Presiden Jokowi minta industri jasa keuangan perkuat KUR

Presiden Joko Widodo meminta industri jasa keuangan untuk memperkuat penyaluran kredit, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM.

Presiden juga mengarahkan agar para gubernur dapat memberikan subsidi bunga bank kepada KUR yang berasal dari APBD sehingga dapat membantu produktivitas perekonomian daerah.

“Saya minta arahkan kepada usaha-usaha kecil, usaha mikro, kepada nelayan untuk sisi produktif, bukan konsumtif, terutama BPD (bank pembangunan daerah),” kata Jokowi dalam sambutannya saat Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017 di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Dalam paparannya, Presiden menjelaskan perbankan perlu memperkuat KUR kepada petani, pekebun dan nelayan yang produktif di daerah-daerah sehingga pembangunan ekonomi meningkat.

“Berikan lebih banyak ke sektor produktif. Hal yang berkaitan dengan produksi. Kepada petani untuk beli pupuk, benih, bibit. Jangan sampai mereka diijon. Jangan sampai mereka ambil kredit dari rentenir dengan bunga tinggi, padahal di perbankan hanya 9 persen,” tegas Jokowi.

Kepala Negara meminta agar industri jasa keuangan di daerah-daerah gencar mempromosikan fasilitas KUR secara langsung kepada masyarakat.

“Jangan sampai kita sekarang senang memberikan bantuan sosial yang tidak produktif. Berikan bantuan kepada yang produktif untuk memberikan injeksi kepada masyarakat,” tegas Jokowi.

Pada 2015 saja, pemerintah menurunkan bunga KUR dari rata-rata 22 persen menjadi 12 persen. Sementara pada 2016, pemerintah menurunkan bunga KUR menjadi 9 persen.

Untuk tahun ini, Jokowi juga menargetkan bunga KUR dapat turun ke angka 7 persen dengan harapan dapat mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, terutama di daerah-daerah.

Namun demikian, Presiden juga meminta perbankan untuk tetap teliti dalam memberikan kredit sehingga dapat menghindari kredit macet atau “non performing loan” (NPL).

Pemerintah, katanya, terus berupaya menurunkan bunga KUR bagi produktivitas UMKM Indonesia.

Jokowi Instruksikan Pelaku Industri Salurkan Kredit Produktif | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pelaku industri jasa keuangan agar menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) lebih ke sektor produktif, seperti kepada para nelayan dan juga petani. Dengan demikian, pemerintah dapat membantu masyarakat ke bawah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Perbankan, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), kata Jokowi, penting untuk memiliki data akurat terkait para pelaku usaha mikro dan UKM termasuk para petani dan nelayan. Ia juga menyampaikan agar dilakukan kerjasama antar-BPD.

“Angka pertumbuhan kredit itu hati-hati, tolong arahkan kepada usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro, arahkan pada nelayan untuk sisi produktif, arahkan kepada petani untuk sisi produktif bukan konsumtif,” kata Presiden Jokowi saat pertemuan awal tahun Pelaku Industri Jasa Keuangan tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1).

Tak hanya itu, untuk meningkatkan angka penyaluran kredit ke sektor produktif, Jokowi meminta agar perbankan dan pelaku industri aktif menjemput bola ke masyarakat kecil. Kendati demikian, ia juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menyalurkan kredit sehingga tidak menaikkan angka non performing loan (NPL).

Dalam kesempatan ini, Jokowi memberikan apresiasinya kepada pemerintah daerah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan juga Jawa Tengah yang telah membuat kebijakan untuk masyarakat kecil. Ia pun meminta agar tiap kepala daerah memberikan subsidi dan bunga yang kecil kepada masyarakat.

“Saya minta gubernur memberikan subsidi-subsidi, bunga, yang kecil-kecil tadi dari APBD. Jangan sampai kita sekarang senang memberikan bantuan-bantuan sosial yang tidak produktif, berikan bantuan-bantuan kepada yang produktif, memberikan injeksi kepada masyarakat agar mereka produktif,” jelas Jokowi.

Jokowi menargetkan pertumbuhan angka kredit yang disalurkan pada tahun ini dapat mencapai hingga 12 persen. Sehingga ia meminta agar pelaku jasa industri keuangan berupaya untuk meningkatkan jumlah kredit yang disalurkan.

”Menkeu KUR-nya ini subsidinya ditambah, 2018 tambah lagi, tapi jangan diberikan pada sektor yang konsumtif, berikan kepada sektor yang produktif,” kata Jokowi.

Industri Jasa Keuangan Diminta Fokus ke Kredit UKM | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta industri jasa keuangan bisa fokus pada pemberian kredit kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dia ingin pengusaha kecil bisa berkembang dengan adanya sokongan dana.

Jokowi menuturkan, UKM di Indonesia sejatinya cukup besar, yakni sekitar 57,9 juta pelaku usaha. Namun, yang dapat mengakses kepada pemodal masih minim sehingga industri jasa keuangan perlu jemput bola.

“Saya minta seluruh industri jasa keungan, terutama perbankan, pertumbuhan kredit ini betul-betul dilihat benar,” kata Jokowi pada “Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Jasa Keuangan Tahun 2017”, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2017).

“Tugas semuanya bagaimana memperbesar itu. Kejar mereka, jangan tunggu. Mereka mau buka pintunya masuk ke bank bingung, karena tutup semuanya,” jelas dia.

“Padahal di perbankan ada bunga hanya sembilan persen per tahun. Karena mereka enggak tahu, kenapa? Karena enggak ada yang beritahu,” jelas dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak ingin para pengusaha kecil justru terjerembab masuk mengambil kredit dari rentenir dengan bunga yang sangat tinggi. Dia pun ingin, industri jasa keuangan lebih bisa merangkul mereka

Dia ingin, kredit untuk usaha kecil seperti nelayan diarahkan kepada sisi produktif. Jokowi mengapresiasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah yang sudah fokus pada usaha kecil.

“Melihat data, kelapa sawit yang milik petani 41 persen, pemerintah BUMN enam persen, swasta 53 persen. Yang karet bagus, petaninya karet 84 persen, kelapa 99 persen, berikan kredit kepada mereka untuk beli bibit. Salurkan kredit kita ke sana,” jelas dia.

Para gubernur pun diminta untuk memberikan subsidi dengan bunga yang kecil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di sisi lain, Jokowi meminta pemberian bantuan sosial yang tidak produktif diminta dikurangi.

PT Rifan Financindo


Originally published at ptrifanfinancindoberjangkablog.wordpress.com on January 13, 2017.

Like what you read? Give Mimi Jemari a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.