Menahan Harga Pangan Tetap Konstan hingga Lebaran

Pemerintah mengontrol pendistribusian dan tingkat harga kebutuhan pangan dari hulu hingga hilir | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

“Seluruh upaya impor, distribusi, intersepsi harga, hingga operasi pasar yang dilakukan saat ini merupakan sebuah langkah yang akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat meninjau harga dan pasokan pangan di beberapa pasar di sekitar Jakarta, kemarin.Siklus kenaikan harga pangan jelang hari raya seperti Lebaran selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Untuk menahan harga tetap stabil perlu jaminan ketersediaan pasokan melalui kontrol terhadap pendistribusian dan tingkat harga kebutuhan pangan dari hulu hingga hilir.Saat ini, imbuhnya, pemerintah menugasi Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjamin pasokan dan memasarkan komoditas yang harganya kerap naik drastis itu. Untuk itu, Bulog harus menjamin ketersediaan pasokan daging hingga Ramadan dan Lebaran tahun ini yang kurang lebih tinggal lima bulan lagi.”Kami sudah cek, daging beku maksimal Rp80 ribu. Tetapi, di luar itu, ada daging segar dengan harga di atas Rp100 ribu. Jadi, dengan demikian masyarakat ada pilihan,” ucapnya.Salah satu komoditas yang paling rentan terhadap kenaikan harga saat hari raya ialah daging. “Kami mau memastikan ketersediaan dan harga daging sesuai yang ditetapkan.”Ia pun menjamin daging impor yang dipasarkan memiliki kualitas yang baik sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mengonsumsinya. Pemerintah telah membuka keran impor daging kerbau asal India sebesar 70 ribu ton pada periode Desember 2016-Januari 2017.”Jangan berpikir pemerintah hanya mengimpor karena program sapi indukan juga kita galakkan. Benih sapi kita siapkan untuk program sapi wajib bunting sambil menunggu penambahan populasi sapi bagi peternak,” urainya.Diperkirakan, 48 ribu ton di antaranya akan masuk awal tahun ini. Pihaknya pun sudah sudah meminta Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) untuk menjaga distribusi jauh-jauh hari dengan pasokan yang ada.Di kesempatan yang sama, Enggar juga memantau pasokan dan harga cabai, beras, dan kebutuhan lainnya. Untuk cabai rawit merah, Bulog dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (persero) telah melakukan operasi pasar dengan harga Rp65 ribu per kg.”Operasi pasar Bulog dan PPI sudah mulai masuk pasar, dikirim dari daerah pemilik suplai cukup ke daerah yang membutuhkan,” katanya.Sementara itu, Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Yasid Taufik menyebut naiknya harga cabai rawit merah akibat turunnya pasokan hingga 50 persen ke pasar induk.”Itu bukan disebabkan permasalahan produksi. Anomali harga cabai rawit merah hanya berada di pasar konsumen. Sementara itu di tingkat petani, harga cabai rawit merah berkisar Rp45 ribu per kg,” kata Yasid.Pasokan yang didatangkan PPI dari Sulawesi sekitar 5 ton untuk wilayah yang mengalami harga tinggi seperti Kalimantan, Jawa, dan Bali. Sebanyak 1 ton cabai per hari disalurkan ke pedagang di Jakarta.”Dalam sehari kami minimal menyalurkan 1 ton. Imbauannya cabai rawit di bawah Rp100 ribu. Kami jual ke pedagang Rp70 ribu-Rp80 ribu. Cabai merah keriting di bawah Rp60 ribu, kami dapat dari petani di harga Rp35 ribu,” ujar Direktur Komersial dan Pemasaran PPI Trisilo Ari Setiawan.

Menteri Enggar Jamin Stok Daging Cukup Hingga Ramadhan | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

