Nine Pro — Part 1

Inilah kisah kami sembilan remaja polos dengan kepribadian masing-masing yang sedang mencari jati diri dalam mengarungi dunia yang semakin bertambah hari semakin tidak menentu. Bahkan karena semakin tidak menentunya dunia ini, musim kemarau di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada sekitar bulan April hingga Oktober, terkadang kenyataan berkata sebaliknya.

Kisah ini dimulai ketika kami masih berada di bangku SMA. Masa yang menurut kebanyakan orang adalah masa yang paling indah karena pada masa tersebut banyak sekali yang namanya cinta bermekaran. Mulai dari yang memiliki taraf rendah seperti hanya mengaguminya hingga taraf tinggi dimana ketika seseorang telah memiliki kekasih, dia akan selalu bersama dengannya kemanapun pergi layaknya sebuah permen karet yang menempel pada sepatu, maka permen karet tersebut akan selalu mengikuti dan bersama dengan sepatu tersebut. Dan berucap hanya maut yang akan memisahkannya. Sebuah ucapan yang akan membuatnya merasa jijik ketika menyadari bahwa dirinya tidak lagi bersama dan ucapan tersebut pernah keluar diantara keduanya.

Seorang siswa perempuan berlomba-lomba untuk tampil dengan dandanan paling cantik diantara lainnya untuk menarik perhatian dari kakak kelas yang mereka favoritkan. Sedangkan siswa laki-laki akan tampil dengan acak-acakan dan menampilkan kebolehannya dalam bermain sesuatu seperti bermain bola basket yang kemudian dijadikan modal untuk menggoda adik kelas yang kebanyakan masih polos. Sehingga kecil kemungkinan bagi mereka untuk ditolak.

Pada masa putih abu-abu ini pula senior adalah segalanya. Apapun yang dilakukan entah itu benar atau tidak, semua seolah bernilai benar.

Namun diluar semua kejadian-kejadian unik yang muncul pada masa tersebut, disitulah kami yang beranggotakan sembilan orang bertemu dan kemudian bergabung sebagai kebersamaan dan menyebutnya dirinya dalam grup “Nine Pro”. Grup tersebut terdiri dari tujuh cowok dan dua cewek yang terkumpul bukan hanya karena berada pada satu kelas, buktinya beberapa dari kami berasal dari beberapa kelas yang berbeda selama duduk di bangku SMA, namun lebih dari itu, grup ini muncul karena adanya ikatan kuat yang membuat kami merasa nyaman ketika bersama. Canda dan tawa seringkali menemani persahabatan kami dan terkadang muncul friksi atau masalah diantara kami, namun itu hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari cerita yang akan kami buat. Inilah kesembilan dari anggota kami.

Arjun. Dia adalah salah satu yang paling cerdas diantara kami. Nilai-nilai di sekolah menunjukan betapa cerdasnya dia, walaupun jika dilihat dari raut mukanya, dia tidak terlihat demikian. Dalam urusan beragama dia merupakan yang terdepan diantara kami.

Badannya terlihat mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pada saat awal dia masuk SMA. Rambutnya terlihat acak-acakan, entah karena memang disengaja atau bukan, tetapi dia adalah orang yang paling sering menanyakan siapa yang membawa sisir ketika berada di kelas.

Mengejek orang lain memang tidak baik, tapi hal itu tetap muncul dalam diri orang yang memiliki dagu yang sedikit panjang dan lancip ini. Baginya mengejek mungkin sesuatu hal yang menyenangkan. Untungnya dia tau dimana harus memunculkan sikap tersebut. Dia paling sering mengejek kami ketika kalah dalam bermain PES atau pada saat tim favoritnya menang melawan tim favorit kami.

Dia adalah seorang Cules sejati. Istilah “Mes Que Un Club” begitu melekat didadanya. Dan Messi adalah dewa baginya. Menurut dia tidak ada tim terbaik selain Barcelona dan menganggap semua pemain diluar Barcelona tidak sehebat para pemain Barcelona.

Selain itu, dia adalah penganut tendangan placing dari jarak jauh dengan Messi-nya yang terlihat tidak masuk akal dan namun berbuah gol dalam permainan PES.

Ketika ada diantara kami yang mengajak bermain, dia adalah satu yang paling cepat mengatakan “Gass!” “Kuy!” — Yang memiliki makna “Ayo!”. Bahkan disaat dia tidak bersedia hadir.

Diaz. Dia adalah anggota kami yang mengalami kenaikan berat badan yang paling signifikan. Tidak jarang dia menyalahkan bajunya yang kekecilan ketimbang menyadari perutnya telah sedikit membuncit. Dia hampir selalu menggunakan kacamata, sehingga terlihat seperti orang yang rajin membaca buku.

Rumahnya adalah basecamp untuk bermain PES. Tidak jarang kami sampai menginap dirumahnya hanya untuk bermain permainan tersebut. Karena seringnya berada disitu, orang tuanya begitu hafal dan membiarkan kami bermain hingga larut malam. Makanan favorit ketika dirumahnya adalah mie goreng.

Soal tim favorit, dia adalah penggemar berat Chelsea. Dan dia sangat terhipnotis dengan gaya bermain Chelsea di era Jose Mourinho yang cenderung keras, sehingga gaya bermain dia entah itu dikehidupan nyata ataupun dalam permainan PES cenderung keras dengan tackle-nya. Baginya kartu merah adalah lebih baik ketimbang kemasukan gol oleh lawan.

Dia adalah pengendara dengan jam terbang tinggi baik itu mobil ataupun motor, sehingga tidak jarang dia sering menjadi sopir dalam perjalanan-perjalanan kami. Dia tidak canggung untuk mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi dan membuat penumpangnya sedikit was-was.

Pantang menyerah sebelum bertanding adalah jiwa dia sesungguhnya. Dia akan berusaha untuk mencari soal ataupun jawaban sebelum ulangan dikelas dimulai. Sebagai timbal balik, dia akan memberikan soal atau jawaban ketika kelasnya mendapati ulangan terlebih dahulu dibanding kelas lain. Dia bahkan tidak canggung untuk memotret soalnya. Hingga pada suatu hari dia pernah ketahuan oleh salah satu guru di SMA.

Arjun bisa dibilang partner paling dekatnya. Disaat dimana dia menjalani masa lajangnya, dia selalu mengajak Arjun kemanapun dia pergi untuk menemani kesepiaannya. Karena kedekatannya, mereka seolah-olah tau kapan harus keluar menuju toilet pada saat ujian berlangsung untuk kemudian mengadakan semacam perundingan untuk bertukar jawaban. Mereka biasanya menggunakan trik lama yang siswa lain gunakan yaitu dengan berpura-pura batuk didepan kelas teman yang ingin dimintai jawabannya. Atau mungkin melalui perjanjian diawal sebelum ujian bahwa jam sekian nanti harus ke toilet. Sehingga dapat disimpulkan mungkin itu adalah yang dinamakan fungsi secara tidak langsung dari sebuah toilet.

Orang yang terlihat sedikit gagap ketika berbicara ini mungkin tidak memegang prinsip budaya orang Jawa pada umumnya ketika disuguhi sebuah hidangan. Kebanyakan orang Jawa akan memilih menolak terlebih dahulu beberapa kali sebelum pada akhirnya menerima untuk menjamu hidangannya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku baginya. Dia lebih sering tidak malu-malu untuk langsung menyantap hidangan yang tersedia.

Erwin. Mungkin dia agak pendiam, tetapi kalimat-kalimat pendeknya seringkali memecah suasana, meskipun terkadang sulit dipahami dan hanya dia yang tau maksudnya.

