Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia

Alvi Mohamad
Apr 13, 2018 · 4 min read

Essay ini dibuat untuk syarat dokumen dalam mengajukan beasiswa unggulan, dan Alhamdulillah berkat doa teman-teman, saya dinyatakan lulus pada pendaftaran Batch 1 2018 (baca pengalaman mendapatkan beasiswa unggulan di sini). Berikut ini essay yang saya upload ketika saya mendaftar.


Nama saya Alvira Mohamad, saya lahir dan tinggal di Sukabumi, salah satu kabupaten/kota terluas di provinsi Jawa Barat dan saya telah mengenyam wajib belajar 12 tahun di sana. Menjadi salah satu yang dapat merasakan pendidikan di SDSN 5 Cibadak, SMPN 1 Cisaat, dan di SMAN 1 Cibadak adalah sesuatu yang patut disyukuri oleh saya, karena sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah favorit di lingkungan kelahiran saya. Banyak sekali pengalaman mengesankan selama berada di sana, seperti terlibat di OSIS ketika SMP maupun ketika SMA, aktif di beberapa ekstrakulikuler, dan ikut berbagai perlombaan, hingga sempat ketika di penghujung SMA mendapat Juara 1 lomba poster fisika tingkat nasional yang diselenggarakan oleh FPMIPA UPI.

Pasca lulus SMA, saya melanjutkan studi S1 jurusan Sistem Informasi di Universitas Komputer Indonesia, Bandung. Saya sangat bersyukur dapat kuliah di tahun pertama saya setelah lulus SMA, karena nyatanya masih banyak orang yang belum bisa meneruskan studi di perguruan tinggi baik karena belum memiliki kesempatan, maupun karena kondisi-kondisi yang lain.

Untuk bisa lulus seleksi di kampus ini bisa dibilang tidak sesulit jika dibandingkan dengan seleksi di perguruan tinggi negeri. Tapi untuk bisa sampai berada di kampus sekarang ini tidaklah mudah. Sebelumnya saya telah berjuang di berbagai seleksi masuk PTN seperti SNMPTN, USMI IPB, SBMPTN, hingga ujian tulis (UTUL) UGM. Namun tak ada satu pun yang menyatakan saya diterima, hingga sempat putus asa dan berpikir tidak bisa kuliah di tahun itu. Bisa dibilang saya terlalu ambisi untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri, hingga akhirnya saya membuka langkah untuk mencoba masuk di perguruan tinggi swasta. Dan benar saja, ternyata rezeki dan jalan hidup saya bukanlah di kampus-kampus sebelumnya, melainkan di Universitas Komputer Indonesia.

Meskipun kuliah di perguruan tinggi swasta, tidak menyurutkan semangat saya dalam kuliah, karena niat saya adalah belajar dan mengembangkan minat saya di dunia Teknologi Informasi, apalagi UNIKOM memberikan fasilitas yang sangat mendukung bagi saya dalam menuntut ilmu teknologi dan informasi.

Kuliah bagi saya bukan hanya untuk mendapatkan gelar dan memudahkan dalam mencari pekerjaan. Lebih jauh dan lebih utama dari itu, kuliah bagi saya adalah jalan menuntut ilmu yang merupakan sunnatullah sebagai seorang muslim. Seperti apa yang telah disabdakan oleh sosok panutan umat manusia yakni Rasulullah SAW, bahwasanya

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu” (HR. Turmudzi).

Dari hadis tersebut meyakinkan saya, jika seseorang sudah memiliki ilmu tak perlu risau akan kehidupan di akhirat, tak perlu risau pula akan kehidupan di dunia, apalagi hanya sekedar mendapatkan pekerjaan.

Di negeri ini, orang yang cerdas bisa dikatakan banyak, tapi yang cerdas dan peduli terhadap bangsa tidak demikian. Padahal Rasulullah mengatakan bahwa,

“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath).

