Loading Minyak, Kapal Meledak

Polisi Menyelidiki Penyebab Ledakan Kapal Tongkang | PT Rifan Financindo Berjangka

Informasinya, proses loading dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Usai loading, tiba-tiba terjadi ledakan di kamar mesin. Juru minyak (oil engineering) tongkang itu, Zainudin, warga Lampung tewas di tempat. Ia menderita luka bakar yang parah. Jasadnya dibawa ke RS Pertamina Plaju, lalu dikirim ke RS Bhayangkara Palembang.

Kapal tongkang jenis Oil Barge (OB) “Easter 333” milik PT Mitsi Citra Mandiri meledak di Dermaga 6 Sungai Gerong, kemarin (30/8). Ledakan terjadi saat mengisi muatan (loading) premium dan pertamax ke tongkang, sekitar pukul 13.15 WIB.
 
Seorang kru lain, Junaidi, mengalami luka bakar. Saat ini dirawat di RSMH Palembang. Dia selamat dari ledakan karena langsung melompat ke sungai. Empat kru lain selamat.

PT Mitsi Citra Mandiri yang memiliki tongkang itu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agen bunker, agen perkapalan, penyewaan transportasi laut untuk material, bahan bakar minyak (BBM), dan crude palm oil (CPO). Markasnya di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Direktorat Polair Polda Sumsel belum memastikan penyebab meledaknya OB Easter 333. “Namun, ledakan diduga dipicu korsleting arus listrik di mesin tongkang,” kata Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson Siregar melalui Kasubdit Gakkum AKBP Zahrul Bawadi.

Pihaknya sudah memeriksa dari beberapa saksi. Tiga di antaranya, Agus Salim selaku nahkoda tugboat (TB) Franky 333 yang akan menarik OB Easter 333. Kemudian, M Zulham yang merupakan juragan OB Easter 333. Kemudian, Zainal Arifin yang menjabat Kepala Kamar Mesin (KKM) TB Franky 333.

Keterangan para saksi, saat melakukan muatan, mesin OB Easter 333 tiba-tiba mengeluarkan semburan api. Beberapa dinding tongkang yang terkena imbas dinding ledakan. Kini, polisi menyelidiki penyebab ledakan tersebut.

Nah, bila terbukti ada kelalaian, tersangkanya dapat dijerat pasal 359 KUHP. Dijelaskan Zahrul, OB Easter 333 sendiri sudah melakukan loading Senin (29/8). Muatan yang diisi berupa minyak jenis pertamax sebanyak 1.600 ton dan premium 3.200 ton. “Minyak-minyak tersebut untuk dibawa ke Jambi,” lanjutnya.

Saat ledakan, empat dari 6 kru OB Easter 333, berhasil menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai. Meski selamat dan tidak mengalami cedera serius, keempatnya masih terlihat shock. “Dua lagi menjadi korban. Satu meninggal, satu lagi luka berat,” tuturnya.

Sedangkan Muhammad Ikbal, salah satu kru OB Ester 333, menjelaskan bahwa saat ledakan terjadi, ada tiga oil engineering yang sedang bertugas. “Saya langsung lompat ke sungai saat meledak. Suara ledakannya cukup besar. Di dalam kamar mesin ada tiga orang. Dua selamat, satu lagi meninggal,” ujarnya.

Nahkoda TB Easter 333, Agus Salim mengaku, saat kejadian posisi tugboat-nya berada persis di samping OB Easter 333. Kru TB Easter 333 berjumlah 11 orang. “Begitu terjadi ledakan, kami semua langsung berusaha menolong untuk mengevakuasi kru OB Easter 333,” kata Agus.

Tim dari Search and Rescue (SAR) Palembang, ikut terjun membantu evakulasi korban. Kepala Sub Seksi Ops Kantor SAR Palembang, Inarwan mengatakan, sekitar pukul 01.15 WIB mereka dapat informasi terkait meledaknya tongkang OB Easter 333. “Kami langsung ke lokasi. Ada satu kru selamat meski terluka bakar. Satu lagi meninggal dunia. Para korban kami evakuasi sekitar pukul 15.20 WIB,” kata Inarwan.

Jenazah Zainudin (34), kru tongkang Easter 3333 dari RS Pertamina Plaju tiba sekitar pukul 19.30 WIB di RS Bhayangkara. Pantauan koran ini, terlihat jenazah Zainudin mengalami luka di sekujur tubuh. Hanya bagian paha dan alat kelamin saja yang tidak mengalami luka bakar.

Tapi pihak RS Bhayangkara tidak bisa mengabulkan itu karena menunggu istri datang dari Batam atau orang tua korban dari Lampung. “Selain itu, kami perlu kepastian akan mau diautopsi atau tidak,” imbuhnya.