Dalam urusan olahraga dialah yang paling diandalkan, hampir semua jenis olahraga bisa dia lakukan. Terutama hal-hal yang berhubungan dengan berlari. Teman-teman bilang dia memiliki dua paru-paru sehingga nafasnya begitu kuat walaupun harus berlari dalam waktu yang lama dengan jarak yang jauh.

Dia begitu tertarik untuk mengikuti banyak kegiatan diluar kegiatan akademik sekolah, seperti ekstrakulikuler. Dia tercatat pernah mengikuti ekstrakulikuler Pramuka, sepak bola dan PKS. Dia pun begitu aktif didalam organisasi-organisasi tersebut. Sehingga dia tampak paling sibuk diantara kami.

Namun diluar itu dia adalah seorang pelawak didalam grup kami yang selalu membuat suasana begitu cair dan terkadang membuat kami tertawa begitu terbahak-bahak entah itu karena tingkah kocaknya atau karena ucapan-ucapan tidak masuk akalnya.

Tim favorit dalam hal sepak bolanya sedikit samar walaupun sebenarnya dia adalah pendukung MU. Tetapi yang jelas dia tidak begitu mengumbar-ngumbarkan timnya sebagai tim yang paling hebat seperti teman-temannya yang lain.

Herly. YNWA adalah kalimat wajib yang pasti dimiliki olehnya. Dimanapun lokasinya entah itu di motor, kamar ataupun laptop selalu terpampang logo Liverpool yang berisi burung bangau didalamnya. Tak heran warna motor bobokan yang dikendarainya pada saat awal masuk SMA berwarna merah persis dengan warna kebesaran Liverpool, Merah.

Dia adalah seorang kiper di tim futsal maupun sepak bola kami. Kemampuannya tidak jauh berbeda dengan kiper terbaik dunia saat ini, Manuel Neuer, 11 berbanding 12, eh tapi pakai ribuan untuk 12-nya.

Dalam urusan sepak bola dia layaknya seorang pundit, dia begitu paham masalah-masalah didalam sepak bola seperti taktik, analisis dan tentunya gosip tentang perpindahan pemain. Dia juga seorang yang paling mahir dalam bermain PES. Bagaimana tidak mahir kalau laptop yang digunakan untuk bermain saja adalah miliknya. Dia pasti lebih banyak bermain PES ketimbang belajar untuk ulangan atau bahkan ujian.

Selain itu, dia menyukai dunia otomotif. Dia seringkali melakukan modifikasi terhadap motor yang dikendarainya. Sebut saja motor bobokan berwarna merahnya yang terlihat begitu menjanjikan dengan suara knalpotnya yang begitu mengganggu warga. Ditambah kemampuan berkendaranya yang hampir sama dengan Diaz yang mengandalkan kecepatan.

Badannya begitu atletis dan terlihat gagah. Namun kegagahannya gagal tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai alasan sering dibuatnya untuk bolos sekolah. Dan masalah telat datang ke sekolah seperti telah melekat pada dirinya. Sehingga para guru lebih memilih untuk memaklumi keterlambatannya ketimbang mengingatkan ulang, karena berbagai peringatan tidak berpengaruh sama sekali terhadap kebiasaannya tersebut.

Pada saat grup kami ingin berkumpul dia adalah orang yang paling susah dihubungi. Jika pun bisa dihubungi dia selalu saja punya alasan. Entah itu motornya di bengkel, sinyal di rumahnya tidak ada atau bahkan yang lebih parah dia mengatakan ketiduran tetapi secara tidak sengaja ketahuan bahwa dia sedang bermain dengan pasangannya.

Namun diluar itu dia sangat menyukai momen kebersamaan termasuk ketika kami bersama. Apapun momennya dia akan selalu mengabadikan, baik itu momen yang indah atau momen yang buruk sekalipun seperti sedang tidur difoto. Bahkan dia pernah memiliki ponsel kecil seperti jam tangan yang kemudian kameranya dijadikan media baginya untuk menjadi paparazzi didalam kelas atau ketika kami berkumpul bersama. Dia pun begitu suka mengunggah foto hasil zoom yang dia lakukan untuk mendapati momen yang memalukan diantara kami.