Dari hadis dan kenyataan itulah saya menaruh harapan kepada diri saya pribadi, bahwasanya kelak suatu saat saya harus memberikan manfaat kepada orang lain dari penerapan ilmu yang sedang saya pelajari saat ini.

Oleh karena itulah ketika saya berada di penghujung masa putih abu, saya benar-benar memperhatikan passion apa sebenarnya yang telah tuhan titipkan ke dalam diri saya. Karena saya yakin, bila seseorang mengerjakan apa yang dia senangi, maka apapun akan dia kerjakan secara maksimal. Bila jurusan yang diambil saja tidak disenangi, bagaimana bisa dia membangun motivasi belajar dengan baik? Bagaimana bisa dia bertahan karena di depan pasti banyak tantangan dan hambatan? Tentu alasan yang paling mungkin untuk bisa menguatkan hal itu adalah passion nya sendiri, maka itulah pentingnya menemukan passion pada diri seseorang dan menyalurkannya.

Selain saya merasa nyaman di dunia teknologi informasi, saya juga memiliki alasan lain mengapa memutuskan untuk terjun di dunia ini. Teknologi dan informasi merupakan salah satu tolak ukur kemajuan suatu peradaban negara. Bila peradaban negara itu maju, salah satu faktor pendorongnya adalah teknologi yang maju. Sayangnya bangsa Indonesia mayoritas masih berprilaku konsumtif, sehingga masih sedikit orang yang mau berperan sebagai kreator dan melakukan inovasi khususnya dalam produk teknologi, tentu hal ini menyulitkan teknologi Indonesia untuk maju. Maka sebagai generasi muda, sudah sepatutnya mulai memupuk semangat dalam berkarya, berhenti menjadi penikmat, kemudian lakukan inovasi yang dibekali ilmu dan attitude yang baik. Dan saya sedang membangun visi untuk itu, untuk bagaimana menjadi bagian kecil dalam memajukan teknologi dan informasi di Indonesia.

Berbicara mengenai dunia teknologi dan informasi tentu sangatlah luas, tak bisa seseorang menguasai seluruh sub bidang yang ada sekaligus. Oleh karena itu saya memutuskan mengambil konsentrasi di program studi Sistem Informasi. Informasi tentunya dibutuhkan oleh setiap orang, apapun kebutuhannya. Sehingga perlu adanya sirkulasi informasi secara sistematis. Di sinilah peran anak sistem informasi, bagaimana informasi tersebut dapat saling bertukar secara akurat, cepat, berkualitas, relevan, dan bermanfaat bagi penerimanya. Informasi di era digital saat ini boleh jadi sudah bisa bertukar dengan sangat cepat, tapi bila ditanya apakah informasi yang bertukar tersebut sudah berkualitas dan relevan? Sebagai contoh di media sosial? Mungkin jawabannya belum demikian. Dari pertanyaan dan jawaban itulah saya merasa tertantang hingga memutuskan untuk mengambil program studi ini.

Rasanya terlalu berat jika saya mengatakan “Aku adalah generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia” tapi kalimat tersebut mengandung motivasi yang luar biasa untuk bagaimana saya harus berkontribusi bagi bangsa ini. Tentunya dengan kapasitas yang saya miliki, dengan cara dan gaya saya sendiri, dan dengan membawa ilmu yang saat ini sedang saya pelajari saat ini.


DOWNLOAD FILE PROPOSAL RENCANA STUDI

Jika sebelumnya saya selalu kirim via email, karena berhubung beberapa hari kedepan agenda saya cukup padat, ditakutkan tidak sempat merespon teman-teman, jadi saya share melalui link dibawah. Proposal ini saya gunakan ketika mendaftar BU tahun lalu, semoga bisa menjad tambahan referensi untuk teman-teman semua.

Download disini: http://bit.ly/2KemgVg

Terimakasih.

Alvi Mohamad

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade