Tingkatkan Kualitas, Universitas Pertamina Gandeng ITB Dan UI

PT Rifan Financindo Berjangka — Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka mengungkapkan pihaknya menggandeng kedua institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia tersebut guna mendukung penguatan kualitas pendidikan yang diselenggarakan Universitas Pertamina. Penandatangan Nota Kesepahaman tersebut dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian acara Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2016/2017 di kantor Pusat Pertamina.

Universitas Pertamina bersama Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) hari ini, Senin (15/8/2016).

“Kerja sama yang dijalin bersama UI meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pelatihan. Selain itu kerja sama dalam penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya, kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya,” jelasnya dalam siaran persnya, Senin (15/8/2016).

Meningkatkan dan Mengembangkan Kompetensi Sumber Daya Manusia | Rifan Financindo

Dia mengaatakan kedua universitas UI dan Pertamina telah sepakat untuk bekerja sama meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sumber daya manusia. Sedangkan dengan Universitas ITB, bersama-sama akan menyelenggarakan pendidikan dosen, mahasiswa, dan pekerja.

“Kami sepakat untuk mengadakan penelitian terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi, kompetensi, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh para pihak. Selain itu, menyelenggarakan pengabdian masyarakat yang memberikan nilai tambah bagi kedua universitas dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain dengan UI dan ITB, paparnya, Universitas Pertamina bekerja sama dengan sejumlah anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Dalam kesepakatan tersebut, anak perusahaan Pertamina menjamin komitmennya terhadap keberlangsungan pembelajaran dan operasional Universitas Pertamina serta pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Kesepakatan ini memiliki jangka waktu tiga tahun sejak ditandatangani.

Universitas Pertamina Resmi Terima 1.202 Mahasiswa | Rifanfinancindo

Sejak pendaftaran dibuka pada awal tahun, tercatat ada 5.854 calon mahasiswa yang mengikuti ujian. Dari total calon mahasiswa tersebut, 1.202 peserta atau dengan rasio 1:5 dianggap telah lolos ujian.

Hari ini Universitas Pertamina resmi menerima para mahasiswa tahun ajaran 2016–2017. Para mahasiswa tersebut merupakan angkatan pertama dari universitas milik PT Pertamina (Persero).

Akhmaloka mengatakan, meski Universitas Pertamina baru berdiri, dia berharap angkatan pertama Universitas Pertamina bisa tetap berprestasi dan mampu menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Saya yakin bahwa adik-adik, putra-putri merupakan yang terbaik, dan saya bangga menerima kalian semua. Secara pribadi saya ucapkan selamat atas keberhasilan segenap mahasiwa baru atas kerja kerasnya mengikuti ujian,” tuturnya. ​

“Tahun ini merupakan tahun pertama berdirinya Universitas Pertamina. Mereka semua berasal dari berbagai penjuru Tanah Air. Kepada mahasiswa yang datang dari luar Jakarta, saya ucapkan selamat datang di Ibu Kota Jakarta,” ujar Rektor Universitas Pertamina Prof Akhmaloka di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Selain itu, Universitas Pertamina juga memberikan beasiswa kepada 549 mahasiswa yang beruntung atau sekira 40 persen dari total mahasiswa yang diterima. Bentuk beasiswa yang diberikan berupa pembebasan biaya sumbangan pengembangan institusi (SPI) 100 dan 50 persen.

191 Mahasiswa Baru Universitas Pertamina Terima Beasiswa | PT Rifan Financindo

Sebanyak 1.235 mahasiwa baru diterima oleh Universitas Pertamina tahun akademik 2016/2017. Sebanyak 191 mahasiswa (15%) di antaranya diterima melalui jalur beasiswa untuk kuliah pada 15 program studi di universitas itu.
 
Di samping beasiswa, Universitas Pertamina juga menawarkan pembebasan sumbangan pengembangan institusi kepada 164 orang dan keringanan biaya kuliah sebesar 50 persen kepada 194 mahasiswa. Para mahasiswa berasal dari 33 provinsi di Tanah Air dengan Jawa Barat menjadi daerah asal mahasiwa terbanyak, yaitu 333 orang.
 
“Para mahasiswa baru Universitas Pertamina adalah putra-putri terbaik yang terpilih setelah mengikuti tes masuk dengan tingkat persaingan yang sangat ketat,” ujar Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka dalam sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru Universitas Pertamina tahun akademik 2016/2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (15/8/2016).
 
Selain mahasiswa baru, hadir jajaran rektor dan civitas akademik Universitas Pertamina, juga Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro, Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsyah Suryadi, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anies, serta jajaran direksi dan manajemen Pertamina.
 
Akhmaloka mengatakan Universitas Pertamina hadir untuk membangun dan mengembangkan SDM serta ilmu pengetahuan. Juga sebagai sarana menjembatani antara kebutuhan industri dengan pengembangan inovasi di perguruan tinggi.
 
Untuk memberikan akses pendidikan bagi semua kalangan, kata Akhmaloka, Pertamina memberikan tiga katagori beasiswa, yaitu Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina (BEUP) mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, beasiswa undangan, dan beasiswa prestasi yang diseleksi melalui lomba karya kreatif dan inovatif.
 
“Lomba karya kreatif dan inovatif bagi ini terdiri atas tiga kategori, yaitu lomba karya ilmiah, lomba desain grafis, dan lomba aplikasi digital dan diselenggarakan pada 7 April–15 Juli 2016,” ujar Akhmaloka.
 
Eman Sulaeman Nasim, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Kreatif dan Inovatif Pertamina, mengatakan peserta Lomba Karya Kreatif dan Inovatif lebih dari 150 orang dari tiga katagori. Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai pemenang, masing-masing 5 pemenang untuk kategori lomba karya ilmiah dan desain grafis dan 4 pemenang untuk aplikasi digital.
 
“Mereka memang pantas untuk mendapatkannya. Selain hasil karya tulis, desain grafis serta karya aplikasi digital juga nilai akademis selama SMA atau SMK memang bagus. Dengan demikian kreativitas mereka seiring sejalan dengan kecerdasan,” ujar Eman.
 
Alyosius mengatakan salah satu tantangan BUMN ke depan adalah mengatasi ketidakmerataan hasil pembangunan, menciptakan ketahanan energi dan pangan, infrastruktur dan industri dasar, akses layanan keuangan serta pengembangan SDM. Karena itu sangat diperlukan adanya koneksitas di antara BUMN dalam menyediakan SDM yang siap mendukung percepatan roadmap BUMN dalam perguruan tinggi.
 
“Kami mengapresiasi kehadiran Universitas Pertamina yang fokus pendidikannya untuk menghasilkan SDM yang mumpuni yang bisa berkiprah dalam pengembangan sektor energi di Tanah Air di masa depan,” jelas Alyosius.
 
Wisnuntoro, Sekretaris Perusahaan Pertamina, menjelaskan Pertamina tidak ingin anak-anak berprestasi tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya karena kendala biaya. Apalagi Pertamina memiliki perwakilan di seluruh Tanah Air sehingga mempermudah penjaringan.
 
Universitas Pertamina berdiri pada 1 Februari 2016 sebagai bentuk tanggungjawab sosial PT Pertamina (Persero) di bidang pendidikan. Universitas Pertamina adalah perguruan tinggi di Indonesia dengan yang kurikulumnya dibuat khusus berbasis industri energi.

Program studi yang dikelola oleh perguruan tinggi swasta ini adalah Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Perminyakan, Teknik Elektrok, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen, Ekonomi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Kimia, Ilmu Komputer, Ilmu Hubungan Internasional, dan Ilmu Komunikasi.

sumber