Yoga. Siapa yang tidak mengenal dia, hampir semua angkatan dari adik kelas, teman satu angkatan dan bahkan kakak kelas pasti mengenal dia. Mantannya pun bertebaran dimana-mana disaat teman-teman yang lain kesulitan mendapatkan pasangan. Dia adalah favorit para gadis yang telah bertemu dia termasuk di SMA. Jumlah likers di halaman Instagram-nya saja sangat jauh meninggalkan kami.

Dia juga tergabung dalam perkumpulan anak-anak motor. Kemampuan sosialnya juga mungkin muncul akibat perkumpulan-perkumpulan seperti ini. Oleh karenanya dia begitu akrab ketika bertemu dengan orang lain bahkan dengan orang yang belum pernah dia temui. Dan mungkin karena dia pula, kami bisa berkumpul menjadi seperti ini.

Dalam hal sepak bola dia memiliki kemampuan unik yaitu kemampuan nutmeg-nya baik itu untuk mengelabui lawan atau untuk mencetak gol. Ditambah tubuhnya yang ramping sehingga dia begitu lincah. Tapi terkadang dia terlalu terpaku dengan kemampuan tersebut sehingga alih-alih menendang bola dengan keras untuk mencetak gol, malah dia menggunakan tekniknya untuk mencetak gol dan pada akhirnya gagal berbuah gol.

Tim favoritnya adalah MU. Dia hanya akan menggembor-gemborkan timnya ketika menang atau juara, namun ketika kalah dia memilih diam atau malah menghilang begitu saja.

Dia adalah seorang traveller jika dilihat dari foto-foto yang dia unggah di media sosial. Hasil karya fotografinya pun tidak bisa dianggap remeh. Dia selalu saja punya ide unik untuk setiap projek yang kami buat seperti projek dalam dunia videografi. Video stop motion yang pada saat itu masih awal-awal saja, dia telah mencoba membuat dan berhasil. Namun sayang hasil kerja kerasnya yang ditunjukan untuk memperingati ulang tahun pasangannya gagal berbuah hasil.

Orang yang telah sejak SMP tinggal jauh dari orang tuanya ini merupakan satu-satunya yang telah mengunjungi rumah kami semua dan terkadang sampai menginap di rumah kami. Meminjam barang atau pakaian adalah kebiasaanya. Namun mengembalikan bukanlah kebiasaannya. Biasanya dia akan mengembalikan sesuatu hingga berbulan-bulan.

Qorry. Dia mungkin seseorang yang paling tidak suka dengan yang namanya kekalahan. Buktinya ketika bermain PES, pada saat dia mengalami kekalahan dia akan menantang ulang lawannya untuk bermain lagi walaupun disaat yang sama ini adalah giliran yang lain untuk bermain. Dia bersama Arjun dan Diaz adalah orang yang paling semangat dalam bermain PES. Bahkan dia rela mengambil laptop yang digunakan untuk bermain di rumah Herly walaupun jaraknya jauh. Dan dia beranggapan jika Herly tidak ada saat dihubungi itu tidak masalah, yang terpenting adalah laptopnya tersedia.

Dia seringkali beradu mulut dengan Arjun soal sepak bola. Karena kebetulan tim favorit mereka adalah Real Madrid dan Barcelona. Dua tim yang sangat bertolak belakang. Baginya Real Madrid adalah segala-galanya. Dan menganggap timnya adalah yang terbaik seantero jagat raya.

Dibalik semua itu dia adalah salah satu yang paling polos, ketika dia tidak tau tentang sesuatu maka dia mengatakan tidak tau dan menanyakannya.

