WhatsApp Segera Dibanjiri Pesan Bisnis dan Marketing

WhatsApp Mengumumkan Rencana Untuk Menghubungkan Penggunanya Dengan Bisnis | PT Rifan Financindo Berjangka

Menurut kabar yang beredar, pengujian layanan bisnis ini akan dicoba pada beberapa pengguna yang terpilih dalam beberapa bulan ke depan. Kemudian layanan bisnis akan masuk ke WhatsApp pada akhir tahun ini.

Bagi pengguna WhatsApp, bersiaplah nantinya bakal muncul pesan bisnis. Layanan pesan instan populer itu segera mengintegrasikan layanan bisnis ke dalam platform mereka.

Masuknya layanan bisnis ke WhatsApp terbilang bukan kejutan lagi. Sebab layanan pesan instan milik Facebook itu sudah memberikan sinyal pada awal tahun ini. Pada Januari lalu, WhatsApp mengumumkan rencana untuk menghubungkan penggunanya dengan bisnis.

Integrasi layanan bisnis ke dalam WhatsApp diumumkan dalam perubahan kebijakan terbaru. Sejak dibeli Facebook pada 2014, WhatsApp telah mengubah kebijakan privasi untuk pertama kalinya. Dalam perubahan kebijakan itu, WhatsApp akan mulai berbagi beberapa dan dan nomor ponsel pengguna dengan Facebook. Selain itu, Facebook juga akan mulai menguji bisnis bisa terhubung dengan pengguna.

Dikutip dari Tech Crunch, Jumat 26 Agustus 2016, bentuk masuknya layanan bisnis yaitu nanti pengguna bisa menemukan notifikasi penerbangan, menerima notifikasi pengiriman barang sampai munculnya pesan pemasaran di WhatsApp.

Hal itu tercantum dalam kebijakan layanan dan pengguna terbaru WhatsApp.

“Kami akan menggali cara untuk Anda (pengguna) dan bisnis agar berkomunikasi menggunakan WhatsApp, misalnya dalam bentuk persetujuan informasi, notifikasi pengiriman dan pengantaran, pembaruan layanan dan produk dan pemasaran,” tulis kebijakan WhatsApp.

Sementara kompetitor WhatsApp, yaitu WeChat, Line dan Kakao, memang faktanya tidak menjual iklan. Ketiganya, menghubungkan pengguna dengan bisnis melalui cara yang tidak terlalu kasar. Ketiganya memonetisasi layanan dengan menghubungkan pengguna dengan akun resmi entitas bisnis. Nah entitas bisnis akan membayar kepada ketiga kompetitor WhatsApp, untuk memberikan promosi melalui platform mereka.

Untuk kontes masuknya layanan bisnis di platform WhatsApp, dipandang belum jelas bentuknya, apakah akan mengambil langkah seperti ketiga pesaingnya itu atau tidak.

Meski bakal masuk pesan pemasaran atau marketing, tapi WhatsApp menjamin tidak akan nyampah alias membanjiri pengguna dengan pesan spam.
WhatsApp menyebutkan pesan pemasaran dan pesan bisnis lainnya akan relevan dengan kebutuhan pengguna.

“Seperti yang kami umumkan awal tahun ini, kami ingin menggali cara bagi Anda untuk berkomunikasi dengan bisnis, sementara kami tetap memberikan kepada Anda pengalaman tanpa iklan banner pihak ketiga dan spam,” tulis WhatsApp.
Komitmen WhatsApp dengan privasi dan tak akan nyampah sudah disampaikan pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Jan Koum pada 2012. Saat itu dia menegaskan, salah satu pembeda WhatsApp dengan kompetitor yakni WhatsApp tidak menjual iklan.

WhatsApp Sinkronkan Nomor Telefon dengan Facebook | PT Rifan Financindo Berjangka

Seiring dengan pengumuman ini, WhatsApp juga turut memperbarui sayarat dan kebijakan aplikasi miliknya beberapa hari ini. Dalam pernyataannya, Facebook menjelaskan alasan dibalik ketentuannya tersebut.

“Jika seseorang menggunakan Facebook dengan cara yang tidak wajar dan mengirimkan link berbahaya ke pengguna lain, kami dapat mengidentifikasi akun yang bersangkutan di aplikasi WhatsApp. Kami bisa menonaktifkan layanannya di WhatsApp bukan hanya di Facebook,” ungkap Facebook.

