aku berhenti diantara ekspektasi, bukan ekspektasi ku. tapi ekspektasi orang-orang sekitar. hanya berbeda tipis dengan itu, aku pun memasung ekspektasi-ekspektasi ku. ada yang di ujung gunung, belakang rumah, ada juga yang di tepi pantai. sejenak namun sering aku tinggalkan untuk berenang dan menyelami kolam lumpur atau mungkin lain kali perlu juga ku coba untuk masuk ke dalam pasir hidup. besok sih rencananya aku mau terbang ketika badai petir terjadi, siapa tahu aku jatuh tepat di salah satu ekspektasi ku. mungkin yang di belakang rumah.