Minuman favoritnya adalah susu. Dimanapun dia berada, dia selalu berharap bisa mendapatkan minuman tersebut. Tidak jarang dia membawanya dari rumah dalam bentuk sachet untuk mengantisipasi minuman tersebut tidak tersedia. Dia beranggapan dengan meminum segelas susu bisa membuatnya sehat, namun disisi lain dia sangat minim dalam berolahraga. Hanya olahraga jari yang biasa dia lakukan yaitu dengan bermain PES.

Almira. Dia adalah seorang perempuan yang paling tidak suka mendengar kalimat “Jangan makan terus ya”. Walaupun hanya sekedar bercanda. Setelah mendengar kalimat tersebut dia biasanya langsung memalingkan pandangan dan seolah-olah tidak ingin berbicara dengan seorang yang mengatakan hal tersebut. Dia juga sangat bermasalah ketika timbangan menunjukan bahwa terjadi sebuah kenaikan terhadap berat badannya.

Dia adalah penggemar berat para kakak kelas. Dia seperti melihat kakak kelas dengan pandangan yang selalu berbeda dengan teman seangkatan atau bahkan adik kelas.

Dalam bidang akademik dia juga begitu rajin dalam belajar, berbagai les diluar sekolah dia ikuti. Sehingga tidak mengherankan nilainya pun sesuai dengan ekspektasi. Diluar akademiknya, dia menyukai olahraga bola basket. Dan menjadikan olahraga tersebut sebagai ekstrakulikulernya. Selain itu walaupun dia tidak begitu suka sepak bola dia memiliki tim favorit di dunia sepak bola yaitu Barcelona.

Urusan menyanyi dia adalah ahlinya didalam grup kami. Bahkan dikelas. Dia begitu fasih menyanyikan lagu-lagu bernada tinggi baik lagu dalam negeri atau luar negeri.

Dia seperti tukang hipnotis ketika sedang berbicara. Siapapun yang mendengar akan secara otomatis terhipnotis untuk setia mendengar pembicaraannya hingga selesai. Entah itu membicarakan pengalamannya atau malah membicarakan tentang kakak kelas.

Sekar. Sama dengan Almira dia adalah seorang perempuan yang menyukai olahraga bola basket. Namun didalam sepak bola dia memilih Arsenal sebagai tim favoritnya seperti yang dipilih kakaknya. Dan dia begitu mengidolakan Cesc Fabregas dan Mesut Ozil.

Dia juga mengikuti beberapa les diluar sekolah. Nilainya pun bersaing dipapan atas didalam kelas. Catatannya bersama catatan milik Almira sering dijadikan bahan untuk menyalin materi atau kalau malas dijadikan bahan untuk difotokopi. Di kelas dia memiliki cara tersendiri agar bolpoinnya tidak hilang dan diambil secara gratis oleh orang lain. Yaitu dengan menaruh kertas kecil berwarna yang telah diberi nama dan kemudian digulung dan dimasukkan ke dalam bolpoin.

Disisi lain dia terkadang melakukan hal-hal yang justru membuat kami tertawa, entah itu karena salah dalam berbicara atau karena tingkah lakunya seperti tertawa sangat keras ditempat umum. Ditambah dengan sifat-sifat childish-nya yang membuat orang-orang disekitarnya tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

Rumahnya bersama rumah Almira sering dijadikan tempat untuk kami berkumpul secara full-team, hal ini tidak terlepas karena mereka berdua tidak mau bergabung ketika para cowok-cowok bermain PES di rumah Diaz, Arjun atau yang lainnya. Iya lah, tidak seharusnya mereka hanya melihat kami bermain atau bahkan ikut bermain PES. Itu bukan kodrat mereka diciptakan didunia ini. Hehe..

Terakhir adalah aku, Rafiq. Aku tidak berhak menceritakan tentang diriku sendiri karena bisa menyebabkan ketidakadilan. Tapi yang jelas aku sangat menyukai warna hitam dan putih seperti warna khas dari tim favoritku, Juventus.