The most Passionate Holiday in my life
Nama saya Sutan Ashari Mufti. Saya mahasiswa Planologi ITB 14 dan seorang musisi. Saya lahir di Bandung 16 September 1996 yang sangat menyenangi musik dan tata ruang kota. Saya seorang pemain gitar, piano, violin dan seorang bassist sebuah band di Bandung. Mungkin orang-orang melihat saya pendiam dan "freak ini orang", namun kalau sudah dekat, sebenernya saya lebih freak dari yang kalian tau hahaha. Yaudah lah ya.
Jadi liburan lebaran 2014 ini sangat-sangat menarik dan sangat-sangat asik (bagi gue). Jujur aja awalnya gue males-malesan, tidur-tiduran, namun ada hal penting yang bisa gue lakuin. One thing I know:
"sumber daya paling berharga yang manusia punya adalah waktu/kesempatan karena waktu tidak akan pernah kembali dan tidak tergantikan."
Aku punya waktu: libur semester, like, dari mei sampai agustus. And I was like, "shit ini banyak banget waktu buat gue perkosa."
Jadi aku daftar ke tempat les biola di dekat Taman Lansia, tepatnya belajar dengan Ka Ammy Kurniawan. Beliau salah seorang violinist paling jago di Bandung. Seorang yang sangat tepat jika kamu ingin belajar biola karena orangnya hangat, ramah dan asik. Saya sering ngobrol dengan beliau dan kami ketawa-ketawa bersama, tentunya saya belajar biola juga. Saya memiliki dasar musik yang bagus, karena memang sejak kecil sudah belajar piano dan gitar klasik, jadi belajar biola tidak usah dari nol. Dengan cepat saya mempelajari teknik-teknik violin, namun ya masih belum andal. Saya les bersama Ka Ammy satu kali seminggu dan latihan biola setengah jam sehari.
Pengalaman menarik berikutnya adalah saat saya mencalonkan diri menjadi sukarelawan acara sosial di Jakarta.
Jadi kebetulan nih "temen" saya seorang ketua organisasi sosial chapter Depok yang bergerak di bidang mewujudkan mimpi anak kecil, sebut saja Mawar. Nah si Mawar ini butuh sdm dan kebetulan saya nganggur, jadi dia mengajak saya untuk ikut berpartisipasi. Wah senang sekali saya. Saya tidak pernah ikut acara charity seperti itu.
Charity ini diselenggarakan pada bulan Juni, makanya waktu itu saya tidak bisa ikut interaksi Planologi. Maaf ka. Charity ini diselenggerakan di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Nusantara (YPLB) di Depok. YPLB adalah yayasan yang menampung dan mengembangkan anak-anak berkebutuhan khusus.
Charity berlangsung dengan berbagai kegiatan seperti bermain bersama anak-anak, mewarnai, perform bersama, dan cek kesehatan bagi perawat-perawat anak-anak di YPLB. Kebanyakan panitia anak Universitas Indonesia, jadi saya anak ITB sendiri. Namun acaranya sukses, anak-anak bahagia, perawat-perawat bahagia dan kami sebagai panitia juga sangat bahagia.
Saya belajar sesuatu dari acara ini: bahagia itu akan semakin besar jika berbagi. Lalu lagi, kita akan bahagia jika kita membuat orang lain bahagia. Melihat anak-anak itu tersenyum dan tertawa bahagia sangat membuat saya bahagia. Jujur saja jika ada acara seperti ini lagi dan saya punya waktu, saya ingin ikut lagi!
Ada seorang anak buta dan autis yang bermain bersama saya, namanya Salsa. Dia seorang anak perempuan berusia 14 tahun yang dititipkan teman orang tuanya di YPLB. Satu-satunya keluarga yang dia punya hanya neneknya yang kadang-kadang saja mengunjunginya. Kami bermain Kesatria Bima X dan menjadi power ranger dan tentunya ketawa-ketawa bersama. Dia ingin menjadi penyiar radio dan pernah tampil di salah satu videonya Melly Goeslow.
Pengalaman terakhir adalah saya mengikuti konferensi Power Shift 2015 di Singapur tentang perubahan iklim di dunia. Saya mengikuti acara ini bersama dua teman saya. Pengalaman ini sangat menarik karena ada banyak orang hebat, berpengaruh dan sangat inspiratif.
Di konferensi ini ada workshop-workshop sesuai minat dan bidang participant, salah satu bidang workshonya adalah creativism in urband space development. Bagus banget ni buat planolog. Itung-itung nambah wawasan pengalaman dan inspirasi, dan jujur gue terinspirasi banget dengan acara ini. Sebenernya gue ngetik ini di ruang konferensnya karena sekarang lagi break makan siang.
Sebagai warga Bandung saya berpikir bahwa konferensi/acara seperti ini sangat perlu di Bandung dan terlebih utama: Pemuda-pemudi Bandung harus memiliki keinginan untuk bergerak dan membuat perubahan, walau sekecil biji zaitun.
Mumpung masih libur dan di Singapur, besok saya mau ke universal studio.


Sutan Ashari Mufti

15414055