Focus on the Smallest Impact We Can Make Now

Ya. Berfokus kepada hal terkecil, yang dampaknya terasa, yang bisa kita rasakan, sekarang. Maka dari itu, cukup penting untuk membreakdown tugas besar menjadi tugas kecil. Tugas yang besar cenderung dikerjakan lambat (atau justru tidak dikerjakan!) karena melihat kompleksitasnya saja sudah membuat diri ini lelah.

Salah satu hal yang saya suka adalah pidato di atas. Mengerjakan hal yang kecil, sederhana, tetapi selesai, akan memberikan kesan bahwa Anda telah berhasil di hari itu. Ya, menyelesaikan pekerjaan, meskipun sedikit, pasti akan ada perasaan menyenangkan, bukan?

Anda bisa membaca transkripnya di sini: http://www.businessinsider.co.id/mcraven-best-commencement-speech-university-texas-2015-4/?r=US&IR=T


Untuk dapat memberikan dampak, kita perlu memiliki sebuah kompetensi. Camkan ini: Kita tidak akan pernah bisa membuat suatu dampak, jika kita tidak mengetahui bagaimana cara memberikan dampak itu. Oleh karena itu, kita perlu belajar bagaimana cara membuat dampak tersebut.

Berdasarkan pengamatan saya, semua hal bisa dicapai dengan dua hal yang baik: tindakan dan sikap. Untuk sukses belajar dan memberikan dampak, kita perlu mengupayakan tindakan dan sikap yang tepat. Berdasarkan pengamatan saya pula, ada tiga tindakan yang perlu dilakukan agar dapat sukses belajar, dan ada sebuah sikap yang perlu dimaknai. Saya menyebutnya: Segitiga Pondasi untuk Belajar (The Foundation Triangle of Learning).

Segitiga Pondasi untuk Belajar

Ke-nol, yang paling utama adalah sikap. Sikap dalam belajar yang penting adalah bersabar (Patient). Dalam menjalankan semua aktivitas yang akan dilakukan, kita harus terus bersabar. Sabar di sini berarti juga tidak curang. Mungkin Kita tidak sabar, ingin segera mendapatkan hasil, tapi ingat, itu tidak boleh. Kita perlu menjalankan prosesnya. Mungkin melelahkan, tetapi itu tidak masalah. Apapun aktivitas belajar yang dijalankan nanti, kita perlu bersabar.

Ke-1, adalah lama itu wajar (slow is expected). Dalam belajar, mungkin kita akan lama. Akan tetapi ingat, Anda harus sabar. Tidak apa. Lalui saja prosesnya. Jangan mengambil jalan pintas. Jangan curang. Meski demikian, Anda dapat menggunakan katalis untuk mempercepat belajar Anda. Katalis ini adalah dengan belajar langsung kepada expert. Percayalah, ini akan jauh lebih cepat dibandingkan Anda belajar sendiri. Akan tetapi, sekali lagi, dalam belajar, slow is expected, maka dari itu bersabar menjadi penting.

Ke-2, adalah bersiap untuk berubah (embrace changes). Dalam belajar, Anda pasti akan menemui hal-hal baru. Keterbukaan menjadi penting di sini. Tidak perlu khawatir. Ini wajar. Dan dalam berubah, boleh jadi kita akan sedikit emosi karena terlalu nyaman dengan status quo. Sekali lagi, sabar menjadi penting.

Ke-3, adalah gagal bukanlah masalah (expect failure). Penting sekali untuk menerima kegagalan. Banyak sekali yang menganggap kita tidak boleh gagal. Padahal kehidupan ini dibangun atas beberapa kegagalan-kegagalan yang membawa kita kepada kesuksesan. Kegagalan adalah sebuah implikasi logis, ada kesalahan dalam tindakan kita. Mungkin metode belajar kita tidak tepat. Mungkin referensi yang kita gunakan salah. Tidak masalah. Belajar dari kegagalan, tidak perlu diulangi. Camkan dalam diri Anda: Jangan pernah sia-siakan setiap kesempatan.

Jika Anda menganggap kehidupan adalah pembelajaran seumur hidup, rise and repeat.

Like what you read? Give -waza- a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.