​Pelemahan Dolar AS Bantu Emiten Indonesia

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan, untuk perusahaan emiten yang memiliki utang dalam valuta asing akan terbantu dengan pelemahan dolar AS.Melemahnya kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama lainnya dinilai akan mempengaruhi kondisi bursa di Indonesia. Namun, pengaruh yang akan diberikan oleh pelemahan dolar AS tersebut akan menjadi katalis positif.”Tadi kan dolarnya melemah Rupiahnya menguat, kalau Rupiah menguat otomatis kan pengaruh terhadap emiten-emiten di Indonesia yang punya utang dalam dolar kan akan pengaruh, pengaruh positif ya,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/1/2017).Dia pun berharap, investor asing mulai masuk kembali ke pasar modal Indonesia. “Sejauh ini, sampai dengan dua minggu pertama asing masih net sell ya,” tutur Nicky.

“Kalau pengaruhnya ke kurs Rupiah terhadap dolar AS, kalau pengaruhnya Rupiah menguat pasti ada pengaruh ke bursa, terhadap indeks, terhadap emiten seperti itu,” tambah dia.

Mengutip Bloomberg, Jumat (13/1/2017), rupiah dibuka di angka 13.305 per dolar AS, melemah jika dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di level 13.281 per dolar AS.Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Jumat pekan ini. Kebijakan fiskal yang kredibel dan juga keluarnya aturan ekspor mineral diharapkan bisa menjadi pendorong penguatan rupiah pada hari ini.Jika berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.308 per dolar AS. Patokan hari ini tersebut melemah jika dibanding dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.288 per dolar AS.Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah berada di angka 13.287 per dolar AS hingga 13.330 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah masih mampu menguat 1,35 persen.Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, rupiah terus menguat pada perdagangan Kamis, dengan pelemahan dolar AS yang lebih merata terhadap kurs di Asia.Kebijakan fiskal yang lebih kredibel serta diresmikannya PP minerba mempertahankan dominasi sentimen positif dari domestik. Rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya naik setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak awal tahun. Penguatan dolar AS tersebut setelah Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen dalam pidatonya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah berjalan dengan baik.

“Hal ini benar-benar ditunggu oleh semua pihak. Dengan adanya prospek yang cerah tersebut maka kemungkinan kenaikan suku bunga secara bertahap kembali datang,” jelas analis obligasi JP Morgan Private Bank, New York, AS, Philip Guarco.

Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terhadap rupiah setelah sempat melemah sepanjang hari kemarin.Dolar AS langsung menyentuh level tertinggi Rp 13.310 namun langsung kembali terjungkal ke Rp 13.300. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis (12/1/2017), dolar AS pagi ini berada di kisaran di Rp 13.310 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.280.Hingga pukul 09.40 WIB, dolar AS bertengger di posisi Rp 13.301.Sejak 9 Januari 2017, dolar AS sudah melemah 0,44% hingga pagi ini.Bila ditarik dalam rentang 5 hari, tampak dolar AS memang tengah berada pada tren pelemahan.

PT Rifan Financindo

All 
 PT Rifan Financindo 
 Rifanfinancindo 
 Rifan Financindo


Like what you read? Give Mimi Jemari a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.