Jangan Panik! Pelajari Hal-Hal yang Harus Dilakukan Saat Gempa Bumi

Masih dalam pembahasan soal gempa. Kalau di beberapa tulisan kemarin sudah diinfokan tentang titik-titik dan kekuatan gempat yang melanda Indonesia sepanjang 2018, dan juga tentang bantuan yang seharusnya kita berikan untuk para korban, kali ini kita akan fokus pada diri sendiri. Jangan sampai karena sibuk menolong orang lain, kita malah tidak siap saat bencana terjadi di lingkungan sekitar kita.

Penting untuk diketahui bahwa Indonesia ini terletak di titik rawan bencana. Kalau pernah dengar yang namanya cincin api Pasifik, atau yang lebih akrab disebut ring of fire, hampir semua wilayah di Indonesia terutama bagian utara dan timur masuk dalam garis ini. Negara lain yang ada di dalamnya, ada Jepang dan juga pinggiran Amerika bagian utara dan selatan.

Ring of fire sendiri merupakan daerah yang rawan mengalami gempa bumi ataupun letusan gunung berapi. Mengelilingi cekungan Samudra Pasifik, daerah ini berbentuk seperti tapal kuda, mencakup wilayah sepanjang 40 ribu kilometer. Sekitar 90% dari gempa bumi, dan 81% yang terbesar, terjadi di sepanjang cincin api ini. Itulah salah satu faktor kenapa sepanjang tahun 2018 ini Indonesia dilanda gempa tak berkesudahan.

Kita tahu, bencana alam datangnya seperti pencuri, tak dapat diduga dan begitu cepat. Mengingat kita berada dalam area ring of fire ini, maka waspada dan siaga haruslah jadi tugas utama masing-masing pribadi. Perlu sekali untuk tahu apa saja yang harus dilakukan sebelum dan saat bencana alam, terutama gempa bumi ini melanda. Maka, mari kita berbagi informasi di sini.

Tas Siaga Bencana

Paling utama, siapkan tas siaga bencana. Pakai tas khusus, usahakan yang tahan air, dan isi dengan air minum serta makanan praktis dengan porsi untuk 3 hingga 10 hari. Penting juga untuk menyelipkan P3K dan obat-obatan pribadi yang sudah biasa kita konsumsi. Selain itu, yang sangat penting, sisipkan juga sejumlah uang dan dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, sertifikat tanah/rumah, dokumen asuransi, surat kepemilikan aset, dll.

Perlu juga untuk memasukkan beberapa lembar pakaian, jaket, juga alas kaki dan perlengkapan lain seperti sarung tangan, pelindung kepala, masker, ke dalam tas siaga bencana ini. Simpan juta senter dan radio dengan ekstra baterainya, peralatan yang sebenarnya sederhana namun penting seperti peluit, pisau serbaguna, selotip atau lakban. Jangan lupa juga membawa perlengkapan mandi standart, serta tisu basah dan kering.

Gempa Terjadi Saat di Dalam Rumah

Jika kita sedang berada di dalam rumah saat gempa terjadi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tempat berlindung. Paling aman, cari kolong meja yang atasnya bukan kaca, berlindunglah di bawah situ sambil berpegangan pada kakinya. Tangan yang lain bisa melindungi kepala, dan kalau sempat mengambil, bisa memakain bantal atau tas untuk menutup bagian kepala ini.

Tetaplah waspada dengan mengawasi pergerakan barang-barang yang ada di dalam rumah. Hindari dekat-dekat dengan barang pecah belah atau perabotan yang berat seperti lemari dan lainnya, yang berpotensi menindih badan kita. Nah, setelah guncangan mereda dan berhenti, segeralah keluar rumah, dan pastikan kondisi sudah aman saat kembali ke dalam.

Gempa Terjadi Saat di Dalam Bangunan Tinggi

Bangunan tinggi atau gedung pasti lebih berisiko saat terjadi gempa. Kita harus segera keluar dari dalamnya dengan aman, sementara hal tersebut sangat sulit dilakukan. Well, tetap tenang, cari jalan keluar, hindari pemakaian lift, ikuti prosedur gedung yang sudah menyediakan tangga darurat. Jangan panik, karena hal tersebut justru membuat kita tidak bisa berpikir jernih.

Di Luar Ruangan

Setelah bisa lepas dari dalam rumah atau gedung, atau mungkin kamu beruntung sedang tidak berada di dalam ruangan, jika gempa masih juga berguncang, segeralah cari tanah lapang dan berlari ke tengahnya. Jika memang tak ada tanah lapang, tetaplah berada jauh dari pepohonan, tiang-tiang jalanan, atau bangunan yang berpotensi ambruk.

Buat yang tempat tinggalnya dekat dengan pantai, jika gempa masih terus berlanjut dan bahkan makin keras, segeralah mencari dataran yang lebih tinggi agar terhindar kalau-kalau terjadi tsunami. Jangan lupa bawa tas siaga bencana yang sudah disiapkan di awal tadi, sebelum keluar jauh dari rumah. Tetap berjalan dengan tenang dan cari tempat yang aman.

Tak ada siapapun yang ingin dilanda bencana. Persiapan yang kita lakukan sebelum terjadi gempa ini bukanlah sebuah doa buruk, tapi merupakan antisipasi, karena seperti yang sudah dituliskan di atas, bahwa bencana alam datang seperti pencuri, tiba-tiba dan sangat cepat. Well, semoga kita semua terhindar dari bahaya dan selalu diberi keselamatan.