Sebanyak Tujuh Kapal Ikan Asing Ilegal Ditangkap Petugas Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP)

Para Petugas Kembali Menangkap Kapal Ikan Asing Ilegal Di Dua Lokasi Berbeda | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Sjarief Widjaya selaku Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan Da Perikanan memberikan keterangan. “Setelah berhasil menangkap delapan kapal perikanan asing (KIA) ilegal di perairan Sulawesi pada akhir bulan September 2016, Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali berhasil menangkap tujuh KIA ilegal,” ujar Sjarief.

Ketiga kapal yang ditangkap yaitu KM. Karang (56 gross tonnage/GT, 14 ABK), KM. PAV 4543 (GT 50, 10 ABK), dan KM. Murkhan (5 GT, 24 orang). Selanjutnya, kapal yang menggunakan alat tangkap pair trawl dan ABK dikawal menuju ke Satuan Kerja PSDKP Batam untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Di dua lokasi yang berbeda,kapal pengawas perikanan dari Kantor Kelautan Dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap sebayak tujuh unit kapal ikan asing ilegal.

Pada Tanggal 11 Oktober 2016,di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) perairan Kepulauan Riau,berhasil ditangkap tiga kapal ikan asing ilega (KIA) berikut 48 oran Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Vietnam. Penangkapan ini dilakukan oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu 014.

Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009

Sementara untuk empat kapal lainnya ditangkap oleh KP. Orca 03 di WPP-RI sekitar perairan Miangas Sulawesi Utara pada tanggal 7 dan 12 Oktober 2016 dengan jumlah ABK sebanyak 30 orang yang diduga WNA Filipina.

KKP Tangkap 7 Kapal Asing di Perairan Riau dan Sulawesi | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

“Penangkapan kapal ilegal tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Hiu 014,” ujar Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Oktober 2016.

Ada pun kapal yang ditangkap, masing-masing bernama Kapal Motor Karang, KM PAV 4543, dan KM Murkhan. “Selanjutnya kapal dan ABK dikawal menuju Satuan Kerja PSDKP Batam, untuk kemudian diproses secara hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” kata Sjarif.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap tujuh kapal ikan asing ilegal di dua lokasi berbeda pada 7–12 Oktober 2016. Kapal-kapal tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

Sjarief yang juga menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) itu mengatakan pihaknya menangkap tiga kapal asing berbendera Malaysia di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) perairan Kepulauan Riau, pada 11 Oktober lalu. Ketiga KIA itu mengangkut 48 awak kapal yang diindikasi berkewarganegaraan Vietnam.

Menindaklanjuti temuan ini, Menteri KKP Susi Pudjiastuti telah mengimbau pemerintah daerah untuk tidak memfasilitasi pemberian KTP Indonesia kepada awak kapal asing. Menurut Sjarif, Susi juga mengharapkan kerja sama dari kepolisian untuk mengembangkan kasus dan menangkap siapapun yang terlibat.

“Mereka dikawal menuju Pangkalan PSDKP Bitung untuk proses hukum.” Penangkapan ini melanjutkan prestasi KKP, yang juga berhasil menahan delapan KIA ilegal di perairan Sulawesi, akhir September 2016.

Sementara empat kapal lain, ujarnya, ditangkap oleh Kapal Pengawas Orca 03 di perairan Miangas, Sulawesi Utara, dalam kurun waktu enam hari, sejak 7 hingga 12 Oktober. Petugas KKP pun menahan 30 awak kapal yang diduga berkewarganegaraan Filipina.

KKP Kembali Tangkap Tujuh Kapal Ikan Asing | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

Kapal pengawas perikanan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap tujuh kapal ikan asing ilegal di dua lokasi yang berbeda pada periode tanggal 7–12 Oktober 2016.

Berdasarkan data KKP, penangkapan kapal ilegal tersebut, dilakukan oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu 014 terhadap tiga KIA dengan 48 Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Vietnam di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) perairan Kepulauan Riau, pada tanggal 11 Oktober 2016.

“Setelah berhasil menangkap delapan kapal perikanan asing (KIA) ilegal di perairan Sulawesi pada akhir bulan September 2016, Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali berhasil menangkap tujuh KIA ilegal,” kata Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja, Sabtu (15/10).

Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah menyampaikan himbauan kepada pemerintah daerah untuk tidak memfasilitasi pemberian KTP Indonesia kepada ABK asing. Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengharapkan pihak kepolisian untuk terus bekerja sama dengan KKP untuk melakukan pengembangan kasus tersebut dan menangkap siapapun yang terlibat.

Ketiga kapal yang ditangkap yaitu KM. Karang (56 gross tonnage/GT, 14 ABK), KM. PAV 4543 (GT 50, 10 ABK), dan KM. Murkhan (5 GT, 24 orang).

Sementara untuk empat kapal lainnya ditangkap oleh KP. Orca 03 di WPP-RI sekitar perairan Miangas Sulawesi Utara pada tanggal 7 dan 12 Oktober 2016 dengan jumlah ABK sebanyak 30 orang yang diduga WNA Filipina.

Selanjutnya kapal yang menggunakan alat tangkap ‘pair trawl’ dan ABK dikawal menuju ke Satuan Kerja PSDKP Batam untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Ketiga kapal tersebut kemudian dikawal menuju Pangkalan PSDKP Bitung untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan. Selain itu, PPNS Perikanan juga akan mendalami adanya kemungkinan ABK yang diduga Filipina namun mengantongi KTP Indonesia sebagaimana ditemukan terhadap ABK delapan kapal ilegal Filipina yang ditangkap pada akhir September.

Rifan Financindo

Like this:

Like Loading…

Related


Originally published at ptrifanfinancindoberjangkablog.wordpress.com on October 15, 2016.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mimi Jemari’s story.