WhatsApp mengumumkan bahwa nomor yang dipakai untuk layanannya, akan tersinkron dengan aplikasi induk perusahaan Facebook, bahkan jika menggunakan nomor yang berbeda.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan dalam menarget pengiklanan dan melawan adanya gangguan spam. Sebagaimana dilansir Phone Arena, Jumat (26/8/2016), jika kedua aplikasi tersebut digunakan dalam satu perangkat, maka Facebook akan menarik nomor yang terhubung dengan WhatsApp melalui pengidentifikasi perangkat.

Selain itu pihak Facebook juga menerangkan bahwa sistem ini akan memudahkan untuk Facebook Custom Audience dalam hal bisnis. Facebook akan bisa menayangkan iklan yang relevan dengan menarik data dari nomor berbeda yang terhubung ke kedua layanan.

Sistem tersebut akan bekerja dengan mengenali kebiasaan transaksi dengan nomor telepon yang sama saat digunakan pada aplikasi WhatsApp. Dengan begitu, Facebook akan bisa menampilkan iklan yang sesuai dengan kebiasaan transaksi di WhatsApp ke aplikasi miliknya.

Perubahan kebijakan di aplikasi Whatsapp ini merupakan yang pertama kalinya sejak diakuisisi oleh Facebook pada 2014. Penguna dari layanan ini secara bertahap akan menerima pembaruan syarat dan ketentuan secara global dalam beberapa hari ke depan.

Meski begitu, Facebook sendiri menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan membagikan informasi nomor telepon penggunanya ke pihak perusahaan pengiklan untuk menjaga privasi.

WhatsApp Dipastikan Bakal Dijejali Iklan | PT Rifan Financindo Berjangka

Seperti dilansir KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (26/8/2016), WhatsApp sendiri baru saja mengumumkan pembaruan perjanjian pemakaian layanan (terms of service) melalui blog resmi mereka.

“Hari ini, kami memperbarui perjanjian dan kebijakan privasi kami. Selama 4 tahun berjalan, ini adalah pembaruan pertama yang kami lakukan sebagai bagian dari rencana untuk menguji komunikasi antara bisnis dengan para pengguna. Pengujian ini akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang,” tulis pengumuman dalam blog WhatsApp itu.

Dalam waktu dekat, WhatsApp bakal berubah. Aplikasi pesan instan tersebut akan mulai dijejali berbagai iklan.

Perubahan itu terkait dengan upaya Facebook untuk memperoleh keuntungan dari WhatsApp, perusahaan yang dulu dibelinya seharga 22 miliar dollar AS atau sekitar Rp 291,9 triliun.

Sebagai langkah pertama untuk mewujudkan langkah tersebut, WhatsApp mulai melonggarkan kebijakan privasi yang selama ini melindungi data-data pengguna. Selanjutnya, WhatsApp akan mulai berbagi data tertentu dari sekitar 1 miliar pengguna aktifnya dengan Facebook untuk mengelola iklan.

Kebijakan baru WhatssApp memang bisa membantu mendapatkan uang, tapi di sisi lain bisa juga membuat penggunanya gerah.

Untuk diketahui, setelah WhatsApp dibeli Facebook pada 2014 silam, founder WhatsApp Jan Koum pernah memohon agar Facebook tidak mengubah kebijakan soal penanganan data pengguna. Maksud Koum, dia tidak ingin aplikasi pesan instan itu jadi penuh dengan iklan.

Sayangnya, perubahan itu sekarang terjadi. Data pengguna WhatsApp, seperti nomor telepon, sekarang akan disebarkan ke aplikasi atau perusahaan lain milik Facebook. Data tersebut kemudian akan dipakai sebagai alat untuk mengelola iklan yang muncul saat pengguna membuka Instagram, Facebook, atau sekadar berkirim pesan di WhatsApp.

Iklan itu sendiri nantinya akan berbentuk pesan broadcast kepada pengguna WhatsApp. Pihak WhatsApp memberi contoh, bisa saja satu maskapai memberikan informasi penerbangan yang tertunda.

Mungkin saja, satu perusahaan membayar WhatsApp untuk mengirimkan iklan berupa informasi produk baru kepada semua atau sebagian pengguna.

Dengan kata lain, perusahaan pemilik merek kini bisa membayar ke Facebook atau WhatsApp untuk berkomunikasi langsung dengan pengguna WhatsApp. Misalnya dengan cara mengirimkan reminders, notifikasi pengiriman, hingga pesan-pesan terkait pemasaran.

“Kami ingin menguji fitur ini dalam beberapa bulan ke depan,” tulis WhatsApp dalam blog resminya. ​

Rifanfinancindo