Facebook Pilih Kota Bandung Sebagai Mitra Pengembangan UMKM

Bandung Dipercaya Facebook | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

“Kami kagum dengan kreatifitas warga Bandung dan banyaknya UMKM di kota Bandung serta komitmen kuat dari walikota. Jadi kami datang ke sini untuk membantu bagaimana cara tebaik menggunakan facebook untuk bisnis dan membantu para pelaku UMKM untuk membuat tampilan produknya di facebook lebih atraktif,” kata Kepala Pengembangan Ekonomi Asia Pasifik Facebook, Clair Deevy, usai peresmian kerjasama Pemkot Bandung dengan Facebook di Galeri Promosi Produk Sentra Industri di Cigondewah Bandung, Rabu (31/8).

Facebook tidak asal dalam memilih Bandung sebagai mitra kerjasama. Ada alasan yang logis dan menguntungkan secara strategi bisnis bagi facebook.

Keseriusan situs jejaring sosial terbesar ini ditunjukkan dengan menyedian portal khusus, “Little Bandung” untuk mempromosikan produk usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) guna menembus pasar Asia.

“Bandung jadi kota pertama di Asean yang diajak kerjasama oleh facebook supaya mampu menembus pasar Asean,” sebut Emil.

Walikota Bandung Ridwan Kamil (Emil), portal Little Bandung akan disetup oleh google. Begitu juga di halaman bisnis, para pelaku UMKM Bandung akan diberi petunjuk cara mengunduh dan mampu menampilkan foto-foto berkualitas dari produknya.

Facebook Bantu Industri Kreatif Bandung Tembus Pasar ASEAN | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Pada laman ini, barang-barang industri kreatif dari Kota Bandung ditargetkan menembus pasar ASEAN lewat marketing online.

“Dalam waktu setahun, minimal 150 ribu UKM Bandung teregister di bisnis facebook agar mempenetrasi Indonesia dengan 88 juta akun dan 200 juta akun facebook di ASEAN pada 10 negara,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kamis, 1 September 2016.

Pelaku usaha mikro, kecil, menengah asal Kota Bandung boleh berbangga hati. Sebab, jejaring sosial Facebook telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk menyediakan laman khusus bisnis digital bernama Litlle Bandung F4Bdg.

Ridwan Kamil menambahkan, pelaku usaha UMKM tidak bisa bebas berjualan di halaman Litlle Bandung F4Bdg ini. Selain harus melaporkan produk-produknya ke Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan (KUKM Indag) Kota Bandung, para pelaku usaha yang memang hanya bisa memproduksi juga harus mendapatkan pelatihan khusus bisnis digital dari para trainer.

“Harus lulus sertifikasi pelatihan dari KUKM Indag untuk memastikan bukan barang abal-abal,” ujar Emil panggilan akrab Ridwan Kamil.

Clair menambahkan, Facebook sangat antusias untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung karena dengan mempromosikan barang-barang indistri kreatif Kota Bandung tentunya akan saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Kerjasama dengan Kota Bandung ini yang pertama di ASEAN. Jumlah UMKM di Bandung banyak dan kami antusias karena ada political will dari Wali Kota dan kita harapkan bisnis page Facebook ini menjadi instrumen untuk meningkatkan pangsa pasar produk UKM Bandung di ASEAN,” ucap Clair.

Selain itu, registrasi juga dimaksudkan agar barang yang dijual tidak melanggar aturan dan etika model snack Bikini. “Tidak melanggar etika seperti bihun Bikini, tapi barang berkualitas,” jelas Emil.

Kepala Pengembangan Economy Asia Pasifik Facebook Clair Deevy mengatakan selain menyediakan laman khusus bisnis industri kecil dan kreatif Litlle Bandung F4Bdg, pihaknya juga memberikan pelatihan untuk para trainer di Kota Bandung. “Facebook juga men-set up halaman bisnis Little Bandung dan halaman bisnis dari masing-masing pelaku UMKM agar tidak sembarangan upload,” katanya.

