Kemenkeu: Selamat Ulang Tahun Ibu Ani, Terus Jadi Seorang Ibu bagi Kami…

“Selamat ulang tahun Ibu Ani. Terus menjadi seorang ibu bagi kami dan menjadi tokoh inspiratif Indonesia dan dunia,” tulis akun Twitter resmi Kementerian Keuangan @KemenkeuRI.

Hari ini, Jumat (26/8/2016), Menteri Keuangan Sri Mulyani tepat berusia 54 tahun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun memberikan selamat kepada Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.

Di dalam akun Twitter itu juga diunggah satu foto yang menggambarkan ekspresi Sri Mulyani saat sejumlah pejabat Kemenkeu menyambutnya. Ani nampak terkejut dengan “kejutan” kecil para pejabat Kemenkeu pagi tadi.

Hingga berita ini dimuat, foto tersebut sudah di retweet sebanyak 97 kali olah netizen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara yang hadir di Kantor Kemenkeu mengungkapkan acara perayaan ulang tahun Sri Mulyani hanya sederhana.

Selain Suahasil, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi juga hadir di Kantor Kemenkeu.

Ia menyanyikan doa kepada Sri Mulyani semoga selalu diberikan yang terbaik di usia yang ke-54 ini.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengatakan, pagi ada ada perayaan kecil di Kemenkeu sebagai ucapan selamat ulang tahun untuk Sri Mulyani. Namun dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut. “Iya ada perayaan tadi,” ujarnya singkat di Gedung Kemenkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Sri Mulyani merupakan wanita kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962. Keahliannya di bidang ekonomi bukan hanya diakui oleh bangsa Indonesia, tapi juga dunia. Sebab wanita yang juga pernah menjabat Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono itu sebelumnya juga menjabat sebagai Managing Director and Chief Operating Officer Word Bank.

Dengan kemampuan dan kapasitasnya yang tinggi di bidang ekonomi, Suahasil mengaku tidak menaruh harapan khusus kepada Sri Mulyani di hari kelahirannya. Dirinya hanya mendoakan yang terbaik untuknya. “Ya saya doanya hanya yang terbaik buat beliau,” pungkasnya.

Hari ini merupakan hari yang spesial bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab tepat pada hari ini usia Sri Mulyani bertambah menjadi 53 tahun.

Namun hari ini suasana di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tampak biasa saja. Tampaknya tidak ada perayaan khusus untuk menyambut hari ulang tahun Sri Mulyani.

Politikus Golkar, M Misbakhun, mengatakan, Presiden Jokowi sudah menegaskan dalam pidatonya di sidang MPR serta sidang pembukaan DPR/DPD, bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan kredibilitas pemerintahan. “Ini yang perlu ada penyesuaian. Ibu Menteri bicara juga soal membangun kredibilitas di APBN yang sekarang maupun yang akan datang. Anda juga bicara penghematan anggaran. Tapi, saya cuma ingin itu tak mengorbankan apa yang menjadi cita-cita Presiden di Nawa Cita,” jelas Misbakhun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendapat dukungan penuh dari Fraksi Partai Golkar, untuk menjaga kredibilitas Presiden Jokowi dan Nawa Cita melalui penyusunan serta pelaksanaan APBN. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR yang dipimpin Ketua Komisi Melchias Markus Mekeng, Kamis (25/8).

Diingatkan juga agar dalam membangun kredibilitas APBN, Menkeu Sri Mulyani, konsisten menggunakan sebuah ukuran yang dipakai. Misalnya, apabila menghemat anggaran akibat situasi ekonomi global yang mengalami stagnasi sekuler, seharusnya ada juga perubahan angka Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai dasar untuk menyusun RAPBN. “Menurut saya‎ kalau bicara kredibilitas, satu dikoreksi, semua juga harus dikoreksi,” imbuhnya.

Ketua Komisi XI DPR, yang juga dari Fraksi Golkar, Melchias Markus Mekeng, juga berkali-kali mengingatkan Menkeu agar menjaga kredibilitas itu. Dia menyoroti penyusunan APBN selama ini yang kerap berubah-ubah. “Jadi kita harap Menkeu bisa membuat postur APBN yang lebih realistis dan tak berubah-ubah lagi,” kata Mekeng.

Dia menambahkan, pihaknya sadar sepenuhnya bahwa Menkeu baru kembali ke Indonesia setelah selama enam tahun bekerja menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, sehingga perlu melakukan “kalibrasi” di jajarannya maupun dalam pelaksanaan pemerintahan yang sudah berjalan. Namun, setidaknya Sri Mulyani sudah bisa menunjukkan upaya menjaga kredibilitas pemerintahan Jokowi.

“Misalnya, bagaimana komitmen Presiden membangun dari pinggiran terjaga. Saya terima kasih Ibu Menteri hanya menunda Dana Alokasi Khusus atau DAU, dan bukan memotongnya. Ini saya memberikan apresiasi yang tinggi, karena sesuai dengan keinginan presiden membangun dari pinggiran,” jelas Misbakhun.

Sri Mulyani juga dianggap sejalan dengan keinginan Presiden ketika tak memotong anggaran pembangunan infrastruktur. Sebab hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi yang ingin mengatasi ketidakseimbangan pembangunan Jawa-Luar Jawa.

“Adalah tugas kita bersama dalam mengawal ini di APBN. Pengawalan Golkar ini sifatnya bukan hanya on paper, tapi realitas di lapangan,” tegas Misbakhun.

Walau demikian, Misbakhun mengingatkan Sri Mulyani bahwa ada beberapa hal menyangkut penjagaan kredibilitas Presiden Jokowi yang harus diperhatikannya. Dicontohkannya soal dana tunjangan profesi guru sebesar Rp 23 triliunan. Oleh Menkeu, disebut dana itu belum dicairkan karena gurunya tidak ada, atau guru ada namun belum disertifikasi. Namun, sejumlah legislator seperti Johnny G Plate dari Nasdem, Hendrawan Supratikno dari PDI-P, maupun Misbakhun sendiri, benar-benar menemukan guru-guru yang sudah bekerja sejak awal tahun 2016 namun belum dibayar.

“Mereka benar-benar ada orangnya, sudah bekerja, dan tunjangan belum dibayar. Tolong, bila Ibu baru dapat info, mohon didalami. Faktanya di lapangan banyak sekali guru-guru kita itu. Kenapa ini harus? Sebab Konstitusi kita sudah wajibkan 20% dana pendidikan (dari belanja APBN),” kata Misbakhun.


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.