Garuda Indonesia Akan Buka Rute Penerbangan ke AS Awal 2017

PT Rifan Financindo Berjangka — Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia berencana membuka rute ke Amerika Serikat (AS) pada Awal tahun 2017.

Benny menuturkan rencananya perusahaan akan jadwalkan rute terbang ke Amerika Serikat sebanyak 2–3 kali seminggu. Dia juga mengungkapkan perusahaan tidak akan menambah pesawat dalam rute penerbangan ke Amerika Serikat.

Dalam penerbangan ke Amerika Serikat, kata dia, Garuda akan memakai jenis pesawat Boeing 747.

“Kami punya pesawat, nanti juga dalam strategic itu juga kita hitung crew-nya butuh berapa tim pilot dan berapa tim pramugrari,” ucapnya.

Vice Presiden Corporate Communication Garuda Indonesia Benny Butar Butar mengatakan saat ini perusahaan tengah lakukan perencanaan dan perhitungan penerbangan ke Amerika Serikat.

Perencanaan Terbang ke AS Masih Dalam Perhitungan | Rifan Financindo

“Sebenarnya rute ke Amerika, itu masuk dalam strategic planning 5 tahun. Kita hitung, hitungan nantinya apakah perencanaan terbang ke AS penerbangan itu bagus atau tidak. Hitungan tersebut termasuk rute, kota-kota, jenis pesawat, tempat transit, kota tujuan Los Angeles atau New York,” ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soerkarno Hatta, Tangerang, Senin (15/8/2016).

Menurut Benny, dengan adanya rute penerbangan ke Amerika Serikat nantinya akan menambah pendapatan Garuda Indonesia. Namun, dia tidak meyebutkan berapa jumlah pendapatan yang akan naik.

“Yang jelas tahun depan kita udah bisa terbang ke Amerika Serikat, karena kepercayaan masyarakat sudah timbul,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Indonesia secara resmi telah mendapat predikat kategori I dari otoritas penerbangan Amerika Serikat yang diwakili oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Dengan pencapaian kategori tersebut, Kemenhub meminta kepada semua maskapai Indonesia untuk persiapkan penerbangan ke Amerika Serikat.

Maskapai RI Terbang ke AS, Kemenhub: Kita Setara Singapura Hingga Malaysia | Rifanfinancindo

Maskapai Indonesia mendapat ‘kado’ dari Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), dua hari menjelang HUT RI ke-71. Berdasarkan surat dari Associate Administrator for Aviation Safety FAA, standar keselamatan maskapai Indonesia meningkat jadi kategori 1.

Surat dari Associate Administrator for Aviation Safety FAA disampaikan pagi ini oleh Wakil Duta Besar AS untuk RI, Brian Mcfeeters, ke Kemenhub. Suprasetyo menjelaskan, pengkajian teknis untuk mendapat kategori I ini berlangsung sejak tahun lalu, dan pada Februari-Maret 2016 maskapai Indonesia dinyatakan sudah memenuhi kriteria.

“Kita sudah memenuhi standar keselamatan internasional menurut Konvensi Chicago 1944 tentang Penerbangan Sipil, khususnya beberapa annex yang terkait dengan kelaikan pesawat udara. Yang terkait dengan operasional pesawat udara, dan terkait dengan lisesnsi. Jadi ini adalah mengenai keselataman penerbangan,” terang Suprasetyo.

Dengan kenaikan kategori keselamatan ini, maskapai Indonesia kini bisa terbang ke negeri Paman Sam. Selain itu, maskapai Indonesia sudah sejajar dengan maskapai dari sejumlah negara tetangga di ASEAN.

“Kalau di ASEAN kita itu setara dengan Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Suprasetyo, dalam konferensi pers di kantor Kemenhub, Senin (15/8/2016).

“Kita patut bersyukur berkat kerja keras kita semua dan bantuan teknis AS melalui FAA, telah menyatakan mendapat kategori satu karena telah memenuhi standar internasional, menurut hasil penilaian otoritas AS. Ini adalah hadiah yang besar pada hari ulang tahun Indonesia ke-71,” lanjut Suparesetyo.

Dia menambahkan, pengakuan FAA ini telah dinantikan sejak 2007 lalu. Saat itu pemerintah sempat mengajukan kategori 1 ke FAA, namun tak lolos.

“Ini sangat penting karena kita sudah menunggu dari tahun 2007 yang pada saat itu masih dalam kategori 2, dan hari ini kita sudah mendapatkan kategori 1 sehingga maskapai kita bisa terbang ke AS,” pungkas Suprasetyo.

Resmi, Indonesia Raih Predikat Penerbangan Kategori I | PT Rifan Financindo

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Indonesia secara resmi telah mendapat predikat Kategori I dari otoritas penerbangan Amerika Serikat yang diwakili oleh Federal Aviation Administration (FAA). Dengan predikat tersebut maskapai penerbangan Indonesia bisa menerbangkan pesawatnya ke Amerika Serikat. “Kita patut bersuyukur berkat kerja keras semua dan batuan teknis dari pemerintah Amerika Serikat melalui FAA. Artinya telah memenuhi penerbangan internasional,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo, di saat konferensi pers di Jakarta, Senin (15/8/2016).

Suprasetyo menjelaskan Indonesia telah memenuhi persyaratan dari segi keselamatan, keamanan, sumber daya manusia, dan kelaikan pesawat udara. “Ini hadian besar ulang tahun Indonesia, tugas ke deapan melakukan pemenuhan standar, baik regulator dan semua stakeholder,” ucapnya.

Suprasetyo memohon kepada semua pemangku kepentingan agar bersama-sama untuk mempertahankan dengan secara konsisten memenuhi semua peraturan-peraturan yang telah diberikan oleh FAA.

Sementara itu, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Udara Muhammad Alwi, mengatakan predikat ini telah ditunggu oleh Indonesia sejak April 2007. Menurut dia, raihan predikat ini nantinya akan berdampak positif bagi penerbangan di Indonesia. “Hal ini juga berdampak positif ke Indonesia, dari penyewa pesawat, baik dari asurasi, akan berdampak positif bagi penerbangan di Indonesia,” pungkasnya.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.