Meskipun bulan Ramadhan masih jauh, Menteri Perdagan­gan (Mendag), Enggartiasto Lukita, sudah ambil ancang-ancang mempersiapkan ke­butuhan daging. Kemarin, dia memantau ketersediaan dan harga daging dan di Pasar Ko­ja Baru, Pasar Rawamangun, dan Pasar Jatinegara. Dari pantauannya, politisi Partai Nasdem ini menyimpulkan ketersediaan komoditas terse­but mencukupi hingga Leba­ran. “Saya mau memastikan ketersediaan daging cukup,” ungkap Enggar.Enggar mengatakan, ket­ersediaan daging beku dapat menjadi alternatif bagus untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Selain lebih higienis, harga daging beku berada di kisaran Rp 80 ribu per kilogram (kg), lebih rendah, dari daging beku sebe­sar Rp 120 ribu per kg.Stok daging yang dimak­sud Enggar tersebut adalah untuk jenis daging sapi beku. Menurutnya, untuk memas­tikan pasokan, Perum Bulog sudah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) da­lam menyediakan stok daging sapi beku.Dia menuturkan, daging beku tersebut berasal dari impor yakni daging kerbau asal India dan juga daging sapi dari Australia.Dia mengatakan, saat ini pihaknya bersama Kemente­rian Pertanian sedang meng­kaji berapa persentase yang tepat. Di dalam menentukan besaran dan jenisnya, Enggar memastikan juga melibatkan importir.Selain menyerap produk lokal, Enggar mengaku akan mendorong importir melaku­kan ekspor. Pasalnya, para importir sebenarnya telah memiliki jaringan di luar neg­eri sehingga akan lebih mudah untuk melakukan penetrasi dengan pasar-pasar pertanian di luar negeri. Adapun neg­ara yang potensial menyerap produk pertanian dari Indonesia adalah Afrika, India, Paki­stan, Asia, serta China.Enggar menegaskan pe­merintah sangat mendukung pertanian dalam negeri. Menu­rutnya, dalam beberapa waktu mendatang, pihaknya akan mewajibkan importir horti­kultura untuk menyerap hasil produk pertanian lokal.”Saat ini pihaknya baru melakukan sosialisasi dan mengimbau importir hortikul­tura untuk menyerap produk lokal. Namun kedepannya, pemerintah akan mewajibkan, akan menentukan persentase yang wajib mereka serap,” ungkap Enggar.

Mendag: Daging Kerbau, Alternatif Masyarakat untuk Daging Sapi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa kini masyarakat mempunyai pilihan jenis daging di pasar tradisional.Enggartiasto mengatakan, harga daging sapi dan kerbau beku sangat beragam. Mulai dari Rp 59.000 per kilogram untuk bagian daging paha depan, hingga Rp 78.000 per kilogram untuk daging bagian paha belakang.Jenis daging itu yakni, daging sapi dan kerbau beku dan daging sapi dan kerbau segar. Jenis-jenis daging tersebut dijual dengan harga yang berbeda.Namun, rata-rata harga daging sapi dan kerbau beku sebesar Rp 80.000 per kilogram.Enggartiasto menegaskan bahwa daging sapi dan kerbau beku laik untuk dikonsumsi. Karena, telah melalui proses pemeriksaan yang higienis saat daging sapi dan kerbau dibekukan.”Kami mau smapaikan daging beku lebih higienis. Kemudian, saya menekankan di semua negara maju, salah satu persyarataan daging mereka dibekukan dulu. Nampak di hotel, rumah makan mereka bekukan dulu,” ujarnya.Sementara untuk harga daging sapi dan kerbau segar dipatok dengan rata-rata harga sebesar Rp 100.000.”Jadi dengan demikian, masyarakt ada pilihan mau daging sapi dan beku dengan harga maksimal Rp 80.000 tersedia. Di luar itu ada daging segar dengan kondisi yang ada, silahkan,” ujar Enggartiasto usai kunjungan kerja ke Pasar Jatinegara, Jakarta Timur,Kamis (12/1/2017).Sekadar informasi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Kamis (12/1/2017), melakukan kunjungan kerja ke tiga pasar di Jakarta yakni, Pasar Koja, Pasar Rawamangun, dan Pasar Jatinegara.Dalam kunjungannya tersebut, Enggartiasto memantau harga bahan pokok serta harga daging sapi dan kerbau.Terkait dengan pasokan, Enggartiasto menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan logistik (Bulog) dan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) untuk menyalurkan daging sapi dan kerbau yang telah di impor.

“Kami sudah minta kepada ADDI dan Bulog ntuk mempersiapkan jauh-jauh hari distribusikan daging. Karena, pasokan ada, barang ada, hanya tinggal pendistribusiannya ini dan sementara di Jakarta dulu,” tandasnya.

Tags: pt rifan financindo berjangka cabang med


Originally published at mimijemari.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.