Pembangunan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang Dinilai Mubazir
Muhamad Nurul Ismail (15417105)

Pembangunan nasional dan infrastuktur kini tengah gencar-gencarnya di bangun oleh pemerintah. Tidak terkecuali pembangunan infrastruktur transportasi yang tengah hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat Jawa Barat. Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), yang merupakan jalan tol trans Jawa akan menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Tol Padaleunyi dengan Tol Palimanan-Kanci. Jalan tol Cisumdawu direncanakan memiliki panjang 60,3 km. Jalan tol ini terbagi atas beberapa trase pembangunan. Trase pertama dari Tanjungsari-Sumedang (17,5 km), kemudian trase II Tanjungsari-Cileunyi (12,025) dan akan dilanjutkan trase III Sumedang-Cimalaka (3,75 km). Kemudian trase IV Cimalaka-Legok (7,200 km), trase V Legok-Ujungjaya (15,900 km), dan trase VI Ujungjaya-Dawuan (4,048 km).
Sejak peresmian pembangunan tol Cisumdawu tahun 2011 lalu, pembangunan jalan tol Cisumdawu selalu dinilai akan rampung di tahun-tahun yang lalu, namun nyatanya hingga saat ini , pembangunan Tol Cisumdawu belum sepenuhnya selesai. Menurut Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, pemerintah memang terlambat dalam melakukan pembangunan tol Cisumdawu akibat berbagai hal, mulai dari masalah administrasi hingga masalah pembebasan lahan.
Rencana pembangunan jalan tol Cisumdawu sebenarnya sudah dibicarakan sejak tahun 2005 lalu, Namun pembangunan baru dilaksanakan tahun 2012 karena harus menyelesaikan tahap administrasi dan pembebasan lahan yang cukup alot. Bahkan ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang yang merupakan seksi 1 pembangunan jalan tol ini baru dimulai di awal tahun 2018 lalu dan saat ini dua terowongan yang dilalui tol Cisumdawu sudah rampung.
Selain itu, pembangunan Tahap 1 jalan tol Cisumdawu ini dianggap mubazir oleh karena hingga kini masih belum bisa difungsikan. Sementara saat ini, pemerintah tengah mengebut pengerjaan tahap selanjutnya, yang meliputi seksi 3, 4, 5 dan 6. Tahap 1 pengerjaan meliputi 2 seksi, yaitu 6 km bagian tol Cisumdawu di Tanjungsari dari 28 km total tahap pertama sudah selesai di kerjakan namun belum bisa difungsikan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady mengeluhkan pengerjaan yang tidak efektif dan efesien. Menurutnya, seharusnya 6 km tahap awal pengerjaan sudah bisa beroperasi. Masalah hambatan pengerjaan ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Guntoro. Ia mengatakan ada sedikit hambatan pada masalah pembebasan lahan. Ia mengatakan ada beberapa titik pembebasan lahan yang belum terselesaikan. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah Daerah Kembang Lili yang masih menjadi perdebatan apakah itu milik kehutanan atau milik masyarakat.
Pembangunan jalan tol Cisumdawu merupakan implementasi dari misi pemerintah untuk membangun infrastruktur yang lebih baik. Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi beban kemacetan di beberapa titik terutama beban jalan Cadas Pangeran, selain itu juga untuk mengurangi kemacetan dari Cileunyi sampai ke Ujung Jaya dan Dawuan, Majalengka. Saat ini kondisi Cadas Pangeran sudah kritis dan tinggal menunggu ambrik karena dilalui kendaraan diatas ambang batas. Kemacetan juga sering terjadi dan lama tempuh Bandung-Sumedang yang biasanya satu jam menjadi bisa sampai tiga jam karena macet. Dengan adanya jalan tol ini maka nanti waktu tempuh Sumedang Bandung bisa 30 menit dengan kecematan 80 km per jam.
Sumber : Rustandi, D. (2012, November 29). Jalan Tol Cisumdawu Mulai Dikerjakan. Tribun News. Retrieved from http://jabar.tribunnews.com/2012/11/29/proyek-tol-cisumdawu-diresmikan-menteri-pu
Anonim. (2018). Belum Berfungsi, Tol Cisumdawu Tahap I Dinilai Mubazir. Retrieved from https://www.jatinangorku.com/belum-berfungsi-tol-cisumdawu-tahap-dinilai-mubazir.html
