To: the girl who loved me

Aku sudah coba berbagai cara untuk tetap bertahan denganmu. Perdebatan apapun tak jua menemukan titik penyelesaian, hingga membuatmu lelah berpikir, dan akhirnya meneteskan air suci dari matamu yang bening itu.

Aku tak tahan melihat air suci itu selalu turun dari matamu yang indah, karna kau terlalu berharga untuk menangisi diriku yang brengsek ini — yang masih mencintai masa laluku.

Jangan paksakan genggamanmu agar kita tetap bersama. Karena aku sudah tak bisa denganmu lagi. Aku juga tak tahu kenapa diriku begini.

Tolong izinkan saja aku pergi. Yang berubah hanyalah tak lagi kumilikmu. Mungkin lebih baik kita berjalan tanpa ada ikatan apapun. Aku ya aku, kamu ya kamu.

Aku tahu akhir dari kisah ini, kau takut aku hilang. Aku tak akan hilang, aku janji. Kau masih bisa melihatku, dan kau harus percaya, aku masih bisa menjadi temanmu.

Yang berubah hanya aku-bukan-lagi-milikmu.

-Boy who ever loved you.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Bee-la.’s story.