Tiap Proses Kecil Itu Harus Kita Rayakan!

Sumber: Google.com

Pernah mencapai sesuatu hal tapi tidak merasa bahagia ? RAYAKAN!

Oke! sebenarnya gw juga sering mengalami hal kayak gitu. Gw telah mencapai sesuatu, namun tidak merasa bahagia. Why ? Ternyata gw baru ‘ngeh’ kenapa bisa begindang.., eh begitu maksudnya.

Nikamatin aja dulu PROSES-nya

Kalo ngomongin soal proses, pasti sangat berhubungan sama masalah waktu. Kenapa waktu ? Karena menurut gw, waktu dan proses itu berjalan berdampingan.

Proses adalah suatu aktivitas yang sangat menyenangkan bagi diri gw pribadi sebagai orang yang sedang mencari jati diri dalam mengembangkan kemampuan serta mau jadi apa nanti ke depannya.

Well, yang gw kurang suka dari BEBERAPA ORANG di luar sana adalah, hasil lebih penting daripada proses. But, ini gw berbicara pada cakupan Non-Akademic yah. Kalo di bagian Akademis kan hasil emang segala — galanya. PROSES ITU LEBIH ASIK & MEMATIKAN DARIPADA HASIL! (makanya nilai akademis gw gak pernah ‘asoy’). LoL

Nikmatin aja dulu prosesnya..

Cape Boss!

Gak bisa dipungkiri, untuk menghadapi atau menjalankan sebuah proses, kata “cape” selalu menghampiri atau ‘menyurupi’ kita, atau kesurupan, atau menyatu, atau jogres kalo bahasa digimonnya mah..

Yang bisa kita lakukan kalo cape itu apa ? Ya istirahat sebentar, tidur, bangun, dan lanjutin lagi prosesnya.

Dimensi lain dalam berPROSES

Sadar atau tidak, dalam menjalani suatu aktivitas atau proses tersebut. Kita udah kaya robot. Kenapa gw bilang robot ? Karena badan kita melakukan suatu aktivitas hanya berdasarkan tujuan / tugas. Tapi hati kita kosong ? bukan kosong karena gak punya pasangan yak’ itu mah lain lagi. Surem.

Kosong dalam arti.. kita tidak menikmati proses itu. Karena kenapa ? mungkin karena kita mengharapkan feedback dari orang lain pada saat itu juga.

Dimensi lain dari proses adalah kita tidak dihargai oleh orang lain. Tapi kita bisa menghargai diri sendiri. YAS! THAT’S THE POINT!

Kita bisa menghargai diri kita sendiri!”

Karena gini, beberapa orang di luar sana, hal yang membuat dia bahagia adalah “di hargai oleh orang lain (wajar sih, kayak teori dari Maslow yang kedua, tentang “Self-esteem”). Tapi di dalam kasus ini, kita menjalani proses itu pasti:

Orang tidak akan melihat / menghargai diri kita sebelum mereka melihat hasil dari proses yang sedang kita kerjakan. HARGAILAH DIRI KITA SENDIRI! dan tepuk tangan kalo perlu! *prok — prok — prok jadi apa ? Jadi jomblo, eaa!*

RAYAKAN SETIAP PROSES KECILMU!

Nah! ini nih! bagian yang paling gw suka dan selalu gw lakuin!

“Loh, hasilnya aja belom ketauan, kok udah ngerayain aja ham”

Ya itu hasilnya! ketika lu melakukan sesuatu hal yang KECIL dan SELESAI! Jadi gini, PUNYA IMPIAN YANG SANGAT BESAR DAN SETINGGI LANGIT ANGKASA LUAR JABODETABEK ANTARTIKA ITU HARUS ADA!

“Gak nyantai lu ham..”

Bodo amet! gw cuma mau bilang kepada orang di luaran sana yang bilang “Impian itu gak penting, yang penting aksinya!” What The Hole! Hole itu lobang, biasanya hole digunakan ketika kita main golf. Ia bodo’ gak lucu. HAHA!

Broo / Sist. Kalo kita cuma aksi doang tanpa tujuan, emang lu mau beraksi kemana, rumah pak RT ? Minta tanda tangan surat kesahatan kali ah’

Kita mesti ada tujuannya cuy… Tapi gw di sini mau mencoba ngebreakdown Impian — impian kita menjadi hal — hal yang sangat kecil, dan dari tiap hal kecil tersebut sesudahnya akan kita rayakan. Misal:

IMPIAN: Chef Master

Proses:

  1. Masak air, terus gosong, abis itu dirayakan ke-gosongannya. Terus dicoba lagi sampe gak gosong..
  2. Masak Indomie, Indomienya belom dimasukin tapi mienya udah mateng. Rayakan. Terus dicoba lagi sampe Indomienya mateng.
  3. Masak Makaroni sekuter. eh sekutel (schotel) tapi gak pake makaroninya. Gagal. Terus rayakan. Lalu coba lagi sampe jadi..
  4. Coba, Gagal, Rayakan. Coba lagi, gagal, Rayakan. Gagal mulu ? Bayar biaya semester pendek. Gagal lagi ? Pindah jurusan sana kayak gw. (ini mah curhat ham).

Pokoknya di setiap kegagalan itu kita selipkan dengan cara merayakannya.

“LAAH! kenapa gagal aja mesti dirayain ? Kalo berhasil.. baru dirayain!”

Ya itu sih orang lain. Kalo gw pribadi, berhasil ataupun gagal, gw selalu merayakannya. Kenapa ? Karena dari situ gw bisa lebih menghargai diri gw sendiri terhadap suatu proses yang sedang gw jalani sampai akhir.

“Terus cara merayakannya gimana ham ? ham tampan”. #NarsisLuNjirr

Masing2 orang mempunyai kadar perayaan yang berbeda — beda. Tapi satu hal yang perlu gw tekanin adalah SIAPIN PERAYAAN TERBESAR DI HASIL AKHIR NANTI! entah gagal atau pun berhasil.

Jadi, perayaan dalam proses2 kecil tersebut TIDAK LEBIH BESAR dari perayaan terhadap hasilnya. Manfaat ? Kita lebih bisa menghargai proses kita sendiri LEBIH DALAM LAGI dibandingkan dengan orang lain yang hanya menghargai dari hasil kitanya saja.

Ngalor — Ngidul

Ya! kayaknya tulisan gw udah mulai kemana — mana. Tapi intinya gini, rayakan setiap kesuksesan / kegagalan yang telah kita perbuat dari proses yang sedang kita jalani. Sehingga kita dapat menghargai segala sesuatu yang kita lakukan kepada diri sendiri sekecil apapun itu. Ya.. belajar menghargai karya diri sendiri lah yah, walaupun orang lain hanya menghargai atau pun sangat tidak menghargai hasil dari apa yang kita buat. Nikmati — prosesnya dan terus berkarya!

Regards,

#MrIlham

YouTube Channel gw:

https://www.youtube.com/channel/UCiLV0rd9SUPBUMP96qCShhg

Jangan lupa mampir terus di Subscribe ;)