Kaur DVI, Kompol dr Mansuri SpF mengatakan bahwa pihaknya telah menerima jenazah dari kiriman Polair. “Untuk saat ini kami hanya melakukan pemeriksaan luar,“ jelasnya. Ada kerabatnya dari 1 Ilir hendak membawa pulang jenazah Zainudin.

Sedang pantauan di IRD RSMH Palembang, kru lain yang terluka dan dirawat di sana yaitu Junaidi (29). Luka yang dialaminya dari bagian paha hingga sedikit di bagian kepala. Junaidi, dirujuk dari RS Pusri ke RSMH menggunakan ambulans.

Rencananya, baru pagi ini jenazah korban akan dijemput dan dibawa pualng. Zainudin mengalami luka bakar sekitar 80 persen. Hampir sekujur tubuhnya terluka bakar. “Ada luka di kepala, diduga saat terkena ledakan korban terpental sehingga kepalanya kena benda tumpul,” terangnya.

Kapal Tongkang Bermuatan BBM Meledak, 1 Tewas dan 1 Terbakar | PT Rifan Financindo Berjangka

Kapal tongkang Easter 333 bermuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium 3.200 Kl dan Pertamax 1.600 Kl meledak, pada Selasa, 31 Agustus 2016 di dermaga Sungai Gerong, Plaju Palembang.

Mengenai penyebab ledakan masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang. “Penyebabnya masih diselidiki petugas,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Salim, nahkoda Kapal Tagboat Frengky yang menarik tongkang tersebut mengatakan, kejadian bermula saat Kapal Tongkang Easter 333 sedang melakukanloading di lokasi kejadian sejak 29 Agustus 2016 untuk mengisi muatan pertamax sebanyak 1.600 ton dan 3.200 ton premium untuk dibawa ke Jambi.

“Satu kali ledakan, langsung keluar asap di bagian mesin tongkang. Di tagboat kami ada 11 orang kru, di tongkang ada 6 orang kru. Kami langsung evakuasi kru yang ada di tagboat,” kata Agus.

Namun, sekira pukul 12.10 WIB, tiba-tiba di ruang bagian mesin langsung meledak hingga para kru yang ada di kapal langsung melompat. Nahas, dua oil engineering yang ada di tongkang tak bisa menyelamatkan diri hingga menjadi korban.

Akibat ledakan itu seorang anak buah kapal (Abk) Zainudin (28) tewas dan Junaidi (28) harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusri karena mengalami luka bakar serius.

Ledakan itu membuat lima orang di kabin tongkang tersebut panik. Tiga orang ABK yakni Jay, Ruru, Ikbal, serta seorang anggota Polri dari satuan Brimob Mabes Polri, Bripda I Wayan Wiratama, selamat dari maut, setelah meloncat ke laut. Namun Zainudin tewas lantaran terjebak ledakan dan tidak sempat melarikan diri.

Beruntung, api dari ledakan sudah bisa dipadamkan oleh Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) Pertamina RU III Palembang.

“Ledakan hanya terjadi dalam kamar mesin, sedangkan kargo produk Premium 3200 KL dan Pertamax 1600 Kl kami dalam kondisi aman. Letupan diketahui usai kegiatan muat (loading) produk premium dan pertamax ke dalam tongkang Easter 333 ,” jelas Head Office Comunication and relation Pertamina RU III, Yohana Margaretha Hetharia.

Berdasarkan informasi dihimpun, api berasal dari kamar mesin yang meledak usai memuat BBM.

Tongkang BBM Meledak, Pertamina Bilang Masih Aman | PT Rifan Financindo Berjangka

“Letupan hanya terjadi di dalam Kamar Mesin, sedangkan untuk kargo produk Premium 3200 KL dan Pertamax 1600 KL kami dalam kondisi aman. Letupan diketahui usai kegiatan muat (loading) produk Premium dan Pertamax ke dalam tongkang Easter 333,” ujar Head of Communication & Relations RU III Yohana Margaretha dalam rilis kepada media di Jakarta, Selasa (30/8/2016)..

Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) Pertamina RU III, berhasil mengatasi ledakan di kamar mesin tongkang Easter 333 pada Selasa (30/8/2016) pukul 13.15 di Dermaga 6 Sungai Gerong.

Adapun upaya evakuasi para kru kapal dilakukan dengan cepat. Letupan yang terjadi menyebabkan 1 korban kru tongkang meninggal dunia, 1 korban luka ringan dan 4 kru lainnya selamat. Mengenai penyebab letupan, lanjut Yohana, masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang. Kejadian ini tidak mengganggu kegiatan operasional RU III dan distribusi produk BBM di wilayah Sumbagsel.

“Setelah letupan terjadi, tim TPKD langsung menuju lokasi dan dalam kurun waktu yang singkat 10 menit keadaan tongkang telah aman dan terkendali berikut dengan kargo produk Premium dan Pertamax,” lanjut Yohana.

PT Rifan Financindo


Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mimi Jemari’s story.