksi di pasar modal dan perbankan. “Tertarik atau tidaknya pemilik dana masuk ke instrumen investasi kan tergantung pada fundamental,” kata dia.

OJK tak mencatat jumlah repatriasi yang tertampung per sektor emiten. Setelah masuk ke pasar modal, wajib pajak atau investor berhak melakukan investasi lain selama tiga tahun di Indonesia. Kebijakan ini bergantung pada keinginan investor.

Tags: pt rifan financindo berjangka cabang pal


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.