Ratu Belanda Puji Jokowi Masukkan Inklusi Keuangan di Nawacita

Pendidikan Menjadi Landasan Utama Bagi Masyarakat | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Selaku United Nations Secretary General Special Advocate for Inclusive Finance Development (UNSGSA), Ratu Maxima menilai tujuan daripada pemerintahan Jokowi tersebut adalah mengurangi kesenjangan sehingga menciptakan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat untuk mengurangi kemiskinan.

Dirinya menambahkan, jika semua itu bisa dilakukan dengan baik maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkembang menjadi lebih besar. Dan apa yang dilakukan pemerintah bisa menjadi contoh oleh banyak negara di dunia.

Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda mememuji Pemerintahan Joko Widodo terkait program inklusi keuangan di Indonesia yang dimasukkan dalam Nawacita. Inklusi keuangan menurut dia dapat membuka potensi ekonomi suatu negara serta dapat mengentaskan kemiskinan.

“Saya memuji langkah pemerintah indonesia dalam kepemimpinan jokowi dengan memasukan inklusi keuangan sebagai program utama di Nawacita,” ujar Ratu Maxima dalam penutupan acara Indonesia Fintech Festival and Conference 2016 di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, Selasa (30/8/2016).

“Itu merupakan bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs), pembangunan ekonomi berkelanjutan sekaligus inklusi keuangan berkelanjutan. Namun, saya berpesan jangan lupakan arah pembangunan di sektor pendidikan. Pedidikan itu penting terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang mempengaruhi sistem keuangan,” pungkasnya.

Kendati demikian, seluruh upaya tersebut tidak serta merta melupakan peningkatan pendidikan di Tanah Air. Sebab di era teknologi yang semakin maju ini, pendidikan menjadi landasan utama bagi masyarakat.

Hari Ini, Ratu Maxima dari Belanda Bertemu Presiden Jokowi | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

Keuangan inklusif merupakan gagasan untuk memperluas akses layangan keuangan kepada masyarakat, yang dilatarbelakangi keprihatinan bahwa sekitar 56 persen penduduk dewasa di dunia, tidak mendapatkan akses terhadap jasa keuangan.

Selain isu multirateral, Menlu RI dan Ratu Maxima juga membahas berbagai kerja sama bilateral kedua negara di bidang pendidikan, kebudayaan, kearsipan, pembangunan serta kerja sama perdagangan dan investasi yang menjadi perhatian bersama.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, bertemu dengan Ratu Belanda, Maxima, yang juga menjabat sebagai utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk isu inklusi keuangan (UN Secretary General’s Special Advocate for Inclusive Finance for Development).

Menlu Retno menegaskan, Indonesia merupakan satu contoh dari negara berkembang, yang sangat mengedepankan isu ini sekaligus berkontribusi bagi pengalaman mengenai kebijakan yang diimplementasikan dalam memajukan inklusi keuangan.

Ratu Maxima juga dijadwalkan pada Rabu pagi ini akan melakukan courtesty call dengan Presiden Joko Widodo, serta bertemu dengan beberapa Menteri di Kabinet Kerja, terutama yang mendukung pelayanan sistem keuangan inklusif.

​Kunjungan Ratu Maxima ke Jakarta adalah untuk membahas implementasi keuangan inklusif di Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara yang memiliki peran sangat besar di dunia internasional dalam promosi isu keuangan inklusif.

“Indonesia memiliki beberapa hal yang sudah diterapkan dalam konteks keuangan inklusif, terutama dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jadi, pemerintah memiliki keberpihakan yang sangat tinggi dalam menerapkan kebijakan ini,” kata Menlu Retno usai menerima kedatangan Ratu Maxima di Gedung Kemlu, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2016.

Ratu Belanda Puji Program Inklusi Keuangan di Indonesia | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Pekanbaru

“Saya memuji langkah pemerintah Indonesia yang memasukkan inklusi keuangan sebagai salah satu program dalam Nawa Cita,” ujar Ratu Maxima dalam sambutannya pada acara Indonesia Fintech Festival & Conference di ICE BSD, Selasa (30/8/2016).

Menurut Ratu Maxima, program inklusi keuangan Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif merupakan salah satu program yang baik.

Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda memuji program inklusi keuangan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Ratu Maxima menyambut baik langkah pemerintah Indonesia saat ini yang memasukkan inklusi keuangan dalam program Nawa Cita.

Ia mengatakan, inklusi keuangan dapat mendukung pembangunan ekonomi berbasis masyarakat sekaligus mengurangi kemiskinan.

Ratu Maxima menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan UNDP untuk pencapaian SDGs di Indonesia, terutama melalui peningkatan peran lembaga jasa keuangan.

Ratu Maxima datang ke Indonesia sebagai utusan khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan (UNSGA). Dia menuturkan, inklusi keuangan merupakan bagian dari pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui peran lembaga jasa keuangan.

Hal ini terutama dalam peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Menurut Ratu Maxima, kalau Indonesia bisa menyukseskan inklusi keuangan, maka Indonesia bisa menjadi berkembang dengan pesat dan menjadi contoh bagi banyak negara.

Hal ini seperti dengan penyediaan layanan keuangan digital, menumbuhkan keuangan berkelanjutan dengan implementasi yang tepat, dan mendorong peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan untuk mengurangi kemiskinan.

Kesepakatan tersebut meliputi kerja sama pencapaian SDGs melalui akselerasi peran lembaga jasa keuangan, terutama dalam peningkatan inklusi dan literasi keuangan.

PT Rifan Financindo


Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mimi Jemari’s story.