Fiktif

Pada satu waktu dizaman sebelum masehi. Ada cerita dari beberapa orang yang bernama Majusi, Ahlul kitab dan yahudi. Ahlul kitab memiliki seorang kekasih yang cukup jelita bernama Epril.
Singkatnya Epril direbut oleh seorang Majusi dari tangan Ahlul kitab. Dan Epril hobi menceritakan seluruh keburukan dari prilaku ahlul kitab kepada majusi.
Beberapa tahun kemudian datanglah Epril kepada ahlul kitab atas perintah Majusi untuk meminjam uang sebesar dua ribu lima ratus perak (bodoamat mata uangnya apa terserah gue). Namun setelah akad saling disetujui diberilah pinjaman uang tersebut kepada Epril yang disaksikan langsung oleh yahudi.
Waktu terus berjalan, namun Epril tak kunjung datang untuk mengembalikan uang yang ia pinjam. Kemudian ditagih lah oleh ahlul kitab kepada Epril. Baru saja Ahlul kitab menagih, langsung lah Epril memaki dan menuding yang tidak-tidak kepada ahlul kitab. Angin tak kencang hujan tak deras datang lah kabar dari Yahudi kepada ahlul kitab, bahwa Epril tidak mau memulangkan uang yang ia pinjam dan makian serta tudingannya terhadap ahlul kitab, bahwa itu semua atas perintah dan arahan dari majusi.
Lalu yahudi bergumam; Licik sekali majusi itu, serupa mengajak tobat seorang pelacur Namun di entotnya dia pula. Serupa kakek buta yang memberi tahu isi kandungan kitab suci, namun baca kitab suci ia pun tak sanggup karena buta. "Semoga si Epril cepat-cepat sadar dari tipu-tipu majusi yang rupa dan cakapnya mirip gubuk reot" berdoalah si Yahudi tadi.
"Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, kurasa itu tak ada."
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.