Jalan Lintas Pantai Selatan Jateng-DIY Ditarget Tembus 2017

Saat ini, pinjaman ke ADB senilai Rp2,96 triliun dalam proses | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Direktur PJJ menerangkan, Pansela merupakan salah satu program strategis nasional yang pencanangannya dilakukan sejak 2004. Penyelesaian jalan lintas tersebut menjadi prioritas penanganan jalan sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Strategis Ditjen Bina Marga 2015–2019.

Arif mengatakan, tujuan dengan dibangunnya Pansela pemerataan kesejahteraan masyarakat wilayah selatan Jawa, sehingga mampu mengejar ketertinggalan pembangunan dengan wilayah lain.

“Selain itu, untuk meningkatkan aksesibilitas daerah-daerah terpencil, membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam, juga potensi obyek wisata,” sebutnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan jalan lintas Pantai Selatan (Pansela) yang menghubungkan Jawa Tengah (Jateng) dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat ditembus tahun 2017.

“Kami ditugaskan Pak Menteri di 2017, jalan lintas Pansela di Yogya dan Jateng harus tembus. Secara fungsi memang sudah tembus namun kadang ada perpindahan dari jalan nasional ke jalan non nasional,” tutur Direktur Pengembangan Jaringan Jalan (PJJ) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Rachman Arief, seperti dilansir dari laman Kementeria2016n PUPR, Jumat 30 September .

Ruas jalan Pansela yang akan ditangani melalui pinjaman IDB di antaranya, yaitu Batas Jabar-Patimuan-Tambakreja-Bantarsari (10,5 km), Jladri-Tambakmulyo (4,5 km), Jembatan Kretek 2 (0,55 km), dan Legundi-Panjan (4,7 km).

Kemudian, Jerukwudel-Baran-Duwet (7 km) dan Munjungan-Prigi-Batas Tulungagung (27,46 km). Turut dibangun Batas Tulungagung-Serang (31,34 km), Serang-Batas Malang (33,68 Km), Jarit-Puger (25,1 Km), serta Puger-Sumberejo (14 Km).

Saat ini, sedang diproses pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB) untuk Tahun Anggaran (TA) 2017 sebesar US$250 juta, atau setara Rp2,96 triliun. Anggaran tersebut, akan digunakan untuk membangun jalan baru sepanjang 158 km yang terdiri dari Jateng (15 km), DIY (12,25 km), dan Jatim (136,6 km).

“Kami juga sedang menawarkan untuk penanganan Pansela Jawa tahap dua, karena dengan loan US$250 juta masih kurang, kita tawarkan bagian jalan di Jatim, untuk bisa mendapatkan pinjaman IDB tahap dua,” kata Arief.

Arief mengatakan, untuk Jateng, dari 211,95 kilometer (km) jalan yang ada, 73,37 km di antaranya belum tembus, begitu pula untuk DIY dari 121,69 km Pansela, 55,9 km belum tembus. Hingga saat ini, dari keseluruhan 1.602,99 km jalan Pansela Jawa, 425,17 km, di antaranya belum tembus.

Untuk 2017, alokasi APBN untuk Pansela Jawa adalah sebesar Rp650 miliar yang akan disalurkan untuk pemeliharaan jalan di Banten dan Jabar, serta pembangunan 8,5 km jalan baru di Jateng, 7 km di DIY dan 29,5 km di Jatim.

Bangun Pantai Selatan Jawa, Pemerintah Pinjam Dana IDB Rp 3,2 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Dana pinjaman ini akan digunakan untuk membangun jalan nasional baru di Pansel sepanjang 158,83 kilometer.

“Khusus Pantai Selatan, kita mendapat pinjaman IDB untuk penanganan koridor sepanjang 158 km dengan alokasi 250 juta dollar (Rp 3,2 triliun),” ujar Direktur Pengembangan Jaringan Jalan (PJJ) Direktorat Jenderal Bina Marga Rachman Arief, saat diskusi media di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Pembangunan tahap kedua ini rencananya akan digunakan untuk pembangunan Pansela bagian Jawa Timur.

Sementara untuk pinjaman tahap pertama, ruas yang akan dibangun yaitu Batas Jabar-Patimuan-Tambakreja-Bantarsari sepanjang 10,5 kilometer, dan Jladri-Tambakmulyo 4,5 kilometer.

Untuk pengembangan Pantai Selatan (Pansela) Jawa, pemerintah mendapatkan pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB).

Meski demikian, Rachman mengatakan, pemerintah tengah menawarkan penanganan Pansela tahap 2 mengingat dana pinjaman tersebut masih kurang.

Rachman mengatakan, alasan Pansela harus dikembangkan adalah untuk mendukung Pantura dan membuka keterisolasian di Pansela.

“Pertumbuhan Pantai Selatan memang tertinggal dari Pantura, sehingga perlu menumbuhkan selatan Jawa itu sendiri,” tutur Rachman.

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk membangan Tulungagung-Serang sepanjang 31,34 kilometer, Serang-Batas Malang 33,68 kilometer, Jarit-Puger 25,1 kilometer, dan Puger-Sumberejo 14 kilometer.

Pantura Tersambung Sejak Zaman Daendels, Jalur Pantai Selatan di 2019 | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Kementerian PUPR, Rachman Arief mengungkapkan, targetnya seluruh jalan nasional yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur memanjang mengikuti Pantai Selatan ini akan rampung pada 2019 nanti.

“Ini program strategis nasional, target pemerataan kesenjangan pendapatan antara Utara dan Selatan. Supaya masyarakat di Selatan bisa menyamai ekonomi yang di Pantura. Sejak Daendels Pantura sudah dibangun, ekonominya lebih bagus,” ucap Arief di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut pembangunan jalan lintas Pantai Selatan (Pansela) Jawa. Saat ini, dari total panjang 1.603 kilometer (km), sepanjang 425 km masih belum tersambung.

Selama ini, kata Arief, kota-kota di Jawa bagian Utara menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan keberadaan Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa yang sudah eksis sejak masa kolonial, yakni jalan pos dari Anyer sampai Panarukan yang dibangun Gubernur Jenderal Deandels pada tahun 1809–1810.

“Ini program prioritas pemerintah di RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). Jawa Tengah dan Yogyakarta akan selesai tahun 2017. Sementara Jawa Timur paling lambat 2019,” tambahnya.

Untuk membangun jalan nasional Pansela, menurut Arief, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,9 triliun.

“Untuk pembangunan jalan di Pansela dibutuhkan anggaran Rp 2,9 triliun, dengan proporsi tahun ini sebesar Rp 650 miliar,” ujar Arief.

Arief merinci, Pansela membentang dari Banten hingga Jawa Timur yang meliputi ruas Banten 175 km dan Jawa Barat 417 km yang seluruhnya telah tersambung. Sedangkan ruas Jawa Tengah sepanjang 212 km ada 138 km belum tersambung.

Begitu pun untuk Pansela ruas Yogyakarta sepanjang 122 km dengan sepanjang 66 km belum tersambung. Sisanya ruas Jawa Timur sepanjang 380 km belum tersambung dari total panjang 677 km.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.