Aku Mencintai Karena?

Dewasa ini kita sering mendengar dan dominan mendengar, tapi bukan melihat, banyak pemuda atau pemudi bahkan di dominasi oleh remaja laki-laki berkata "aku mencintaimu karena Allah."
Apa sih definisi mencintai karena Allah? Kita bahas dan kita kupas di dalam catatan kecil yang ada di monokrom (ruang sederhana yang dihuni oleh beberapa kata). Sebelum kita bahas dan kita kupas, izinkan saya melanjutkan makan malam saya terlebih dahulu, pasti kalian tahu lah menu makan malam saya apa? Rendang? Betul sekali, dalam kemasan mie instan, hehe. Kok jadi ngawur ya, cuss kita lanjut.
“Ada naungan pada hari kiamat ketika tidak ada naungan kecuali naungan Allah untuk tujuh orang, salah satunya adalah orang yang saling cinta karena Allah, bahkan kelak ada mimbar-mimbar dari cahaya yang diperuntukkan kepada orang-orang yang saling mencintai karena keagungan Allah.” Cinta ini merupakan karunia yang besar, yang mampu membuat para nabi dan syuhada cemburu karenanya. ”Sebab kita yakin dengan cinta yang tersambung oleh iman karena Allah SWT, kita akan meraih manisnya iman. Cinta yang menghubungkan kita semua ini sebagai muslim, membuat kita menggapai satu kedudukan di sisi Allah yang tidak dicapai hanya dengan mengandalkan amalan-amalan pribadi kita.”
Lanjut kita bahas tentang "Lillah (karena Allah)". Apa itu definisi Lillah? Menurut definisi saya sendiri, Lillah (karena Allah) adalah segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungannya langsung kepada Allah dan Rasul-Nya SAW, maupun yang berhubungan dengan masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang mubah, asal bukan perbuatan yang merugikan atau bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah. Sesuatu yang Lillah itu tidak dapat di campur antara yang haq dengan yang batil.
Kita ambil contoh dari kalimat yang sudah membuming ditengah kaula muda. "Aku mencintaimu karena Allah". "Aku mencintaimu karena Allah, berarti aku mencintaimu tanpa melibatkan hal yang batil, contoh yang batil itu, memaksakan kehendak nafsu untuk memiliki waktu senantiasa berdua". Yang harus dilakukan adalah ketika kau mencintai lawan jenismu benar karena Allah, maka yang harus kau lakukan adalah menitipkan cintamu atas lawan jenismu kepada Allah, pantaskan dirimu dan berdoa agar Allah mempersatukanmu dengannya didalam pernikahan, hasil atau tidak hasil yang penting kau sudah berdoa dan berusaha lalu sisanya biar Allah yang urus.
Bila ada seseorang yang mengatakan "aku mencintaimu karena Allah" namun mengajakmu untuk berpacaran, yakin lah itu semua perkataan dusta, mendustakanmu juga mendustakan Allah. Nonsense, bulshit, kosong cakap. Tetapi yang nyata harus dilakukan adalah ta'aruf khitbah lalu menikahmu, lakukan lah ta'aruf dan khitbah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar tak ada setan yang berperan dalam hubunganmu yang berada dalam naungan Allah. Perihal ta'aruf dan khitbah akan saya paparkan di coretan saya yang akan datang.
Sayapun saat ini sedang melakukan demikian, mudah-mudahan. "Aku mencintainya, namun entah karena apa dan siapa. Karena Allah? Entah lah, saya belum berani menyelipkan nama Allah. Saya sendiri belum mampu menditeksi hati saya, bahwa saya mencintainya karena Allah atau karena hawa nafsu. Namun hampir dua tahun ini saya mengaggumi seorang wanita. Mungkin ia pun tahu seberapa besar kealfaan saya, namun ia tak pernah tahu bahwa saya mengaggumi dan mencintainya. Saya selalu menyelipkan namanya dalam munajat kepada Allah, namanya tak pernah alfa dan tanggal dalam doa-doa baik saya. Saya tidak pernah berani mendekati dirinya atau mendalami pribadinya. Biar Allah saja yang jawab pada waktunya nanti. Namun disela penantian yang kujalani, disela penantian doa yang belum kunjung terjawab. Jujur saya agak nakal, saya menjalani hubungan pacaran dengan beberapa wanita hehe. Tapi hati ini tidak pernah berbohong, dengan siapa saya melangkah dan menjalin hubungan, namun namanya tak pernah sani dalam hati ini, dan belakangan ini saya mulai berani menyapanya setiap saat walau hanya lewat pesan singkat, semoga kamu baca tulisan saya ya bu, hehe.
Apa yang telah saya lakukan terhadapnya, apa ada dalam definisi kalimat "Aku mencintaimu karena Allah?" entah lah, diri ini terlalu hina dina untuk memberi kesimpulan. Yang dapat saya perbuat adalah berdoa, melakukan yang terbaik sisanya biar Allah yang urus. Saya hanya bisa berharap memiliki keterunan sebagai generasi Al-maidah ayat 54, dan dia lah satu-satunya yang menjadi madrasatul ula bagi anak-anak saya nanti, percaya diri banget gue wkwk.
Sebagai tulisan yang teramat buruk dan tak layak dibaca ini, saya hanya ingin berpesan; Apa yang sudah digariskan dan ditulis oleh Allah untuk kita, tidak akan pernah menjadi milik orang lain. Berani berhijrah berarti berani untuk hidup jauh lebih baik lagi. Dan jangan lihat siapa yang menulis, tapi lihat isinya. InsyaAllah ngawur hehe.

Sukabumi, 17 mei 2017
Dede Rayadi
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.