Perihal Teman
Pertemanan itu mahal.
Aku membagi teman-temanku menjadi 4 kelompok bagian; teman dekat, teman main, kenalan, dan orang-orang yang cukup aku ketahui nama dan profesinya saja.
Teman dekat adalah mereka yang mengetahui hampir semua cerita hidupku. Orang-orang yang ingat menu kesukaanku tanpa berulang kali diberi tahu. Teman dekat tidak selalu sependapat, yang sepaket belum tentu sepakat, namun ada koneksi yang sudah dibangun dengan kuat.
Teman main adalah mereka yang aku habiskan waktu untuk nongkrong bersama, atau pergi ke kondangan bersama, atau liburan bersama. Cukup saling dalam mengenal dan saling bisa diandalkan.
Relasi dalam dunia belajar dan kerja adalah hal yang penting sekali. Kenalan-kenalan adalah mereka yang tidak terlalu intens kuhubungi namun punya peranan dalam hidup sehari-hari.
Yang terakhir adalah kelompok orang yang bisa jadi belum mengenalku, tetapi aku sedikit banyak tahu profil mereka. Sehingga bila nanti ada keperluan mendadak dalam bidang mereka, aku sudah tahu harus ke mana.
Katanya, semua yang didapatkan dengan usaha akan terasa lebih berharga. Mereka yang mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma, mungkin bisa membuang atau meninggalkan begitu saja.
Aku ingin punya hubungan pertemanan yang istimewa. Perlu usaha, dan tidak aku umbar semua. Aku ingin ada usaha saling mengenal, saling belajar paham, saling menerima kekurangan, saling mendukung dengan tulus semua kelebihan.
Aku ingin pertemananku punya proses mahal.
