​Kementan Kembangkan Pertanian Organik di Daerah Perbatasan

sektor pertanian dikembangkan di daerah perbatasan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

Pengembangan sektor pertanian yang akan dikembangkan di daerah perbatasan tersebut yaitu jenis pangan organik. Hal ini dilakukan, karena jenis pangan organik diminati negara lain dan juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika dibandingkan jenis pertanian biasa.

Guna mendukung program membangun lumbung pangan di perbatasan, diperlukan penguatan pos karantina.

“Pos tersebut bertujuan mendorong peningkatan ekspor ke negara tetangga serta memproteksi Indonesia dari risiko penyebarab penyakit tumbuhan dan hewan, serta proaktif menutup jalur-jalur tikus dan memberantas penyelundupan barang ilegal,” pungkasnya.

Amran mengharapkan, kepala daerah di wilayah perbatasan bisa mengidentifikasi komoditas yang potensial dapat ditanam. Apalagi, komoditas tersebut bisa di ekspor ke negara dekat perbatasan.

“Seperti Riau dan Jambi dekat Singapura, mereka tanam bawang dan bawang itu ternyata banyak dibutuhkan Singapura. Jadi kami bisa lakukan survei juga ke negara perbatasan dekat kami apa saja yang dibutuhkan, supaya nantinya bisa di ekspor dari ladang pangan sendiri,” tandasnya.

Pemerintah melalui beberapa kementerian akan mengembangkan sektor pertanian di wilayah perbatasan.

Salah satu yang dapat dikembangkan di daerah perbatasan adalah beras organik dan bawang merah.

“Bawang ini bisa di perbatasan, jaraknya hanya 2 km (dengan negara lain). Dulu beras kita kalah dengan Thailand, Myanmar, Vietnam. Sekarang kita tidak impor lagi, bawang kita sudah ekspor,” ujar Amran setelah Rakor Panga di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Mentan Andalkan Produk Organik Dorong Kesejahteraan Petani | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

Menteri Perindustrian Amran Sulaiman menyatakan bahwa Kementerian Pertanian akan menggalakkan pengembangan produk pertanian organik di Indonesia. Produk ini dinilai akan membawa untung yang besar bagi petani karena harga jual yang tinggi.

Untuk pengembangan pertanian ini, lanjut Amran, pihaknya menargetkan adanya pembukaan lahan pertanian organik sebesar 100 ribu hektar (ha) per tahunnya. Dengan demikian, semakin banyak petani yang bisa mendapatkan kesejahteraan dari tanaman organik ini.

“Ini 100 ribu ha tiap tahun untuk beras organik. Ini kalau dua kali panen setahun, bisa menghasilkan Rp 90 triliun. Kalau beras biasa dapat Rp 120 triliun per tahun. Jadi organik ini hampir setara dengan15 juta ha lahan pangan kita,” tandas dia.

Amran mengungkapkan, pada awal bulan ini Indonesia berhasil mengekspor ‎beras organik ke Belgia. Beras organik ini berasal dari Tasikmalaya dan dihargai sekitar 6 Euro atau sekitar Rp 90‎ ribu per kg (estimasi kurs 14.700 per Euro).

“Kami ekspor ke Belgia, harganya 6 Euro, harganya mahal. Ada 40 ton dari Tasikmalaya. Ini benih organik dengan pupuk organik‎. Harga beras organik di sana Rp 90 ribu,” ujar dia dalam Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Perbatasan 2016 di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Selain ke Belgia, lanjut Amran, produk-produk pertanian organik Indonesia juga telah menembus negara lain seperti Amerika Serikat, Italia, Malaysia dan Singapura.‎ Jika produk ini bisa terus dikembangkan di dalam negeri, maka semakin banyak negara yang bisa menjadi sasaran ekspor produk organik ini.

‎‎”Ini Amerika sudah tembus, jadi ada Belgia, Italia, Malaysia, Singapura. Jangan membangun (pertanian) tanpa organik,” ‎kata dia.

Cara Mentan Berantas Pangan ‘Haram’ Hasil Selundupan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan guna menghilangkan peredaran pangan ilegal melalui jalur “tikus” dibutuhkan produktivitas pangan di wilayah perbatasan tersebut. Amran pun meminta kepala daerah menggerakkan tiga kabupaten terdekat guna memenuhi kebutuhan di wilayahnya.

“Kita survei pasar ke negara tujuan ekspor, apa yang jadi kesenangannya, apa yang dibutuhkan, nah ini yang dikembangkan di perbatasan. Nanti kami ajak Menperin, Mendes kunjungan bersama ke daerah perbatasannya,” ujarnya.

“Misalnya Malaysia dekat Kabupaten, Lingga, Natuna, dan Bintan. Ini (produksi tananam) disiapkan semua. Satu negara itu tiga kabupaten. Kan ada yang perbatasannya dekat Singapura, Filipina, Timor Timur, Papua Nugini, dan Malaysia,” ujarnya di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Jadi seluruh potensi sumber daya yang berada di masing-masing wilayah digerakan untuk berproduksi sehingga setiap pulau mampu mencukupi pangan sendiri bahkan dapat diekspor ke negara tetangga.

Amran pun meminta kepala daerah di wilayah perbatasan tidak sebarangan melakukan penanaman. Jadi terlebih dahulu melakukan identifikasi atau bahkan survei ke negara perbatasan apa saja yang diperlukan.

Rifan Financindo