“di antara Daun yang Gugur”

Lira Lara
 
Petik aku dari nada tertinggi
Lalu biarkan aku lenyap di penghabisan bunyi
Sungguh, aku lelah dibuat ranggi
Kepuraanmu, sekadar menjagamu dari sunyi
Banyak orang yang memainkanku
Hanya untuk menyenangkan diri mereka
Apalagi mereka yang dipagut lara, keluh penuh luka
Mereka datang mereka pergi
Lalu, tetap menyisakan sunyi
 
Lira…
Berhentilah bernyanyi
Kau hanya menitip lara
Membuat lirih di setiap bunyi
Kau sama seperti orang yang selalu memainkanku
Kau juga datang hanya menitip duka
Memutus urat nada dan mengekang suara
Ya, memainkanku dari nada tinggi lalu lenyap di penghabisan sunyi
***
Pangkep, 12 Juni 2014
 
Cinta si Perokok
 
(1)
yang kami tahu
ada keluh-kesah yang terbuang
walau amat banyak kematian yang sesaki dada
kami tahu
ada risau-resah yang teredam
walau banyak kesia-siaan di antara nafas
 
(2)
ada candu
dan aku mati akal tanpa menghirupnya
walau kelak banyak kematian yang kuidap
tapi aku punya banyak kawan di tandu yang sama
 
(3)
semula berawal dari coba-coba
percobaan yang membuatku semakin cinta
aku lupa
kecintaan padanya, adalah kesiapan diri menemu ajal
aku lupa, tapi aku tak akan se sia-sia itu
***
Pangkep, 13 Juni 2014
 
 
Nama Sungai
 
ada sungai yang airnya jernih
tapi orang-orang tak perduli
lebih suka menimba keruh di sumur sebelah
 
ada sungai yang ikannya bermacam-macam jenis
tapi orang-orang enggan melempar jala
mereka lebih memilih memancing di rawa-rawa
 
ada sungai airnya sungguh sejuk
tapi orang-orang tak mau membasuh tubuh
malah sengaja membusuk kerna peluh
 
sungai-sungai itu kunamakan jujur
***
Pangkep, 14 Juni 2014
 
di antara Daun yang Gugur
 
jika ada yang bertanya
seberapa kuat aku menahan luka perpisahan
aku akan menjawabnya
aku selapang tanah menerima segala kematian
***
Pangkep, 14 Juni 2014
 
 
Cinta di Hati Mereka
 
namaku cinta
aku ada di hati mereka yang terluka
karena pengkhianatan atau terabaikan
 
aku ini cinta
aku nyata di hati mereka yang merindu
sesak karena jarak dan waktu yang memisahkan
 
aku adalah cinta
bagi mereka yang membenci cinta itu sendiri
karena hidupnya tak sejalan dengan sejatinya aku
 
akulah cinta
ini bukan tentang sedalam apa kau menjagaku
tapi ini tentang seberapa lapang kerelaanmu tanpaku
***
Pangkep, 26 Juni 2014

*picture from freepik