Dorong Investor Lokal, Generasi Muda Harus Manfaatkan Aplikasi Saham

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli menginginkan pasar modal Indonesia dikuasai oleh para investor lokal bukannya asing. Tujuannya adalah agar jika suatu saat pasar modal Tanah Air bergejolak ataupun kolaps, maka akan mampu tetap bertahan.

Melihat besarnya potensi perkembangan teknologi yang semakin hari bertambah maju membuat kebutuhan masyarakat akan aplikasi smartphone pun terus bertambah. Sektor ini dipandang oleh banyak perusahaan atau individu suatu potensi besar, mengingat pengguna smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 52,2 juta dari total 250 juta penduduknya.

“Masalahnya, sekarang pasar modal kita banyak orang asing yang menguasai. Begitu mereka nonton berita misalnya, mereka pikir ada keributan di sini, terus jual saham. Padahal (di sini) enggak ada apa-apa. Intinya pasar modal kita kalau dimiliki orang itu sendiri ya aman,” ucapnya di Gedung Indosat, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Untuk itu, Alexander berharap semakin banyak generasi muda yang mau memahami sekaligus mendalami dunia pasar modal. Padahal, kata dia, suatu negara yang maju sangat terlihat dari mayoritas pemain pasar modalnya merupakan pemain lokal.

Aplikasi Trading Saham Untuk Smartphone | Rifan Financindo

“Mahasiswa kita berharap dan bisa terlibat ikut main di sini,” tuturnya.

Apalagi jika aplikasi pasar modal bisa terus dikembangkan di dalam negeri, tentunya akan memudahkan investor lokal untuk bertransaksi. Misalnya seperti tahun ini PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) mengembangkan suatu aplikasi trading saham untuk smartphone.

Dalam hal ini, Indosat Ooredo memanfaatkan aplikasi ini dan menggandeng BEI untuk menyelenggarakan program kompetisi Indosat Stock Trading Contest (ISTC).

Ditambah lagi, saat ini smartphone sudah menjadi inti kehidupan masyarakat tanpa terkecuali. Tadinya hanya untuk sekadar urusan chatting, namun sekarang sudah bisa berkembang hingga untuk mengakses perbankan dan saham.

“Berharap ke depan dengan banyak aplikasi sifatnya produktif untuk kehidupan dalam hal ini stock trading. Kontribusi semakin membuat kita produktif bukan cuma buat ngobrol doang sama teman-teman,” tukasnya.

Indosat Ooredoo Ajak Generasi Muda Berinvestasi Saham | Rifanfinancindo

Indosat Ooredoo kembali menyelenggarakan program kompetisi Indosat Stock Trading Contest (ISTC) untuk mahasiswa bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (“Trimegah”).

Kali ini Indosat Ooredoo ingin mengajak generasi muda berinvestasi saham dengan memanfaatkan teknologi mobile dan aplikasi digital.

“Kami ingin tanamkan kepada generasi muda bahwa pasar modal merupakan salah satu roda penggerak penting ekonomi Indonesia. Dengan menjadi investor yang aktif di pasar modal, maka secara tidak langsung kita telah membantu perekonomian negara kita. Kami berharap ISTC dapat mencetak investor-investor andal di pasar modal,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Peserta kompetisi akan mendapatkan edukasi dan melakukan transaksi saham secara virtual terhadap sejumlah saham pilihan yang diperdagangkan di BEI dengan harga saham diperoleh secara realtime. Melalui aplikasi ISTC yang merupakan hasil kerja sama Indosat Ooredoo dengan Trimegah akan menjadi tempat belajar para peserta bertransaksi saham secara virtual.

Alexander Rusli menambahkan bahwa Indosat Ooredoo akan terus mengajak generasi muda untuk belajar berinvestasi saham dan investasi lainnya dengan memanfaatkan teknologi dan aplikasi digital. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari komitmen perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui dunia digital.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas edukasi generasi muda Indonesia yang didukung oleh teknologi telekomunikasi dan aplikasi, termasuk edukasi tentang trading online yang banyak mengaplikasikan teknologi di dalam aktivitas perdagangan sahamnya,” tambah Alexander Rusli.

Indosat Dorong Mahasiswa Bermain di Pasar Modal dengan ISTC | PT Rifan Financindo

Masyarakat Indonesia diungkapkan perlu untuk menguasai pasar modal, termasuk kepada kalangan mahasiswanya. Pasalnya, jumlah investor Tanah Air dianggap masih jauh dan belum bisa penuhi bahkan belum mencapai 1% dari total penduduk Indonesia. Dan generasi muda ini diharapkan bisa menjadi pemicu pertumbuhan pasar modal, dengan ikut serta di program ISTC (Indosat Stock Trading Contest).

Program ISTC kali ini bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Indosat Ooredoo mengajak generasi muda untuk berinvestasi saham dengan memanfaatkaan teknologi mobile dan aplikasi digital.

“Kami ingin tanamkan kepada generasi muda bahwa pasar modal merupakan salah satu roda penggerak penting ekonomi Indonesia. Dengan menjadi investor yang aktif di pasar modal, maka secara tidak langsung kita telah membantu perekonomian negara. Kami berharap ISTC bisa mencetak investor-investor andal,” jelas Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo, di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa dalam program ISTC ini diadakan dengan sistem kompetisi. Para peserta akan diberikan edukasi dan melakukan transaksi saham secara virtual terhadap sejumlah saham pilihan, yang diperdagangkan di BEI dengan harga saham yang diperoleh secara realtime.

“Kami ingin meeningkatkan kualitas edukasi generasi muda Indonesia yang didukung dengan teknologi telekomunikasi dan aplikasi, termasuk edukasi tentang trading online yang banyak mengaplikasikan teknologi,” tambah Alexander.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.