Copywriter vs Content Writer

Semakin berkembangnya teknologi membuat jenis pekerjaan kini kian beragam. Pernahkah kamu mendengar content writer sebagai title pekerjaan? Lalu apa bedanya dengan copywriter?


Mungkin bagi sebagian orang, kedua pekerjaan tersebut dianggap sama. Ada benarnya, karena kedua pekerjaan tersebut memang berhubungan dengan tulis menulis. Tetapi layaknya dua sisi berbeda dari sebuah koin yang sama, sebenarnya copywriter dan content writer adalah dua pekerjaan yang berbeda. Dimana letak perbedaannya?

1. Media

Media yang digunakan untuk mempublikasikan penulisan seorang copywriter biasanya adalah media-media komersil, dimana pembacanya hanya memiliki waktu yang singkat untuk membaca pesan pada tulisan tersebut, seperti billboard, poster, web banner, social media ads, email campaign, katalog produk dan lainnya. Tapi tak hanya dalam bentuk tulisan, kamu juga bisa mendengar atau melihat hasil karya seorang copywriter di iklan radio, tv atau apps streaming musik milikmu yang belum premium itu. Ehm.

Lain halnya dengan content writer, media yang digunakan biasanya media yang bisa dibaca dalam waktu yang lama, santai, bahkan bisa dinikmati lagi lain waktu dengan lebih mudah. Contohnya artikel di web, koran, majalah, atau postingan di media sosial.

2. Isi

Bentuk tulisan yang pendek adalah salah satu ciri khas dari copywriting, seperti headline, tagline dan slogan. Jika kamu pernah mendengar ‘think different’, ‘just do it’, ‘connecting people’, ‘apapun makanannya, minumnya. .’, atau ‘mengatasi masalah tanpa masalah’ itu adalah salah satu hasil kerja copywriter.

Sedangkan content writer cenderung memakai tulisan yang lebih panjang dan detail. Konten yang ditulis bersifat informatif, edukatif, serta engaging.

3. Tujuan

Mungkin yang lebih membedakan dari dua profesi ini adalah tujuannya. Tulisan yang dihasilkan copywriter umumnya bersifat komersil dengan tujuan membangun suatu tindakan langsung (direct action), seperti melakukan pembelian atau terlibat dengan campaign yang berkaitan dengan produk atau jasa dari perusahaan — berpartisipasi dalam giveaway atau kuis adalah contohnya.

Sedangkan tulisan yang dibuat content writer tak hanya untuk tujuan komersil saja, karena boleh jadi kamu juga seorang content writer jika sering memposting tulisanmu di Instagram. Tapi, apabila konten yang dihasilkan merupakan bagian dari strategi marketing, tulisan yang dibuat akan lebih persuasif dengan tujuan untuk membangun kepercayaan pembaca (branding) sebelum pembaca memutuskan suatu tindakan selanjutnya.

Ok, sudah cukup jelas dengan perbedaan keduanya?

Sumber:
http://www.carolinegibson.co.uk/headline-slogan-strapline-difference/
https://www.koozai.com/blog/content-marketing-seo/content-writer-vs-copywriter-whats-the-difference/

-
Ditulis oleh Devani Septanissa & Faris Naufal
Ilustrasi oleh Bambang Candra

Like what you read? Give Monoponik Studio a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.