Gandeng Facebook, Pemkot Bandung Akselerasi Pertumbuhan UMKM | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Kerjasama Pemkot Bandung dengan media sosial Facebook sendiri ditandai penandatanganan piagam kerjasama antara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Head Of Economic Growth Initiatives APAC Facebook, Clair Deevy. Salah satu realisasi nyata dari bentuk kerjasama tersebut yakni dengan menggelar acara Boost Tour Business Bandung di UPT Sentra Industri dan Perdagangan TPT Cigondewah, Rabu (31/8/2016).

“Ini kali ketiga Facebook datang ke Bandung, karena jumlah UMKM di sini banyak dan antusiasnya bagus. Kita harapkan dari bisnis ini menjadi instrumen untuk meningkatkan pasar produk UMKM Bandung,” ujar walikota yang akrab disapa Emil usai acara Boost Your Business Bandung, Rabu (31/8/2016).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakselerasi pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) dengan menggandeng media sosial Facebook untuk menyediakan platform bisnis berupa halaman khusus produksi warga Bandung.

Selain itu, Emil menilai jika orang Bandung secara kulturnya memiliki hobi bersosialisasi dan berkoneksi. Hal ini dilihat dari indeks kebahagiaan warga Bandung merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia mencapai 70,6 persen. Dan yang membuat warga Bandung bahagia itu adalah keharmonisan keluarga dan interaksi sosial. Dengan demikian, dirinya pun yakin dengan kerjasama ini, kesejahteraan ekonomi Kota Bandung khususnya UMKM bisa lebih maju.

“Kota bandung ini adalah kelompok yang sedang transisi menuju digital ekonomi. Dan sebagai warga yang kreatif, kita pun harus jago ekonominya. Kedepan itu proses transaksi tidak harus datang ke toko untuk membeli, tetapi cukup bertransaksi melalui ekonomi digital,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 150 UMKM di Kota Bandung yang sudah teregister di media Facebook. UMKM yang akan ditampilkan di halaman Facebook harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya lulus sertifikasi, pelatihan dari UMKM, bukan barang abal-abal, bukan barang yang melangggar etika, serta barang yang ditawarkan harus berkualitas.

“Kita percaya jika kelompok yang bergabung di sini cara marketingnya sudah standar modern dan etika bisnis pun harus dijaga. Untuk menambahkan rasa percaya diri dan bisnisnya berkembang, orang Bandung harus menguasai bahasa asing salah satunya bahasa inggris,” terangnya.

Deevy menambahkan, bentuk kerjasama yang dilakukan dengan Pemkot Bandung yakni membantu mengakses dan mengatur halaman bisnis di media Facebook. Satu halaman untuk bisnis Little Bandung, lalu halaman bisnis dari pelaku UMKM.

“Kita lakukan pelatihan sehingga tidak asal upload. Harus yang berkualitas, marketingnya harus bagus dengan cara marketing modern, sehingga tidak terkesan asal-asalan,” tuturnya.

Untuk mengakses penjualan ataupun mengeluarkan iklan, Deevy mengaku jika akan ada pelatihan terlebih dahulu. Pada pelatihan tersebut, akan ada beberapa pelatih yang akan melatih beberapa pelaku usaha yang akan mengakses di halaman FB tersebut.

“Dengan demikian, nanti hasilnya, pelaku UMKM ketika sudah mendapatkan sertifikat, bisa mengaksesnya dengan lancar,” pungkasnya.

Head Of Economic Growth Initiatives APAC Facebook, Clair Deevy menambahkan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna facebook terbanyak. Saat ini tercatat sekitar 88 juta orang yang menjadi pengguna facebook di Indonesia.

“Dengan di launching bisnis dalam Facebook, ini luar biasa. Dan dengan jumlah pengguna yang banyak, jika berdagang melalui iklan facebook, dagangan produk kota Bandung khususnya pasti laku dan terus dipasarkan,” ujar Deevy.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

Like what you read? Give Mimi Jemari a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.