Waktu Memang Panjang, Sekaligus Tidak

Saya mengutip tulisan Sam Altman:

The days are long but the decades are short
Kalau saya melihat batu, yang saya ingat adalah tentang waktu yang panjang sekali. Batu pun awalnya bukan batu. Butuh waktu yang panjang untuk menjadi batu. Gambar oleh John Fowler di Flickr

Kalau kita merasakan, mengatakan, sepuluh tahun sepertinya pendek sekali. Begini, umur Anda berapa? Sudah dua puluh tahun lebih? Apakah Anda merasakan Anda sudah hidup dua dekade lebih? Yang Anda rasakan adalah hari ini. Anda hanya bisa mengingat-ingat apa yang terjadi di masa lalu, dan Anda hanya bisa memprediksi apa yang terjadi di masa depan. Begitulah waktu bermain-main dengan kita.

Anda mengatakan apa yang sudah terjadi itu sebagai “cepat”, “tidak terasa”, “tahu-tahu sudah begini saja.” Akan tetapi Anda selalu menantikan apa yang akan terjadi di masa depan. Ingat ketika Anda SD, Anda sangat ingin segera masuk SMP favorit Anda? Ingat ketika Anda SMA, Anda sangat ingin masuk ke perguruan tinggi?

Paradoks dari pemahaman waktu?

Sebentar, Anda pernah membuat targetan tahunan? Apa yang perlu Anda lakukan tahun ini? Apa yang mau Anda lakukan tahun depan? Anda membuat batasan-batasan tentang apa yang ingin dicapai pada waktu tertentu.

Saya rasa, menetapkan deadline seperti itu bagus… tapi deadline sendiri memiliki paradoks.


Employer saya sebelumnya tidak pernah memberikan deadline. Katanya, itu tidak bagus. Setiap kali saya ditanya deadline, beliau menjawab “Kerjakan secepat kamu, tapi tidak usah terburu-buru; kerjakan saja kalau kamu sempat.” Saya awalnya bingung, tapi akhirnya saya paham sekarang. Dunia yang sebenarnya tidak memiliki deadline. Deadline kehidupan Anda apa? Tepat sekali. Mati. Apakah Anda tahu kapan Anda mati? Tidak.

Apakah Anda tahu kapan kompetitor Anda meluncurkan produk baru? Mungkin Anda tahu, tapi most of the time tidak. Ya, rahasia perusahaan tidak boleh bocor, kan?

Tenang saja, saya tidak sedang mengatakan membuat deadline itu salah. Saya hanya ingin mencoba mengatakan, naturally, kita tidak memiliki deadline; sekaligus memiliki deadline. Uh, paradoks lagi. Begini, hidup para petani penuh dengan deadline yang pasti. Ada waktu-waktu untuk menanam bibit dan ada waktu-waktu untuk memanen. Tidak boleh lebih lambat, tidak boleh lebih cepat.

Saya melihat Sama seperti ingin mengatakan, “Waktu adalah paradoks, sekaligus tidak. Kalau kita hitung, tiga ratus enam puluh hari dikali dengan sepuluh merupakan angka yang sangat besar. Anda mungkin ingin merencanakan akan diapakan waktu yang panjang itu. Akan tetapi, nantinya kita harus tetap sadar bahwa sepanjang-panjangnya waktu pun akan tetap terasa singkat.”


Jadi intinya, sebenarnya waktu memang paradoks.

Sebelum Sama mengatakan kutipan paling atas, Anda pasti mengenal paradoks waktu yang paling populer:

Waktu seperti pedang bermata dua.

Waktu bisa membunuh lawan. Akan tetapi, waktu bisa membunuh diri Anda sendiri. Lihat, dia bermata dua, loh!

Di HN, banyak yang berpendapat serupa dengan Sama. Hal tentang waktu seringkali dibahas. Setiap kali ada thread tentang waktu, kita hampir sependapat bahwa waktu itu seperti udara; ketersediaannya melimpah (abundant resource) akan tetapi Anda tidak bisa menikmati semuanya dalam waktu yang bersamaan. Saya ingin buat ini lebih jelas: hanya karena waktu berlimpah, bukan berarti Anda bisa senang. Justru Anda harus khawatir. Anda harus menggunakannya sesedikit mungkin dengan efektivitas setinggi mungkin. Artinya, dengan waktu yang singkat, Anda harus menghasilkan outcome sebesar mungkin!

Sedikit cuplikan:

nicholas73: The perspective that changed is twofold: first is that a job does provide life (your kid’s), and second is that life is LONG. If you don’t get rich by 30, you can get rich by 40 and still have a long time to do whatever you think is impactful.
TootsMagon: Life is long? Life is indeterminate and at best a blip… it’s probably not the right thing. I’d advise not to wait. (sumber)

Win.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.